Financeroll – Kinerja maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang terus jeblok mengakibatkan saham dengan kode GIAA itu terus melemah.
Pada perdagangan saham GIAA turun 4,81% atau mencapai 24 poin menjadi Rp475 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham GIAA ditawarkan pada Rp498 dan tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp12,3 triliun.
GIAA belum melakukan efisiensi secara serius sehingga masih menelan kerugian yang cukup besar. Meskipun kerugian dapat ditekan, tetapi dinilai seharusnya GIAA dapat menekan beban secara maksimal.
Manajemen GIAA tidak lagi memiliki alasan sebagai pembenaran membengkaknya kerugian. Pasalnya, dalam 2-3 bulan terakhir terjadi penurunan harga bahan bakar avtur seiring pelemahan harga minyak dunia.
Alasan-alasan Garuda mengenai cost bahan bakar, penumpang yang sedikit, seharusnya tidak ada lagi. Depresiasi rupiah bisa mempengaruhi mereka, tapi yang harus diceritakan adalah efisiensi.
Meski rugi bersih yang terus membengkak sesuai dengan perkirakaan, kinerja GIAA masih akan tertekan hingga akhir tahun akibat belum maksimalnya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan.
Tercatat, kerugian Garuda Indonesia masih terus membengkak hingga kuartal III/2014 mencapai US$219,5 juta atau setara dengan Rp2,63 triliun, melonjak tajam 1.362,62% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu US$15,01 juta.
Kinerja PT Garuda Indonesia Pengaruhi Saham yang Terus Melemah
No comments:
Post a Comment