Showing posts with label Senin Siang. Show all posts
Showing posts with label Senin Siang. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.557 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin  (12/1) pagi hingga siang bergerak menguat 73 poin menjadi Rp 12.557 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.630 per dolar AS.  Kurs  rupiah menguat bersama mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS di pasar global.


Meskipun  tingkat pengangguran AS turun, dolar AS cenderung kehilangan momentum penguatannya. Turunnya data Non-Farm payrolls (jumlah upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja di luar pekerja pemerintahan) serta turunnya tingkat partisipasi tenaga kerja AS mencegah dolar AS naik.


Salah satu penopang mata uang rupiah juga dipicu sentimen positif dari dalam negeri seiring ekspektasi menurunnya tingkat inflasi.  Ditundanya kenaikan tarif listrik, ekspektasi inflasi di 2015 akan turun.  Selain itu,  masih cukup kuatnya ekspektasi pelaku pasar keuangan terhadap neraca perdagangan Indonesia menambah sentimen positif bagi mata uang domestik.


Kombinasi antara turunnya inflasi serta perbaikan neraca perdagangan Indonesia akan mendukung rupiah yang lebih kuat ke depannya.  Laju mata uang dolar AS tertahan seiring dengan penguatan mata uang yen Jepang serta poundsterling Inggris setelah data indeks manufakturnya mengalami peningkatan.  Kondisi itu dapat dimanfaatkan pelaku pasar uang untuk mentransaksikan rupiah. Laju rupiah diharapkan masih berkesempatan mengalami penguatan lanjutan dengan adanya pengutan mata uang ’hard currency’ lainnya. [geng]



Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.557 / USD

Sunday, January 4, 2015

Senin Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.535 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (5/1) pagi hingga siang  melemah sebesar 15 poin menjadi Rp 12.535 dibandingkan sebelumnya Rp 12.520 per dolar AS.  Kembali meningkatnya ekspektasi pasar terhadap Bank Sentral AS atau Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunganya pada pertengahan tahun ini menjadi salah satu sentimen negatif bagi mata uang rupiah.


Dari dalam negeri,   sentimennya juga relatif negatif dimana data makroekonomi yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir pekan lalu (Jumat, 2/1) belum sesuai harapan sehingga membuat nilai tukar rupiah bergerak melemah.  BPS mencatat neraca perdagangan November 2014 mengalami defisit 420 juta dolar AS. Sementara inflasi Desember 2014 mencapai 2,46 persen, lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2,1-2,2 persen.


Di sisi lain, rencana the Fed menaikkan suku bunga masih sesuai jalur, kondisi itu membuat laju mayoritas mata uang di negara-negara kawasan Asia serta Euro juga mengalami pelemahan.   Meski  demikian, penyempurnaan Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/21/PBI/2014 tanggal 29 Desember 2014 tentang Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank dan Surat Edaran Ekstern Nomor 16/24/DKEM tanggal 30 Desember 2014 perihal Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank, diharapkan mampu menjaga rupiah tidak tertekan lebih dalam. [geng]




Senin Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.535 / USD

Sunday, December 28, 2014

Senin Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.433 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (29/12) pagi hingga siang bergerak melemah sebesar 24 poin menjadi Rp 12.433 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.409 per dolar AS.  Kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar AS.


Pelaku pasar uang cenderung memegang dolar AS menyusul masih akan berlanjutnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat, dengan kondisi seperti itu, maka laju rupiah akan tertahan penguatannya.  Tampaknya mendekati penghujung tahun 2014 dolar AS masih akan menunjukkan penguatannya seiring dengan maraknya sentimen dari pemulihan ekonomi AS.


Meski  demikian,   mata uang rupiah masih dalam kondisi yang stabil seiring dengan Bank Indonesia yang tetap menjaga kisaran mata uang domestik di level Rp 12.300 – Rp 12.500 per dolar AS.  BI masih menjaga pasar keuangan domestik, BI juga mempunyai beberapa kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.


