Financeroll – Emiten operator telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) akan menerbitkan surat utang atau obligasi I tahap I senilai Rp 2,2 triliun dan sukuk ijarah I tahap I senilai Rp 300 miliar. Penerbitan obligasi itu dan sukuk ijarah itu merupakan bagian dari rencana perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan dan profil utang. Demikian disampaikan Presiden Direktur & CEO Indosat Tbk Alexander Rusli, di Jakarta, Kamis (6/11).
Menurut Alexander, perseroan akan melunasi sebagian atau seluruhnya (refinancing) beberapa pinjaman perseroan baik dalam denominasi rupiah atau dolar AS. Selain itu, dana dari hasil dari obligasi itu juga akan digunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan. Dengan perseroan membayar lebih awal maka struktur keuangan perseroan dapat lebih sehat. Perusahaan juga berharap dapat mengurangi utang berdominasi dolar menjadi 400 juta dolar AS dari total saat ini 1 miliar dolar AS.
Sebagai informasi, obligasi Indosat Tbk itu terdiri dari empat seri yakni seri A berjangka waktu tiga tahun dengan suku bunga 9-10 persen, seri B lima tahun (9,45 -10,45 persen), seri C tujuh tahun (9,65-10,65 persen), dan seri D 10 tahun (9,85-10,85 persen per tahun. Sementara itu untuk sukuk ijarah berkelanjutan I tahap I bernilai Rp 300 miliar memiliki jangka waktu dan suku bunga yang sama dengan obligasi. [geng]
Tingkatkan Modal, Indosat Akan terbitkan Obligasi Senilai Rp 2,2 Triliun
No comments:
Post a Comment