Showing posts with label Industri Telekomunikasi. Show all posts
Showing posts with label Industri Telekomunikasi. Show all posts

Friday, January 9, 2015

PT XL Axiata Akan Fokus Menggunakan Sistem 360 Degree

Financeroll – PT XL Axiata Tbk. (XL) akan fokus melakukan langkah perubahan dan strategi pengembangan usaha, khususnya di area North dengan menggunakan sistem 360 degree mulai tahun ini.


Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan mulai tahun ini dan kedepannya, pihaknya akan menggunakan sistem 360 degree untuk melihat secara lebih mikro semua area yang memiliki potensi.


Misalnya melihat pertumbuhan pasarnya, demand-nya cukup besar atau tidak, kemudian kemampuan infrastrukturnya bagaimana. Nah, dari situ baru dilihat berapa besar kebutuhan investasi untuk masing-masing area.


Sebelumnya, Vice President XL North Region Francky Rinaldo Pakpahan mengatakan tahun ini perseroan akan meningkatkan lebih dari 50% nilai investasinya di area North, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya seiring pencapaian kinerja yang cukup baik pada 2014.


Meski begitu, belum bisa disebutkan berapa total jumlah revenue atau pendapatan yang diperoleh perusahaannya di tahun lalu dan berapa nilai investasi yang bakal dikucurkan untuk area North di 2015 ini.


Tahun lalu revenue tercapai 100%. Melihat pencapaian tersebut, maka tahun ini manajemen akan memberikan investasi yang cukup besar untuk North Region. Adapun, target tahun ini 1 : 1, yaitu di mana ada BTS 2G di situ juga akan ada 3G.


Sementara itu, GM Finance & Managements Service XL North Region Mozes Haryanto Baottong mengungkapkan, saat ini pihaknya memiliki total 3.600 Base Transceiver Station (BTS) yang eksisting di area North yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.


Dari total jumlah tersebut, sekitar 30% adalah BTS 3G dan sisanya 2G. Dengan merencanakan pada semester I/2015 sudah bisa menggelar 4G-LTE, khususnya di area-area yang telah memiliki jangkauan 3G atau fokus pada titik-titik tertentu, utamanya di Kota Makassar dan Banjarmasin.


Juga menambahkan bahwa investasi yang bakal dikucurkan perusahaannya di tahun ini akan difokuskan untuk penambahan beberapa BTS, guna memperkuat layanan di area North.


Namun belum bisa disebutkan berapa total BTS yang akan dibangun pada tahun ini, termasuk jumlah BTS 4G-LTE.

Untuk 4G-LTE masih harus melihat pasar atau pengguna 4G terlebih dahulu. Berapa banyak pengguna 4G, khususnya di Makassar dan Banjarmasin, dari situ baru kami bisa tentukan berapa BTS yang akan dibangun.



PT XL Axiata Akan Fokus Menggunakan Sistem 360 Degree

Sunday, January 4, 2015

PT Indosat Akan Naikkan Tarif

Financeroll – Operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) tahun ini akan mengerek tarif layanan seluler, menyusul pernyataan mempersilakan penaikan tarif di era 4G-LTE, oleh Menkominfo Rudiantara.


Alexander Rusli, Presiden Direktur sekaligus Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan perseroan telah menaikkan tarif seluler sejak kuartal III/2014. Akan terus menaikkan tarif sedikit demi sedikit, hingga mencapai titik ekonomis.


Namun demikian belum dapat dikonfirmasikan kepastian waktu maupun persentase penaikan tarif seluler pada 2015. Semua keputusan mempertimbangkan kondisi pasar serta kompetisi bisnis. Dijelaskan tarif layanan seluler di Indonesia tergolong rendah. Tarif layanan data per kilobyte di Indonesia paling rendah di dunia, malah lebih rendah dari India.


Berdasarkan data CreditSuisse per September 2014, laba terkonsolidasi operator dalam negeri Indonesia hanya bertumbuh 2,7% per tahun (YoY). Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan India yang tumbuh 56,2% atau bahkan Thailand 8,3%. Meski demikian angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan Korea yang mengalami penurunan profit terkonsolidasi para operator dalam negerinya, yakni mencapai -133,1%. Sementara Singapore juga menurun 7,6% YoY.



PT Indosat Akan Naikkan Tarif

Friday, January 2, 2015

Spartan Nama Baru Dari Internte Explorer

Financeroll – Sistem operasi terbaru milik Microsoft, Windows 10, dikabarkan akan menjadi panggung debut sebuah aplikasi perambah Internet terbaru untuk pengganti Internet Explorer dengan kode nama Spartan.


Perambah ini berbasiskan Internet Explorer, perambah Micrososoft yang penggunaannya jauh menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Foley, aplikasi perambah itu akan “berbobot ringan” yang terlihat dan terasa lebih seperti perambah Google Chrome atau Mozilla Firefox, meski mengindikasikan Spartan bakal ditawarkan bersama Internet Explorer saat peluncuran Windows 10 tahun ini.


Menyusul dominasi Firefox dan Chrome di pasar perambah desktop dan Apple Safari, Chrome dan Google Android merajai pasar mobile, Internet Explorer tak lagi memiliki kekuatan yang dulu pernah ada. Internet Explorer pernah mendominasi lebih dari 90 persen traffic web di perangkat desktop dan laptop, namun menurut riset Net Applications, kini hanya memiliki pangsa pasar sebanyak 58 persen dan 2 persen saja di perangkat mobile. Foley meyakini Spartan akan memasuki kedua pasar tersebut, mengingat Windows 10 dirancang untuk bisa dioperasikan oleh multi perangkat dan didebutkan perambah anyar itu akan tersedia untuk ponsel, tablet, laptop juga desktop.


Meski demikian belum ada kejelasan apakah Spartan bakal bisa dijalankan di sistem Android, iOS dan sistem operasi pesaing Windows yang lainnya, namun Foley tidak menutup kemungkinan itu. Di bawah kepemimpinan CEO baru, Satya Nadella, Microsoft menyadari bahwa di dunia modern piranti lunak mereka harus bisa dijalankan bukan hanya di Windows.


Pada Maret 2014 lalu Microsoft memperkenalkan jajaran Microsoft Office terbaru untuk perangkat Apple iPad, kemudian pada November mereka meluncurkan versi gratis World, Excel dan Powerpoint untuk iPhone. Kemuidian pada Desember lalu, Microsoft mengakuisisi sistem pengkoneksi email pada perangkat ponsel, Acompli, sebuah sistem yang juga bisa digunakan di iOS dan Android.



Spartan Nama Baru Dari Internte Explorer