Showing posts with label Selasa Siang. Show all posts
Showing posts with label Selasa Siang. Show all posts

Monday, January 12, 2015

Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.600 / USD

Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (13/1) pagi hingga siang bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp 12.600 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.590 per dolar AS.  Kurs Rupiah bergerak melemah namun dengan fluktuasi yang masih stabil seiring dengan faktor internal yang masih cukup mendukung untuk menahan laju dolar AS meningkat lebih tinggi.


Sentimen pembangunan infrastruktur masih cukup kuat menopang rupiah, perbaikan infrastruktur akan membuat perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh meski dibayangi perlambatan ekonomi global.  Di sisi lain,  pemerintah yang akan melakukan harmonisasi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan ditundanya kenaikan tarif listrik menyusul tren pemurunan harga minyak dunia akan menahan laju inflasi domestik.


Meskipun demikian,  diharapkan harmonisasi harga tidak terlalu sering dilakukan karena dapat membuat kebiajakan investasi pelaku pasar kurang menentu.  Tidak ada data ekonomi penting yang diumumkan, dolar AS menguat setelah sebelumnya turun selama beberapa hari.  Meski rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, ke depan ruang penguatan masih ada.  Hari ini pelaku pasar menanti rilis data neraca perdagangan Tiongkok serta kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS). [geng]



Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.600 / USD

Monday, December 22, 2014

Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.455 / USD

Financeroll –  Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa (23/12) pagi hingga siang bergerak melemah sebesar 14 poin menjadi Rp 12.455 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.441 per dolar AS.  Kurs dolar AS mengalami penguatan di awal sesi Asia sehingga menggerus kinerja rupiah. Dolar AS kembali menguat seiring dengan sebagian investor tetap yakin bahwa Federal Reserve akan mulai menaikan suku bunganya di 2015.  Di sisi lain, investor juga masih terlihat waspada mencermati perkembangan ekonomi global terutama dari Amerika Serikat, nanti malam AS akan merilis beberapa data ekonomi diantaranya produk domestik bruto (PDB), dan penjualan rumah.


Selain itu, Data tersebut akan mendapatkan perhatian pelaku pasar keuangan karena dapat turut menentukan seberapa solidnya pemulihan ekonomi AS  dalam mempengaruhi ekspektasi pasar atas outlook investasi.  Meski  rupiah melemah, ia mengemukakan bahwa outlook mata uang rupiah saat ini masih netral dimana mata uang Garuda mungkin akan diperdagangkan di kisaran Rp 12.420-Rp 12.475 per dolar AS untuk hari ini (Selasa, 23/12).


Potensi rupiah untuk kembali berada di area positif cukup terbuka seiring dengan terapresiasinya laju mata uang rubel Rusia setelah Tiongkok menawarkan bantuan dan “currency swaps“.  Diharapkan sentimen positif masih berpihak pada nilai tukar rupiah. Diperkirakan mata uang rupiah bergerak di kisaran Rp 12.415-Rp 12.475 per dolar AS. [geng]



Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.455 / USD

Monday, December 15, 2014

Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.884 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Selasa pagi hngga siang bergerak melemah 171 poin menjadi Rp 12.884 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.713 per dolar AS.   Mata uang rupiah melemah tajam bersama mata uang lain di Asia. Kombinasi antara aksi jual asing di pasar modal, harapan kenaikan suku bunga the Fed serta besarnya kebutuhan dolar AS domestik menjadi penyebab utama pelemahan rupiah.


Kurs  mata uang rupiah masih akan berada dalam tren pelemahan terhadap dolar AS hingga kuartal I 2015, tetapi akan membaik lagi hingga akhir 2015 walaupun dengan potensi akan ada koreksi tajam lagi saat kenaikan suku bunga the Fed yang diperkirakan terjadi di 2015.   Rupiah masih akan berada di dalam tren pelemahan walaupun tekanannya cenderung mulai akan berkurang dibandingkan hari sebelumnya.


Nilai tukar rupiah kembali tertekan cukup dalam di tengah spekulasi aksi jual pada aset-aset di pasar negara-negara berkembang.   Dampak aliran dana keluar mulai dirasakan mata uang Asia, yang mana membuat rupiah ikut melemah. Aliran dana terlihat keluar dari bursa saham dan obligasi di Indonesia menjelang akhir tahun.    Di sisi lain,  ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan melihat tanda-tanda perbaikan ekonomi Amerika Serikat sehingga akan mendorong untuk menaikan suku bunganya.   Suku bunga yang lebih tinggi bisa mendorong arus investasi masuk ke AS, dan itu menguntungkan dolar AS. [geng]



Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.884 / USD

Monday, December 1, 2014

Selasa Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.254 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (2/12) pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp 12.254 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.280 per dolar AS.  Mata uang rupiah berpeluang menguat setelah rilis data ekonomi Indonesia terbilang positif menyusul laporan data perdagangan Indonesia bulan Oktober 2014 yang mencatatkan surplus sebesar 23,2 juta dolar AS.


Meski tidak ada reaksi berlebihan, namun cukup menopang mata uang rupiah terhadap dolar AS.  Inflasi November 2014 yang diumumkan naik ke level 6,23 persen secara tahunan menjadi salah satu penahan laju rupiah bergerak menguat lebih tinggi. Namun, inflasi sudah diprediksi setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.


Saat ini,  pelaku pasar sedang menanti data pengeluaran konstruksi Amerika Serikat yang diperkirakan membaik. Kondisi itu juga dapat menahan laju mata uang rupiah untuk bergerak lebih tinggi.  Laju mata uang rupiah masih bergerak stabil seiring dengan data ekonomi Indonesia yang tidak terlalu buruk, meski mencatatkan inflasi namun itu sudah diprediksi.  Diharapkan Bank Indonesia  (BI) menjaga laju rupiah agar tetap stabil terhadap dolar AS di tengah ekspektasi membaiknya ekonomi Amerika serikat.  [geng]



Selasa Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.254 / USD

Monday, October 20, 2014

Selasa Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp  11.994 / USD

Financeroll – Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 31 poin menjadi Rp 11.994 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.025 per dolar AS.  Sentimen dari eforia pemerintahan baru kembali menopang mata uang rupiah untuk melanjutkan penguatan berada di bawah level Rp 12.000 per dolar AS.


Pada pemerintahan baru ini, investor mengharapkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dapat terus berlanjut sehingga dapat memberikan efek positif  bagi pertumbuhan sektor lain.  Berkembangnya infrastruktur akan mendorong investasi tumbuh di dalam negeri sehingga perekonomian domestik akan terdorong.


Di sisi lain,   masih adanya spekulasi perlambatan pertumbuhan global akan membuat bank sentral AS (the Fed) untuk menunda waktu kenaikan suku bunganya masih membebani laju dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia.


Selain tu,  eforia dari situasi domestik masih menopang mata uang rupiah terhadap dolar AS meski dibayangi proyeksi negatif dari produk domestik bruto (PDB) Tiongkok yang melambat.  Data PDB Tiongkok bisa menghadirkan tekanan pelemahan terhadap seluruh mata uang di Asia, termasuk rupiah.  Pengumuman susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla juga masih ditunggu oleh investor. [geng]



Selasa Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp  11.994 / USD