Financeroll – PT Bank DKI dalam waktu dekat bakal menyalurkan dua kredit sindikasi masing-masing sebesar Rp1,1 trilun dan Rp2,3 triliun. Kedua fasilitas kredit itu sejalan dengan rencana bisnis perseroan untuk lebih giat dalam penyaluran kredit sindikasi.
Direktur Korporasi dan Syariah Bank DKI, mengatakan kedua kredit sindikasi itu bakal disalurkan masing-masing kepada perusahaan kelapa sawit di daerah Kalimantan dan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Perjanjian kredit sudah bisa ditandangani minggu depan. Untuk kedua kredit sindikasi ini menggandeng beberapa bank daerah dan bank umum.
Untuk kredit kepada perusahaan kelapa sawit, Bank DKI bekerja sama dengan BPD dan Bank OCBC NISP dengan nilai pembiayaan sebesar Rp1,1 triliun dengan jangka waktu kredit selama 7 tahun. Dalam kredit sindikasi ini Bank DKI bersama OCBC akan menjadi pemimpin sindikasi.
Dijelaskan pinjaman itu akan digunakan kreditur untuk pengembangan lahan dan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit. Penyaluran kredit itu dilakukan dalam dua tahap di mana pada tahap awal sudah disalurkan sebesar Rp325 miliar.
Yang dalam waktu dekat ini sisanya sehingga total kredit untuk perusahaan kelapa sawit itu menjadi Rp1,1 triliun.
Untuk kredit sindikasi kepada PLN, perseroan menggandeng Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Total kredit yang akan disalurkan sebesar Rp2,3 triliun dengan durasi waktu pinjaman selama 10 tahun.
PT Bank DKI Akan Salurkan Dua Kredit Sindikasi Senilai Rp3,4 Triliun
No comments:
Post a Comment