Showing posts with label restrukturisasi utang. Show all posts
Showing posts with label restrukturisasi utang. Show all posts

Saturday, January 10, 2015

Pengalihan Saham Bumi Resources Masih Terhambat Sidang Restrukturisasi Utang di Singapura

Financeroll – Pengalihan kepemilikan saham PT Bumi Resources Tbk di PT Bumi Resources Mineral Tbk masih tertunda lantaran belum ada putusan dari Pengadilan Singapura terkait restrukturisasi utang anak usahanya.


Anak usaha itu adalah Bumi Capital Pte Ltd, Bumi Investment Pte Ltd, dan Enercorp Resources Pte Ltd. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources (BUMI) Dileep Srivastava menuturkan pihaknya masih belum bisa melakukan transaksi pengalihan saham kepada China Investment Corporation (CIC).


Alasannya, Pengadilan Singapura telah menetapkan moratorium yang melarang BUMI memindahkan aset ataupun bertransaksi sendiri-sendiri dengan individu tertentu hingga mendapat persetujuan dari mayoritas kreditur.


Dengan adanya proses Pengadilan Singapura, perseroan harus memperlakukan semua kreditur secara adil. Perseroan akan menunggu hasil proses di pengadilan sebelum melakukan transfer saham BRMS kepada CIC.


BUMI menguasai 87,09% saham BRMS. Adapun saham yang akan dialihkan sebanyak 42%, yang nilainya setara dengan US$275 juta.


Sebelumnya, BUMI telah mengalihkan 19% sahamnya di PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang nilainya mencapai US$950 juta, kepada CIC. Perusahaan yang bergerak di pertambangan batu bara itu memiliki kewajiban sebesar US$1,98 miliar kepada CIC.



Pengalihan Saham Bumi Resources Masih Terhambat Sidang Restrukturisasi Utang di Singapura

Friday, January 9, 2015

Pengalihan Saham PT Bumi Resources Tertunda Hingga Ada Putusan Pengadilan Singapura

Financeroll – Pengalihan kepemilikan saham PT Bumi Resources Tbk di PT Bumi Resources Mineral Tbk masih tertunda lantaran belum ada putusan dari Pengadilan Singapura terkait restrukturisasi utang anak usahanya.


Anak usaha itu adalah Bumi Capital Pte Ltd, Bumi Investment Pte Ltd, dan Enercorp Resources Pte Ltd. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources (BUMI) Dileep Srivastava menuturkan pihaknya masih belum bisa melakukan transaksi pengalihan saham kepada China Investment Corporation (CIC).


Alasannya Pengadilan Singapura telah menetapkan moratorium yang melarang BUMI memindahkan aset ataupun bertransaksi sendiri-sendiri dengan individu tertentu hingga mendapat persetujuan dari mayoritas kreditur.


Dengan adanya proses Pengadilan Singapura, perseroan harus memperlakukan semua kreditur secara adil. Perseroan akan menunggu hasil proses di pengadilan sebelum melakukan transfer saham BRMS kepada CIC.


BUMI menguasai 87,09% saham BRMS. Adapun saham yang akan dialihkan sebanyak 42%, yang nilainya setara dengan US$275 juta.


Sebelumnya, BUMI telah mengalihkan 19% sahamnya di PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang nilainya mencapai US$950 juta, kepada CIC. Perusahaan yang bergerak di pertambangan batu bara itu memiliki kewajiban sebesar US$1,98 miliar kepada CIC.



Pengalihan Saham PT Bumi Resources Tertunda Hingga Ada Putusan Pengadilan Singapura

Thursday, December 4, 2014

PT Bumi Resources Akan Merestrukturisasi Utang Perseroan

Financeroll – PT Bumi Resources Tbk. akan mengkaji semua opsi yang bisa diambil untuk merestrukturisasi utang perseroan pasca mendapat penundaan kewajiban pembayaran utang atau moratorium yang diajukan tiga anak perusahaannya di Singapura.


Direktur Bumi Resources Adrew Christopher Beckham mengatakan perseroan akan melakukan pembicaraan dengan seluruh pemberi pinjaman selama masa moratorium yang ditetapkan selama enam bulan ke depan.


Semua opsi yang bisa diambil akan dikaji terlebih dahulu dengan semua pihak karena dalam moratorium ini semua pemberi pinjaman harus diperlakukan secara adil.


Sebelumnya, tiga anak usaha perseroan di Singapura, Bumi Capital Pte. Ltd, Bumi Investment Pte. Ltd, dan Encoral Resources Pte. Ltd, mengajukan moratorium pada 24 November 2014 atas surat berharga bergaransi senior dan obligasi konversi bergaransi dengan total US$1,37 miliar.


Dengan begitu, selama enam bulan, perseroan akan terbebas dari kejaran utang. Padahal, sebelumnya mereka harus segera membayar bunga obligasi yang dikeluarkan Bumi Investment Pte. Ltd. yang bernilai US$700 juta dengan kupon 10,75%.



PT Bumi Resources Akan Merestrukturisasi Utang Perseroan