Showing posts with label blok mahakam. Show all posts
Showing posts with label blok mahakam. Show all posts

Sunday, November 23, 2014

PT Pertamina Diminta Mempertimbangkan Swap Blok Mahakam

Financeroll – Kendati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan memberikan pengelolaan blok Mahakam ke PT Pertamina Persero, tetapi Badan Usaha Migas itu diminta pertimbangkan langkah swap untuk tingkatkan cadangan minyak nasional.


Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Nasional Demokrat Kurtubi meminta PT Pertamina (Persero) mengelola sendiri Blok Mahakam di Kalimantan Timur agar memberikan manfaat maksimal bagi negara.


Dengan 100% Blok Mahakam dimiliki Pertamina maka negara juga mendapat manfaat sebesar 100%.


Keputusan pemerintah memberikan Mahakam yang sebelumnya dikelola perusahaan asal Perancis, Total E&P Indonesie ke Pertamina merupakan langkah tepat.


Karena Total sudah mengelola selama 50 tahun. Jadi, sudah cukup.


Selain itu, alasan lainnya adalah cadangan migas di Blok Mahakam masih besar. Total masih berkeinginan melanjutkan pengelolaan Mahakam sehingga itu merupakan bukti bila cadangan tersebut masih besar.


Kalau Pertamina mengelola 100% Blok Mahakam, jelasnya, maka pemanfaatan gas buat domestik bisa lebih mudah dan maksimal. Dengan demikian, negara bisa mengatur pemanfaatan gas Mahakam untuk konversi bahan bakar kendaraan dari minyak ke gas, lalu untuk rumah tangga, listrik, pupuk, dan industri.


Bila langkah itu dilakukan maka Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada minyak sekaligus mengurangi impor dan subsidi bahan bakar minyak. “PLN dan industri juga tidak lagi berteriak kekurangan gas.


Namun Pertamina tetap membuka opsi berkolaborasi dengan Total sepanjang perhitungan secara ekonomi menguntungkan bagi negara. “Duduk bareng. Lakukan pembicaraan business to business. Tawarkan opsi ke Total yang paling menguntungkan negara. Kalau memang tidak ada titik temu, maka kembali ke opsi dikelola 100% oleh Pertamina,” ujarnya.


Dia menilai mekanisme pertukaran (swap) Mahakam dengan aset Total di luar negeri juga memiliki sejumlah keuntungan bagi Pertamina. Pertama, memberi kesempatan Pertamina berekspansi ke luar negeri sehingga Indonesia bisa menambah cadangan terutama minyak di luar negeri.


Kepemilikan Pertamina di blok luar negeri ini akan meningkatkan ketahanan energi.


Dengan demikian maka peningkatan cadangan minyak bisa memberikan jaminan pasokan minyak bagi kilang milik Pertamina. Suplai minyak ini juga mengurangi peran trader dan mafia.


Sementara itu, pengamat kebijakan publik ada yang mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menyerahkan Mahakam ke Pertamina. Sekarang, tergantung Pertamina, sanggup tidak mengelola sendiri.


Kalau Pertamina mengelola 100% Mahakam, maka mesti ada jaminan produksi tidak turun. Namun ada perrmintaan Pertamina membicarakan skema bisnis pengelolaan Mahakam bersama Total.


Pertamina bisa saja mengelola blok milik Total di luar negeri asalkan menguntungkan bagi negara dan meningkatkan ketahanan energi Indonesia.



PT Pertamina Diminta Mempertimbangkan Swap Blok Mahakam

Pengelola Blok Mahakam Ditangani Putra Indonesia

Financeroll – Baru-baru ini sejumlah wartawan melakukan kunjungan ke anjungan pengeboran minyak dan gas di lapangan Handil milik PT Total E&P Indonesie di Blok Mahakam, Kalimantan Timur guna melihat secara langsung proses produksi minyak dan gas perusahaan Prancis tersebut.


Mengikuti prosedur yang wajib dilakukan oleh siapapun yang akan menuju ke anjungan tersebut, para wartawan yang berangkat dari daratan ke fasilitas produksi Total di lepas pantai tersebut harus menggunakan pakaian lengkap berupa sepatu boot khusus, werpak (pakaian kerja lapangan), helm (pelindung kepala) dan kacamata khusus (google) serta jaket pelampung karena harus menyeberangi perairan menuju ke anjungan.


Prosedur tersebut juga harus ditaati oleh seluruh karyawan Total yang bertugas di lapangan guna mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan sejak keberangkatan dengan menggunakan perahu (boat) hingga di atas anjungan yang sering kedatangan tamu satwa liar yang tak diundang seperti kera, ular dan buaya, kata Kepala Departemen Hubungan Media Total E&P Indonesie, Kristanto Hartadi di Balikpapan saat mendampingi wartawan yang berkunjung ke ladang migas Handil.


