Sunday, December 21, 2014

Sepekan Terakhir, Rupiah Melemah 468 Poin

Financeroll – Sepanjang pekan terakhir,  nilai tukar rupiah mencapai level terlemahnya sejak Agustus 1998.  Rupiah anjlok 468 poin dibandingkan akhir pekan sebelumnya.   Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dilansir Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah melemah 68 poin (0,54%) ke posisi 12.500 per dolar AS pada pekan yang berakhir Jumat, 19 Desember 2014 dibandingkan akhir pekan sebelumnya, 12.432 pada 12 Desember 2014.


Meski Yuan China dan Won Korea Selatan melemah, tidak menghalangi Rupiah untuk dapat bergerak positif.  Penguatan Rupiah seiring juga dengan adanya sentimen positif tambahan dari penguatan Poundsterling dan pernyataan BI yang dinilai cukup positif.  BI memberikan sinyal kepastian level yang akan dijaga, yaitu di level 11.900 hingga 12.300 per dolar AS.


Tampaknya,   imbas intervensi BI tersebut cukup mampu membangkitkan persepsi positif terhadap rupiah.  Meski laju poundsterling, yuan, hingga yen cenderung melemah, tidak terlalu berimbas negatif pada laju Rupiah seiring spekulasi akan adanya intervensi dari Bank Indonesia. Hasil rapat the Federal Open Market Committee (FOMC) yang memberikan sinyal belum akan dinaikannya suku bunga The Fed memberikan angin segar bagi rupiah untuk dapat melanjutkan penguatannya.


Di sisi lain, muncul sentimen dari meningkatnya harga minyak mentah dunia seiring dengan kembali meningkatnya tensi geopolitik di Libya dan aksi mogok pekerja tambang minyak di Nigeria.  Akan tetapi hal itu belum signifikan mengimbangi masih berlanjutnya penguatan dolar AS.  Akibatnya, laju rupiah kembali kian tertekan.


Belum lagi dengan masih adanya persepsi bahwa seolah-olah BI menyetujui pelemahan tersebut karena dianggap sudah sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.  Penilaian masih berlanjutnya peluang kenaikan BI rate dan penilaian maraknya jatuh tempo utang para korporasi turut menambah sentimen negatif.  Sentimen dari meningkatnya suku bunga Rusia menjadi 17% dari 10,5% secara tidak terduga dan terapresiasinya Yen setelah merespons masih turunnya harga minyak, tidak berimbas positif pada laju rupiah yang kian hari kian tertekan. [geng]



Sepekan Terakhir, Rupiah Melemah 468 Poin

No comments:

Post a Comment