Financeroll – Menjelang Masyarakat Ekonomi Asean pada penghujung 2015, jumlah produk unggul Indonesia terhadap negara Asean ternyata masih minim.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat terhadap Malaysia saja, RI hanya unggul atas produk pangan segar, produk kulit, clothing, dan tambang mineral. Apabila disandingkan dengan Thailand, hanya unggul atas tambang mineral dan produk kayu, terhadap Singapura hanya menang untuk produk kayu, tekstil, produk kulit, clothing, dan tambang mineral.
Yang harus ditingkatkan daya saingnya di sektor komponen. Dan harus mengundang investasi di bagian-bagian yang rantai suplainya masih kosong lalu dikaitkan dengan setiap kebijakan yang ada dalam promosi investasi.
Pengaruh MEA terhadap kegiatan perdagangan dengan negara anggota Asean dinilai takkan signifikan. Pasalnya arus perdagangan bebas barang di Asean terjadi sejak lima tahun silam. Mulai 2010, sekitar 90% produk yang diperdagangkan antar anggota Asean dikenakan bea masuk 0%.
Sekitar 10.000 pos tarif di Kemenperin itu bea masuknya 0%. Akhir 2015 itu untuk katakan bahwa secara efektif MEA berlaku, bagi perdagangan barang tidak akan banyak berubah dari posisi saat ini.
Dalam menghadapi MEA, Indonesia harus jeli menilai kelemahan dan keunggulan dibandingkan dengan anggota Asean lain. Kemenperin menilai pesaing terkuat RI saat ini adalah Thailand, Malaysia, dan Singapura, meskipun Indonesia tak punya produk yang betul-betul head to head dengan Negeri Singa.
MEA dinilai tidak akan mengubah tren perdagangan produk industri, pasalnya ekspor Indonesia ke Asia Tenggara hanya 30%. Sasaran ekspor RI mayoritas menuju Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan China.
Strategi hadapi MEA, sudah diketahui negara yang tentu akan jadi saingan. Jadi bisa dengan meningkatkan daya saing agar posisi menjadi lebih baik. Beberapa produk, seperti elektronik, otomotif dulu Thailand di atas, tapi sekarang perlahan sudah bisa bersaing.
Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Harjanto mengatakan perkembangan pasar Asean semestinya dapat dimanfatkan industri nasional memperluas pangsa pasar. Kenyataan saat ini Indonesia belum berjaya di Asia Tenggara.
Indonesia belum kuasai pasar Asean karena berdasarkan nilai perdagangan Indonesia, baik intra Asean maupun ekstra Asean masih di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Berdasarkan keterangan tertulis Kemenperin diketahui kinerja ekspor Indonesia pada 2012 hanya 22% produk Indonesia yang diekspor ke Asean. Adapun 78% lain dijual ke pasar selain Asia Tenggara.
Pada periode yang sama porsi ekspor Malaysia ke Asean lebih besar daripada RI sebesar 26,8% dari keseluruhan ekspor negara ini. Sementara Thailand 24,7% dan Singapura mencapai 31,8%.
Industri Produk Unggul Belum Siap Hadapi MEA 2015
No comments:
Post a Comment