Friday, December 5, 2014

Akhir Pekan, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan akhir pekan (5/12) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah lima poin menjadi Rp 12.295 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.290 per dolar AS.  Kurs nilai tukar rupiah masih berada di area negatif, namun fluktuasinya cukup stabil diperkirakan ada intervensi dari Bank Indonesia (BI).  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat  10 poin menutup perdagangan akhir pekan. Indeks belum kuat bertahan di level 5.200 gara-gara aksi ambil untung.  Indeks belum masuk teritori negatif sejak pembukaan perdagangan.


Nilai tukar rupiah berpotensi mengalami pelemahan kembali seiring dengan menurunnya cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2014 menjadi 111,1 miliar dolar AS, atau turun sekitar 900 juta dolar AS dari posisi akhir Oktober 2014 yang sebesar 112 miliar dolar AS.  Sentimen saat ini belum ada yang cukup mendukung bagi penguatan mata uang rupiah.  Investor juga terlihat waspada menanti data non-farm payroll AS (jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja) yang dapat memberikan petunjuk tambahan atas kondisi perekonomian konsumen minyak terbesar di dunia itu.  Jika data itu menegaskan perbaikan kondisi tenaga kerja AS maka dapat menimbulkan asumsi mendorong Federal Reserve untuk lebih cepat menaikan suku bunga di 2015.


Di sisi lain, outlook kebijakan the Fed itu akan menentukan pergerakan dolar AS sehingga akan turut mempengaruhi pergerakan rupiah.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat (5/12) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.296 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.318 per dolar AS. [geng]


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 9,562 poin (0,18%) ke level 5.186,722. Sayangnya laju IHSG harus melambat akibat aksi ambil untung.  Laju penguatan Indeks mulai melambat setelah mencapai titik tertingginya di 5.206. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang sudah naik tinggi.  Pada akhir  perdagangan IHSG ditutup tumbuh 10,834 poin (0,21%) ke level 5.187,994. Sementara Indeks LQ45 naik 1,595 poin (0,18%) ke level 893,777.  Untungnya, aksi jual ini tidak sampai membuat IHSG jatuh ke zona merah. Aksi ini terjadi di saham-saham tambang, konsumer, dan konstruksi.


Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 737,081 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 215.861 kali dengan volume 6,032 miliar lembar saham senilai Rp 4,830 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 152 turun, dan 95 saham stagnan.


Beberapa bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak menguat. Bursa saham Tiongkok memimpin penguatan.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik 33,24 poin (0,19%) ke level 17.920,45, Indeks Hang Seng menguat 170,08 poin (0,71%) ke level 24.002,64, Indeks Komposit Shanghai melonjak 38,19 poin (1,32%) ke level 2.937,65, dan  Indeks Straits Times bertambah 13,91 poin (0,42%) ke level 3.318,73. [geng]



Akhir Pekan, Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

No comments:

Post a Comment