Showing posts with label Ore. Show all posts
Showing posts with label Ore. Show all posts

Monday, December 22, 2014

Australia Prediksi Kejatuhan Harga Bijih Besi global

Financeroll – Australia telah menurunkan estimasi harga bijih besi untuk tahun depan sebesar 33 persen karena lonjakan output untuk eksportir top dunia melebihi pertumbuhan permintaan Cina yang bisa berakibat penumpukan stok global.


Harga rata-rata tahun depan diprediksi akan berkisar $ 63 per metrik ton, menurut Departemen Perindustrian  hari ini. Jauh dibawah perkiraan harga  $ 94 per ton yang disampaikan pada bulan September lalu  oleh Biro Sumber Daya dan Ekonomi Energi, yang sekarang merupakan bagian dari departemen perindustrian . Komoditas akan dikontrol  pada harga  rata-rata sekitar $ 88 tahun ini, demikian laporan kuartalan hari ini dari departemen perindustrian.


Bijih besi jatuh 49 persen tahun ini karena penambang, termasuk Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd (BHP) meningkatkan produksi di Australia yang  mendorong pasar ke level kelebihan pasokan. Harga bisa turun menjadi kurang dari $ 60 pada tahun depan karena peningkatan output melebar sementara pertumbuhan permintaan Tiongkok malah berkurang, kata Roubini Global Economics LLC. Di Australia bulan ini diprediksi komoditas akan diperdagangkan pada kisaran  $ 60 selama dua tahun ke depan.


“The kelebihan pasokan pasar saat ini diharapkan bisa berakhir  awal 2015 sebagai respon terhadap penurunan siklus yang sedang berlangsung di sektor perumahan Tiongkok,” kata laporan itu.



Australia Prediksi Kejatuhan Harga Bijih Besi global

Thursday, December 18, 2014

Bijih Besi Kembali Terpeleset

Financeroll – Harga bijih besi dan biaya pengiriman terpeleset ke tingkat terendah dalam lima tahun  terakhir di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan di Tiongkok yang mengakibatkan  melemahnya permintaan untuk kargo dank arena perusahaan pertambangan terbesar di dunia menekan pangsa pasar dengan terus meningkatkan output bijih besi.


Pengakapalan komoditas untuk  pembuatan baja dari kapal Capesize ke Qingdao, Tiongkok dari Tubarao, Brasil turun 4,9 persen menjadi $ 11,86 per ton saat ini,  tergolong yang terendah sejak 8 Januari 2009, demikian data dari Baltic Exchange di London menunjukkan hari ini. Harga bijih besi yang dikirim ke Qingdao jatuh ke level $ 68,05 per ton kemarin, terendah sejak 3 Juni 2009, data menurut Logam Buletin Ltd


Pertumbuhan ekonomi di negara produsen baja terbesar itu diperkirakan akan melambat menjadi  7 persen tahun depan, terendah dalam seperempat abad,  menurut perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg, dan data dari bea cukai Tiongkok bulan ini menunjukkan penurunan impor bijih besi pada bulan November. Harga bahan baku bisa menurun hingga kurang dari $ 60 pada tahun depan



Bijih Besi Kembali Terpeleset

Wednesday, December 17, 2014

Daya Serap Tiongkok Turun, Bijih Besi Menukik

Financeroll – Bijih besi dan biaya pengirimannya jatuh ke level terendah dalam lima tahun di tengah penguatan sinyal perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan berlimpahnya stok komoditi yang menguras harga perdagangan untuk stok komoditas yang masih berlayar di tengah laut.


Tiongkok mengimpor 67.400.000 ton bijih besi pada bulan November, turun 15 persen dari bulan Oktober, demikian menurut data bea cukai. Ini adalah penurunan pertama impor bijih besi Tiongkok sejak tahun 1998.


Pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat menjadi 7 persen tahun depan dari 7,4 persen pada tahun 2014, menurut perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg baru-baru ini. Harga Pengapalan komoditas bijih besi ke Qingdao, Tiongkok, dari Tubarao, Brasil, turun 4,4 persen menjadi $ 12,47 per ton pada sesi perdagangan kemarin, terendah sejak 9 Januari 2009, demikian data dari Baltic Exchange di London menunjukan. Pengiriman negara-negara Amerika Latin turun 18 persen pada November menjadi 26 juta ton, terendah sejak 2010, menurut data pemerintah


Brasil merupakan eksportir terbesar kedua bijih besi di dunia setelah Australia. Harga Kargo tersebut memiliki dampak yang lebih besar pada harga barang, karena negara ini tiga kali lebih jauh ke Tiongkok daripada jarak Australia ke Tiongkok. Dibutuhkan 35 hari untuk kapal bijih besi dari Brasil ke Tiongkok, menurut Axsmarine.com.

Harga Bijih besi yang dikirim ke Tiongkok turun 0,8 persen menjadi $ 68,05 per ton kemarin, terendah sejak 3 Juni 2009, menurut data Bulletin Logam.


Baltic Dry Index, yang mengukur biaya pengiriman untuk barang-barang kering mengalami penurunan terpanjang dalam 18 bulan kemarin, jatuh menjadi 1,3 persen atau 827 poin pada sesi perdagangan Baltik Exchange.



Daya Serap Tiongkok Turun, Bijih Besi Menukik

Monday, December 15, 2014

Bijih Besi Diperkirakan Akan Terus Turun

Financeroll – Morgan Stanley menurunkan perkiraan harga bijih besi untuk dua tahun ke depan karena perkiraan penurunan pasokan dari Australia akibat penutupan tambang-tambang yang dinilai berbiaya tinggi. Hal ini memberi sinyal penurunan pasokan bahan pembuatan baja ke titik terendah dalam lima tahun.


Harga rata-rata bijih besi diperkirakan menjadi $ 79 per ton pada tahun 2015, turun 9 persen dari perkiraan sebelumnya, demikian kata analis Tom Price dan Joel Derek dalam laporannya hari ini. Bank-bank menurunkan perkiraannya untuk tahun 2016 sebesar 14 persen menjadi $ 75 per ton, kata mereka.


Produsen terbesar, termasuk BHP Billiton Ltd (BHP), Rio Tinto Group dan Vale SA telah menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan produksi, mendorong pasar ke titik over supply dan memacu penurunan 49 persen pada harga tahun ini. Masuk akal bagi pemasok murah untuk terus menebar harapan bahwa tambang yang kurang kompetitif akan ditutup, demikian menurut Roubini Global Economics LLC. Di pasar Australia pekan ini, diprediksi harga komoditas bijih besi akan diperdagangkan pada kisaran harga $ 60 dan diprediksi akan bertahan untuk dua tahun ke depan.


“dengan didorong oleh Australia pada tahun 2014, lonjakan pasokan dengan harga yang relatif murah akan terus secara dramatis mengubah karakter industri dari sisi penawaran,” tulis analis Morgan Stanley. “Banyak operasi pertambangan yang muncul selama dekade terakhir bersifat “unviable” jika dibanding dengan harga saat ini. Yang paling terkena diantaranya adalah industry bijih besi kelas rendah di provinsi Hebei, China timur laut, dan tambang-tambang skala kecil kecil wilayah Australia dan Brazil. ”


Harga Bijih kering dengan kadar 62 persen kandungan besi untuk pengiriman ke Qingdao, China, naik 0,1 persen menjadi $ 69,06 metrik ton, menurut data yang dikumpulkan oleh Buletin Logam Ltd. Harga merosot, terendah sejak Juni 2009. Bahan baku diperkirakan turun menjadi kurang dari $ 60 pada tahun depan, demikian Citigroup Inc memperkirakan.



Bijih Besi Diperkirakan Akan Terus Turun