Showing posts with label Asia Development Bank. Show all posts
Showing posts with label Asia Development Bank. Show all posts

Saturday, December 6, 2014

Asia Infrastucture Investment Bank Bukan Saingan ADB

Financeroll – Bank Pembangunan Asia tidak memandang Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang digagas oleh Tiongkok sebagai kompetitor di bidang pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Asia yang diestimasi membutuhkan investasi hingga US$8 triliun hingga 2020.


Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Pasifik Stephen P. Groff menuturkan kebutuhan investasi di kawasan Asia sangat besar. Kebutuhan pembiayaan tersebut membuka ruang beroperasinya berbagai institusi kerjasama internasional.


Itu bukan kompetitor ADB sama sekali. Berdasarkan estimasi ADB, kebutuhan investasi di kawasan Asia mencapai US$8 triliun hingga 2020.


Sangat paham alasan pendirian bank ini adalah besarnya kebutuhan investasi di Asia, dengan estimasi kebutuhannya sekitar US$8 triliun dari sekarang sampai 2020.


Kendati Indonesia bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan internasional, pentingnya menjamin sumber pembiayaan dan proyek-proyek bergulir dengan akuntabel. Selain itu, juga menjamin keamanan lingkungan, perlindungan sosial, dan proses lelang proyek.


Sangat kritikal untuk diperhatikan bahwa investasi yang digulirkan oleh lembaga keuangan internasional harus sustainable dalam jangka panjang dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat luas.


Akan diusahakan untuk memperbaiki mekanisme kerjasama dengan Indonesia supaya proses dan proyek bergulir lebih efisien dan efektif.


Tentu saja area procurement dan beberapa area lain yang dapat diefisienkan lagi. Ini sedang dipertimbangkan dan diskusikan.



Asia Infrastucture Investment Bank Bukan Saingan ADB

Bank Pembangunan Asia Akan Terus Kerjasama Membiayai Proyek Pemerintah

Financeroll – Bank Pembangunan Asia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerjasama pembiayaan sejumlah proyek pembangunan yang dirancang pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Pasifik Stephen P. Groff menuturkan sangat banyak peluang pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia dalam 5 tahun ke depan.


Saat ini, sangat banyak peluang di Indonesia. ADB akan mendukung pemerintah mencapai peningkatan investasi di berbagai area, seperti infrastruktur, keamanan dan ketahanan pangan, juga sektor transportasi dan logistik.


Saat ini ADB tengah merevisi dokumen kerjasama dengan Indonesia guna menyesuaikan dengan arah pembangunan yang disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. RPJMN yang disusun Bappenas tersebut akan diluncurkan pada Januari 2015.


Itu akan menyediakan kesempatan yang baik untuk memikirkan area yang paling sesuai untuk ADB beri dukungan pembiayaan di Indonesia dan bagaimana bisa membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia mencapai target-target pembangunan.


Lembaga Keuangan Multilateral ini memastikan akan terus menggulirkan pinjaman bunga lunak kepada Indonesia melalui berbagai mekanisme, fasilitas, dan instrumen pembiayaan.


Sejak 1966-2013, ADB tercatat telah menggulirkan pembiayaan senilai total US$29,48 miliar. Dalam periode tersebut, proyek yang paling banyak dibiayai ADB adalah proyek pertanian dan sumber daya alam US$4,09 miliar, manajemen sektor publik US$5,32 miliar, dan energi US$4,35 miliar.



Bank Pembangunan Asia Akan Terus Kerjasama Membiayai Proyek Pemerintah