Aktivitas di pasar keuangan domestik cenderung minim menjelang libur tahun baru dan cuti bersama sehingga tekanan rupiah tidak akan terlalu dalam di tengah sentimen pertumbuhan PDB Amerika Serikat.  Sentimen rupiah sebenarnya masih cukup positif, namun faktor global terkait AS masih tetap akan membayangi. [geng]



Senin Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.433 / USD

Sunday, December 21, 2014

Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.468 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (22/12) pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 94 poin menjadi Rp 12.468 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.562 per dolar AS.  Laju nilai tukar rupiah kembali mengalami apresiasi dimana masih adanya intervensi dari Bank Indonesia (BI) sehingga ruang penguatan masih cukup terbuka bagi mata uang domestik.  Pernyataan BI yang dinilai cukup positif dimana memberikan sinyal kepastian level yang akan dijaga, yaitu di level Rp 11.900-Rp 12.300 per dolar AS.


Di sisi lain,  pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan sinyal belum akan menaikan suku bunga AS (Fed rate) memberikan angin segar bagi mata uang rupiah untuk dapat bertahan di area positif.  Sentimen mata uang ’emerging market’, termasuk rupiah kembali berbalik positif, salah satu faktor utama dari penguatan kurs “emerging market” itu yakni aksi sebagian investor yang mulai mengabaikan sentimen Fed rate. Situasi itu, membuka potensi bagi investor untuk kembali masuk ke dalam negeri setelah sempat melepas portofolionya di ’emerging market’ akibat cukup kuatnya ekspektasi the Fed akan menaikan suku bunganya


Selain itu,  sentimen dari dalam negeri juga cukup positif seiring dengan munculnya harapan terhadap pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktiur itu diyakini akan menopang perekonomian Indonesia ke depannya. [geng]


 


68 / USD



Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.468 / USD

Sunday, December 14, 2014

Senin Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.584 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 117 poin menjadi Rp 12.584 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.467 per dolar AS.  Indeks dolar AS kembali melanjutkan penguatannya terhadap mayoritas mata uang utama dunia setelah data ekonomi penjualan ritel dan klaim tunjangan pengangguran Amerika Serikat yang dirilis lebih bagus dari perkiraan.


Data penjualan ritel AS naik 0,7 persen di bulan November, atau lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,4 persen.  Sementara klaim pengangguran mingguan AS juga positif menjadi 294.000 lebih rendah dari perkiraan 295.000.  Data itu menunjukkan ekonomi yang membaik di tengah (Bank Sentral AS,red) Federal Reserve mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunganya sehingga membuat investor memposisikan kembali portofolionya. Kombinasi dari penguatan dolar AS dan ketatnya likuiditas dalam negeri menjelang akhir tahun turut membebani mata uang rupiah.


Di sisi lain,  proyeksi melambatnya ekonomi Tiongkok menambah kekhawatiran pelaku pasar uang di dalam negeri. Saat ini, pelaku pasar sedang menunggu data ekonomi Tiongkok yakni, produksi industri di bulan November.  Data itu cukup penting untuk menilai kesehatan ekonomi Tiongkok. Turunnya aktivitas industri bisa memberikan persepsi bahwa ekonomi Tiongkok memang sedang melambat dan ini akan memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan global, termasuk Indonesia.


Belum adanya sentimen maupun berita positif membuat laju nilai tukar rupiah melanjutkan depresiasinya.  Bank Indonesia juga cenderung tidak mengeluarkan kebijakan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global serta inflasi domestik, kondisi itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. [geng]



Senin Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.584 / USD

Sunday, November 2, 2014

Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.078 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi hingga siang, menguat tujuh poin menjadi Rp 12.078 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.085 per dolar AS.  Kurs rupiah melanjutkan penguatan meski tipis seiring dengan ekspektasi positif terhadap data-data ekonomi yang akan dirilis pada awal pekan ini, Senin  (3/11) oleh badan pusat statistik (BPS).


