Showing posts with label Kedelai. Show all posts
Showing posts with label Kedelai. Show all posts

Wednesday, December 24, 2014

Kedelai Berjangka Kembali Tersungkur

Financeroll – Kedelai berjangka di Chicago Board of Trade terpantau turun, begitupun dengan minyak kedelai berjangka dan makanan olahan kedelai berjangka yang membukukan penurunan.


Kedelai berjangka untuk pengiriman Maret jatuh 0.53 persen atau 5.50 basis point dan berada pada kisaran 1,040.25 USD/bu. Makanan olahan kedelai berjangka untuk pengiriman Maret juga terpantau turun 0.42 persen atau 1.50 basis point dan bertengger di level 356.80 USD/st. Sementara itu, minyak kedelai berjangka untuk pengiriman Maret turun 0.40 persen atau 0.13 basis point dan stand by pada posisi 32.23 USD/lb



Kedelai Berjangka Kembali Tersungkur

Tuesday, December 9, 2014

Kedelai Semakin Berjaya

Financeroll – Harga kedelai, minyak kedelai, dan makanan olahan dari kedelai berjangka terpantau membukukan kenaikan pada sesi perdagangan siang ini. Karena semakin membaiknya permintaan global dan agak meredanya rumor soal ketidakpastian cuaca di wilayah Amerika.


Harga kedelai berjangka untuk pengiriman 15 Januari naik 9.25 basis point atau 0.88% dan bertengger pada level 1,057.75 USD/bu. Sementara itu, minyak kedelai berjangka naik 0.17 basis point atau 0.53% dan berada pada harga 32.16 USD/lb. Dan makanan olahan dari kedelai berjangka naik 2.80 basis point atau 0.75% dan berada pada level 378.10 USD/st.



Kedelai Semakin Berjaya

Sunday, November 30, 2014

Produksi Susu Menurun saat Harga Jagung Naik

Financeroll – Perusahaan susu dan para pecinta kue memasuki situasi sulit.


Yen yang melemah membuatnya lebih mahal bagi para petani untuk mengimport jagung AS.


Jepang mengimpor 14,4 juta ton jagung pada tahun 2013, dengan sekitar 70% menjadi pakan ayam, babi, dan sapi. Pakan senyawa yang terbuat dari jagung, kedelai, dan biji-bijian lainnya naik ke 68.661 yen ($ 675) per ton pada bulan Juli dan menjadi yang tertinggi sejak tahun 1981.


Dengan naiknya harga biji-bijian tersebut, perusahaan susu dan kue mengalami situasi sulit dimana mereka harus menaikkan harga susu dan kue sementara permintaan terhadap produk tersebut terus meningkat.



Produksi Susu Menurun saat Harga Jagung Naik

Thursday, November 27, 2014

Kedelai Turun Tipis

Financeroll – Harga Kedelai berjangka terlihat mengalami sedikit penurunan, berjuang untuk mempertahankan kenaikan malam kemaren. Kedelai Berjangka Januari rally dari posisi terendah tadi malam setelah di awal perdagangan Eropa sempat mencapai harga tertinggi hari selasa lalu.


Penurunan ini terjadi karena hujan selama 24 jam yang terkonsentrasi di wilayah Brasil selatan tapi sisa wilayah lainya  terlihat memiliki prospek baik untuk minggu depan karena mempunyai tingkat kelembabanya terkendali. Hujan ringan juga terjadi di wilayah Argentina yang bisa mengurangi kekhawatiran banjir dan berkemungkinan untuk memaksa petani di sana mengalihkan jenis tanaman dari jagung ke kedelai.


Laporan awal dari CBOT menunjukkan, volume perdagangan kedelai berjangka harian naik 18% menjadi 171.202, sementara bunga dana pembelian yang terkategori aktif meningkat 6, 030. Volume perdagangan kedelai berjenis opsi jatuh 22% menjadi 42.880.


Untuk sore ini, harga kedelai berjangka terpantau bertengger di level 1,047.00, turun 4.00 basis point atau 0.38%



Kedelai Turun Tipis

Monday, November 24, 2014

Harga Kedelai Berjangka Tertekan

Financeroll – Perdagangan kedelai berjangka untuk pengiriman januari 2015 telah mengalami penurunan sebesar 0.66% dan harga berada pada level 1,031.50 karena musim hujan yang terjadi di wilayah Amerika Selatan dan diperkirakan akan meningkatkan ancaman percepatan panen.


Kontrak untuk pengiriman Januari turun sebanyak 0,9 persen menjadi $ 10,30 per bushel di Chicago Board of Trade dan berada di level $ 10,3175 pada perdagangan Singapura. Harga naik 1,6 persen pekan lalu untuk memangkas kerugian bulan ini.


Hujan lebat dan merata pada akhir pekan dan minggu ini secara signifikan akan meningkatkan kelembaban tanah di Goias, Minas Gerais, Sao Paulo dan Parana di Brazil, sebagaimana disampaikan MDA Layanan Cuaca. Sementara itu, beberapa daerah mengalami peningkatan kelembaban di dalam negeri yang juga tidak bisa dikesampingkan, hujan sebagian besar akan membantu percepatan pengembangan tanaman musim semi, demikian disampaikan oleh divisi Komoditi Cuaca Group LLC. Brasil adalah produsen kedelai terbesar kedua di dunia, menurut data dari Departemen Pertanian Amerika.



Harga Kedelai Berjangka Tertekan