Financeroll - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (13/1) pagi hingga siang bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp 12.600 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.590 per dolar AS. Kurs Rupiah bergerak melemah namun dengan fluktuasi yang masih stabil seiring dengan faktor internal yang masih cukup mendukung untuk menahan laju dolar AS meningkat lebih tinggi.
Sentimen pembangunan infrastruktur masih cukup kuat menopang rupiah, perbaikan infrastruktur akan membuat perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh meski dibayangi perlambatan ekonomi global. Di sisi lain, pemerintah yang akan melakukan harmonisasi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan ditundanya kenaikan tarif listrik menyusul tren pemurunan harga minyak dunia akan menahan laju inflasi domestik.
Meskipun demikian, diharapkan harmonisasi harga tidak terlalu sering dilakukan karena dapat membuat kebiajakan investasi pelaku pasar kurang menentu. Tidak ada data ekonomi penting yang diumumkan, dolar AS menguat setelah sebelumnya turun selama beberapa hari. Meski rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, ke depan ruang penguatan masih ada. Hari ini pelaku pasar menanti rilis data neraca perdagangan Tiongkok serta kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS). [geng]
Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.600 / USD
No comments:
Post a Comment