Pelaku pasar uang juga merespon positif pernyataan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum Januari 2015 untuk mengatasi defisit APBN.  Mesku demikian, pelaku pasar perlu tetap mewaspadai potensi penurunan jika data ekonomi domestik tidak sesuai dengan ekspektasi.


Selain itu,  pernyataan pemerintah mengenai penaikan harga BBM bersubsidi sebelum awal Januari 2015 masih menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.  Dengan dinaikkannya harga BBM bersubsidi itu diperkirakan defisit neraca transaksi berjalan Indonesia akan berkurang, sehingga akan dinilai positif oleh investor.  Di sisi lain, inflasi Oktober diperkirakan mencapai 0,5 persen dan neraca perdagangan Indonesia periode September tahun ini diperkirakan juga membaik atau mengalami surplus meski tidak terlalu signifikan.  [geng]



Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.078 / USD

Monday, October 27, 2014

Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.040 / USD

 


Financeroll – Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi hingga siang  bergerak menguat sebesar 25 poin menjadi Rp 12.040 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.065 per dolar AS.  Kurs  rupiah bergerak menguat setelah adanya pengumuman susunan kabinet. Latar belakang yang profesional pada tim ekonomi berpeluang menghadirkan sentimen positif.


Selanjutnya fokus investor akan beralih pada eksekusi kebijakan di 100 hari kerja ke depannya.  Dari eksternal, dolar AS juga cenderung mengalami pelemahan terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia setelah data penjualan rumah baru AS hanya mengalami kenaikan tipis.


Data bisnis Jerman yang mencatatkan perbaikan juga berhasil membantu penguatan mata uang euro sehingga menambah sentimen negatif bagi laju dolar AS.  Meski  demikian,   sentimen penguatan bagi dolar AS masih berpeluang terbuka menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini. Selain itu, pasar juga sedang menanti data Purchasing Managers’ Index (PMI) Amerika Serikat.


Seperti pola sebelumnya menjelang pertemuan bank sentral AS atau The Fed, mata uang dolar AS akan cenderung bergerak menguat sehingga rupiah akan bergerak terbatas pada Senin ini.  Belum adanya indikasi dari the Fed untuk memperpanjang stimulus keuangannya akan dimanfaatkan pelaku pasar untuk mentransaksikan dolar AS. [geng]



Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.040 / USD

Sunday, October 19, 2014

Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.044 / USD

Financeroll – Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 65 poin menjadi Rp 12.044 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.109 per dolar AS.  Mata uang rupiah kembali menguat terhadap dolar AS seiring dengan sentimen eksternal dan domestik yang cukup kondusif.


Rencana penyuntikan likuiditas oleh Bank Sentral Tiongkok (PBOC) diperkirakan memicu sentimen pelemahan dolar AS di pasar Asia pada perdagangan hari ini (20/10). Diperkirakan PBOC akan mengucurkan dananya sekitar 32,7 miliar dolar AS.


Di sisi lain, faktor domestik yakni situasi politik yang membaik juga menjadi salah satu penopang mata uang rupiah terhadap dolar AS. Pada saat yang bersamaan, surat utang negara (SUN) dan IHSG juga menguat.


Pasar Asia berpeluang menguat terdorong oleh eforia injeksi likuiditas oleh PBOC. Pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI yang diperkirakan kondusif juga menjadi alasan tambahan untuk rupiah kembali menguat.  Kurs Rrupiah kembali menguat seiring dengan investor yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS (Fed rate) sehingga mengikis permintaan mata uang dolar AS.


Apresiasi rupiah juga terbantu oleh perbaikan mood pasar menjelang pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, diharapkan program-program yang dicanangkan untuk menggenjot perkembangan infrastruktur dapat terealisasi. [geng]



Senin Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.044 / USD