Monday, November 10, 2014

Tingkat Kemiskinan Indonesia Akan Turun di Bawah 10%

Financeroll – Tingkat kemiskinan Indonesia ditargetkan turun ke level di bawah 10% seiring bergulirnya beragam program peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.


Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto mengatakan hingga Maret 2014, tingkat kemiskinan nasional mencapai 11,25%.


Optimistis, angka tersebut melorot seiring bergulirnya bantuan sosial yang tepat sasaran.


Mudah-mudahan bisa turun ke kisaran 9%-10%, karena program-program yang saat ini diluncurkan langsung menyentuh masyarakat miskin lapisan bawah.


Empat program peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu yang baru saja diluncurkan Presiden Joko Widodo, yakni Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera yang menggantikan Kartu Perlindungan Sosial.


Bambang menuturkan pada tahap awal pemerintah menyalurkan 157.943 KIP kepada anak usia sekolah. KIP tersebut memfasilitasi bantuan dana pendidikan Rp1 juta/anak/tahun.


KIS akan dibagikan kepada 4.451.508 orang dari keluarga tidak mampu.


KIS berfungsi sebagai kartu jaminan kesehatan untuk memastikan pelayanan preventif dan kuratif secara gratis.


KIS juga mencakup penyandang masalah kesejahteraan yang mencapai 1,7 juta orang.


PSKS itu bantuan tunai Rp200.000 per bulan yang disalurkan dalam bentuk simpanan giropos dan rekening ponsel.


Penggunaan Layanan Keuangan Digital (LKD) untuk penyaluran bantuan sosial telah diuji coba kepada 1.600 rumah tangga penerima Program Keluarga Harapan di empat provinsi.


Dalam APBN-P 2014, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan nasional berada pada kisaran 9%-10,5% dari total populasi.



Tingkat Kemiskinan Indonesia Akan Turun di Bawah 10%

No comments:

Post a Comment