Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa (23/12) pagi hingga siang bergerak melemah sebesar 14 poin menjadi Rp 12.455 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.441 per dolar AS. Kurs dolar AS mengalami penguatan di awal sesi Asia sehingga menggerus kinerja rupiah. Dolar AS kembali menguat seiring dengan sebagian investor tetap yakin bahwa Federal Reserve akan mulai menaikan suku bunganya di 2015. Di sisi lain, investor juga masih terlihat waspada mencermati perkembangan ekonomi global terutama dari Amerika Serikat, nanti malam AS akan merilis beberapa data ekonomi diantaranya produk domestik bruto (PDB), dan penjualan rumah.
Selain itu, Data tersebut akan mendapatkan perhatian pelaku pasar keuangan karena dapat turut menentukan seberapa solidnya pemulihan ekonomi AS dalam mempengaruhi ekspektasi pasar atas outlook investasi. Meski rupiah melemah, ia mengemukakan bahwa outlook mata uang rupiah saat ini masih netral dimana mata uang Garuda mungkin akan diperdagangkan di kisaran Rp 12.420-Rp 12.475 per dolar AS untuk hari ini (Selasa, 23/12).
Potensi rupiah untuk kembali berada di area positif cukup terbuka seiring dengan terapresiasinya laju mata uang rubel Rusia setelah Tiongkok menawarkan bantuan dan “currency swaps“. Diharapkan sentimen positif masih berpihak pada nilai tukar rupiah. Diperkirakan mata uang rupiah bergerak di kisaran Rp 12.415-Rp 12.475 per dolar AS. [geng]
Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.455 / USD
No comments:
Post a Comment