Showing posts with label Berita Batubara. Show all posts
Showing posts with label Berita Batubara. Show all posts

Monday, December 22, 2014

Harga Batubara Anjlok, Dolar Mengimbangi

Financeroll – Eksportir batubara terbesar di dunia telah terlindung dari penurunan harga ke posisi terendah lima tahun di saat penguatan dolar telah mendorong pendapatan dalam mata uang lokal.


Chart of the Day menunjukkan penurunan kontrak batubara yang dihargakan dalam dolar dari lima eksportir terbesar di dunia dari tanggal 5 September sampai 12 Desember.


Pasokan batubara Seaborne melebihi permintaan tahun ini untuk pertama kalinya sejak tahun 2010 dan surplus akan lebih dari tiga kali lipat pada 2015. Pertumbuhan permintaan global akan melambat melalui tahun 2019.


Harga batubara Australia di Newcastle telah jatuh 26% tahun ini menjadi $ 62,75 per metrik ton. Harga tersebut turun ke $ 61,80 pada 12 Desember dan merupakan terendah sejak April 2009.



Harga Batubara Anjlok, Dolar Mengimbangi

Friday, December 12, 2014

Modi Berencana Mengakhiri Monopoli Batubara

Financeroll – Usulan Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk mengakhiri monopoli negara pada pertambangan dan penjualan batubara disahkan oleh majelis parlemen.


Lok Sabha menyetujui RUU yang memberikan kewenangan pemerintah untuk memungkinkan produsen swasta, termasuk unit lokal dari perusahaan di luar negeri, untuk menambang dan menjual batu bara di India.


Produsen swasta dapat memanfaatkan cadangan batubara  dan membantu Modi memenuhi janji pemilihannya untuk menyediakan listrik di setiap wilayah India. Coal India Ltd (COAL), yang menghasilkan 80% batu bara di negara ini, telah berjuang untuk memenuhi permintaan dari pembangkit listrik, pabrik baja, dan pabrik semen.


Batubara meningkat sekitar 60% dari kapasitas jenis pembangkit tenaga lain di India dan akan terus menjadi andalan kebutuhan energi di India.



Modi Berencana Mengakhiri Monopoli Batubara

Wednesday, December 10, 2014

Tambang Batubara di India Menganggur

Financeroll – Ekspor bijih besi dari India telah dihentikan disebabkan kemerosotan harga global dan peningkatan biaya royalti untuk pengiriman tidak lagi dapat dipertahankan bagi penambang untuk memerangi pajak yang tinggi.


Negara pengekspor bijih besi terbesar ketiga di dunia sampai tiga tahun lalu tidak menjual satu gram-pun bijih besi di luar negeri pada bulan Oktober dan November.


Bahkan saat harga patokan global turun sekitar 49% pada bulan Agustus tahun ini, India meningkatkan royalti penambang sebesar 15% dari hasil penjualan 10%. Sementara penambang masih bisa menanggung pajak ketika harga berkisar $ 135 per metrik ton sampai tahun lalu, retribusi menjadi dapat diatasi karena harga mengalami penurunan hampir setengah.


Lebih dari tiga perempat tambang bijih besi India menganggur. Dari 776 tambang yang ada 590 ditutup. Semua 330 tambang di wilayah Goa ditutup, sementara 112 tambang di Odisha dari total 143, tidak lagi beroperasi.



Tambang Batubara di India Menganggur

Wednesday, December 3, 2014

Cliffs Menjual Pertambangan Batubara di Virginia Barat

Financeroll – Cliffs Natural Resources Inc setuju untuk menjual bagian dari divisi batubaranya sebesar $ 175 juta, tunai.


Coronado Coal II LLC akan membeli aset Cliffs di Logan County, Virginia Barat, yang meliputi tiga tambang dimana ketiganya memproduksi batubara metalurgi untuk pembuatan baja.


Saham Cliffs naik 5,4% menjadi $ 8,60 di New York. Walau mereka telah turun 67% tahun ini.



Cliffs Menjual Pertambangan Batubara di Virginia Barat