Sunday, December 14, 2014

Industri Kecil Menengah Sulawesi Utara Butuh Inovasi Kemasan Hadapi MEA 2015

Financroll – Industri kecil menengah (IKM) di Provinsi Sulawesi Utara membutuhkan inovasi kemasan dalam menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.


IKM di Sulut cukup banyak dan berkualitas, namun masih memerlukan kemasan yang lebih baik dan berinovasi agar siap menghadapi pasar bebas di negara-negara Asean tersebut.


Masih banyak IKM di Sulut hanya menggunakan kemasan manual, sehingga membutuhkan bantuan untuk lebih meningkatkan kualitas produknya.


Jika kemasan sudah bagus, maka kualitas produk yang dihasilkan akan semakin baik dan bertahan cukup lama.


Beberapa bulan lalu ada beberapa IKM pangan di Sulut mendapatkan bantuan kemasan dari kementerian, Oleh karena itu, akan terus melakukan sosialisasi kepada IKM agar meningkatkan kualitas produk agar bisa mendapatkan bantuan.


Tahun depan Sulut akan memiliki rumah kemasan yang akan membantu para IKM lebih mempercantik produknya.


Rumah kemasan tersebut bukan gedung baru, tetapi merenovasi bangunan yang sudah ada dan diharapkan rampung pada 2015.


Adanya kemasan yang baik maka makanan dan minuman menjadi higienis (bersih/sehat) dan terjamin keamanannya dari berbagai faktor penyebab rusaknya makanan dan minuman.


Keuntungan lainnya pelaku usaha tidak perlu lagi ke luar daerah untuk merancang kemasan untuk produk mereka.


Kehadiran rumah kemasan ini akan dikelola secara profesional, untuk itu Disperindag akan membentuk tim khusus.


Saat ini tinggal melakukan renovasi bangunan, dan pada 2014 sudah dimasukkan dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) perubahan.



Industri Kecil Menengah Sulawesi Utara Butuh Inovasi Kemasan Hadapi MEA 2015

No comments:

Post a Comment