Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh semakin dalam akibat maraknya aksi jual. Indeks nyaris turun lagi ke level 4.900. Seluruh sektor saham terkena tekanan jual. Tak satu pun sektor yang berhasil menguat. Aksi jual didominasi ivestor asing yang khawatir akan pelemahan nilai tukar rupiah.
Menutup perdagangan Sesi I, Selasa (16/12), IHSG terjun 94 poin (1,85%) ke level 5.013,934. Sementara Indeks LQ45 amblas 16,041 poin (1,82%) ke level 863,091. Aksi beli masih terjadi di saham-saham perkebunan dan aneka industri, tapi tak mampu bawa IHSG positif. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau hingga siang hari ini.
Terpantau perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 194.214 kali dengan volume 5,014 miliar lembar saham senilai Rp 4,025 triliun. Sebanyak 35 saham naik, 268 turun, dan 51 saham stagnan. Bursa-bursa regional rata-rata masih melemah hingga siang hari ini. Hanya bursa saham Tiongkok yang bisa positif berkat rencana pemberian stimulus oleh pemerintah setempat.
Sejumlah saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah SMART (SMAR) naik Rp 1.100 ke Rp 7.600, Bali Towerindo (BALI) naik Rp 100 ke Rp 2.150, Astra Internasional (ASII) naik Rp 50 ke Rp 7.075, dan Wicaksana (WICO) naik Rp 33 ke Rp 133.
Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.200 ke Rp 57.525, Indocement (INTP) turun Rp 1.175 ke Rp 23.225, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.010, dan Mayora (MYOR) turun Rp 825 ke Rp 21.925.
Sementara kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 324,72 poin (1,90%) ke level 16.774,68, Indeks Hang Seng jatuh 325,37 poin (1,41%) ke level 22.702,48, Indeks Komposit Shanghai menguat 21,95 poin (0,74%) ke level 2.975,37, dan Indeks Straits Times amblas 65,52 poin (1,99%) ke level 3.228,62. [geng]
Sesi Pertama: Aksi Jual Makin Marak, IHSG Terpangkas Tajam
No comments:
Post a Comment