Financeroll – Perdagangan valuta asing di hari Jumat(9/1), yen terpantau menguat terhadap dolar AS setelah dirilisnya laporan inflasi Tiongkok, ketika pasar tengah menanti laporan Nonfarm Payrolls AS nanti malam.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, USDJPY melemah 0.29% di level 119.31 dimana pasangan ini terpantau bergerak menyentuh level 119.17 untuk sesi terendah harian dan level 119.87 untuk sesi tertinggi harian.
Yen terlihat mendapat dukungan untuk menguat terhadap dolar AS ketika greenback tertekan akibat laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional telah menyatakan bahwa inflasi konsumen Tiongkok dalam tingkat tahunan telah alami kenaikan sebesar 1.5% di bulan Desember.
Sedangkan dalam waktu yang bersamaan, Biro Statistik Nasional juga menyatakan bahwa inflasi produsen Tiongkok dalam basis tahunan, telah alami penurunan sebesar 1.9% di bulan Desember, dengan survei yang dilakukan ekonom telah memperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 3.1% di bulan Desember.
Sementara itu, perhatian pasar hari ini tengah tertuju kepada kondisi pertumbuhan lapangan pekerjaan di wilayah AS nanti malam. Survei ekonom telah memperkirakan bahwa Nonfarm Payrolls AS akan mengalami pertumbuhan sebanyak 241.000 pekerjaan, dimana akan melambat dari bulan sebelumnya dengan kenaikan sebanyak 321.000.
Sejalan dengan perkiraan ekonom tersebut yang memperlihatkan melambatnya pertumbuhan lapangan pekerjaan AS, hal ini dapat mendorong yen untuk alami lanjut menguat. Namun sebaliknya, apabila pertumbuhan lapangan pekerjaan AS tumbuh lebih cepat dari sebelumnya, maka yen dapat melemah terhadap greenback.
Yen Terpantau Menguat, Pasar Nantikan Nonfarm
No comments:
Post a Comment