Prosedur sangat ketat untuk masalah ini. Pasti memberi sanksi tegas kepada karyawan yang melanggar aturan ini karena hal ini menyangkut keselamatan jiwa.


Total sangat memperhatikan keselamatan para karyawannya termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat penugasan lain.


Bila jarak tempuh seorang karyawan yang sedang dalam perjalanan ke satu tempat penugasan masih panjang sementara hari telah menjelang malam, karyawan tersebut diwajibkan untuk tidak melanjutkan perjalanan melainkan harus bermalam di tempat penginapan terdekat demi menjaga keselamatannya.


Kedisiplinan karyawannya itulah yang mengawali keberhasilan Total dalam memproduksi minyak dan gas di Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di samping itu, karyawan Total memiliki kompetensi yang tinggi sehingga kinerja mereka mampu meraih keberhasilan.


Wakil Presiden untuk Operasi Lapangnan, mengatakan Total E&P Indonesie saat ini memiliki 3.920 karyawan yang mayoritasnya adalah orang Indonesia dan hanya 110 orang asing (ekspatriat) yang bekerja di perusahaan internasional tersebut. Bahkan, jabatan presiden dan general manajer yaitu posisi tertinggi di Total E&P Indonesie dipercayakan kepada putra Indonesia.


Putra-putra Indonesia sangat handal dalam bekerja di lapangan migas. Jadi sanggup mengelola Blok Mahakam. Dengan pengalaman yang mereka miliki baik di dalam maupun luar negeri serta alih teknologi yang berjalan dengan baik, kami tidak khawatir untuk beroperasi di lapangan migas.


Lapangan semakin rumit tapi bisa menguasai medannya. Jadi hal itu tidak menjadi masalah karena akan memaksimalkan potensi yang ada dengan orang-orang Indonesia yang handal dan berpengalaman dengan dukungan teknologi yang memadai.


Total memberi prioritas kerja kepada masyarakat lokal yang berbakat untuk turut mengembangkan sumberdaya alam dengan memaksimalkan potensi mereka antara lain melalui pelatihan baik di dalam maupun luar negeri, kata John Anis.


Dalam upaya mengembangkan potensi sumber daya manusia, Total telah mengirim 109 karyawannya guna mengikuti pelatihan ke luar negeri. Total juga memberi kesempatan kepada pekerja wanita yang saat ini berjumlah 13 persen dari seluruh karyawannya. Saat ini sedang mempersiapkan seorang ‘site manajer’ (manajer lapangan) di lapangan Handil yang selama ini hanya dijabat seorang pria.


Sementara itu, manajer lapangan di anjungan Handil Sujud Sujarwadi mengatakan proses produksi di tempatnya bekerja itu berjalan 24 jam sehari selama tujuh hari.


Dalam dua shift jam kerja, setiap karyawan bekerja 12 jam sehari selama dua minggu. Mereka istirahat untuk masa dua minggu berikutnya. Ada yang pulang kampung dan ada juga yang mau tinggal di asrama yang disediakan oleh perusahaan.


Kontraktor lokal Dalam mengembangkan usahanya di Indonesia, Total E&P Indonesie juga bekerjasama dengan kontraktor lokal PT Meindo Elang Indah yaitu kontraktor yang menyediakan jasa dengan standar internasional untuk perancangan, pengadaan dan konstruksi dalam bidang industri petrokimia, minyak dan gas bumi.


Perusahaan ini senantiasa berusaha sebaik baiknya memberikan kepuasan kepada para pelanggan dengan menghargai mutu, anggaran, waktu dan pelaksanaan yang aman.


Melalui kerjasama dengan PT Meindo Elang Indah, PT Total E&P membuktikan bahwa perusahaan Perancis tersebut lebih mempercayakan pekerjaan konstruksi alat-alat produksi migas pada kontraktor lokal dengan sumber daya manusia yang handal.


Salah seorang perwakilan dari kantor Total di Inggris, Fadi El Badwi yang bergabung dengan PT Meindo, mengatakan keberhasilan Total benar-benar didukung kemampuan orang-orang Indonesia yang memiliki standar kerja internasional dan strategi kerja yang sama dengan perusahaan-perusahaan minyak di dunia.


Dengan kemampuan tersebut orang-orang Indonesia dapat diterima bekerja di perusahaan-perusahaan manapun di dunia.


Pengalaman dalam menjalankan pekerjaan ini di beberapa negara termasuk Kuwait dan Malaysia membuktikan kemampuan, karena bermitra dengan perusahaan (PT Meindo), yang hampir seluruh pegawainya adalah orang orang-orang Indonesia yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang tinggi.


salah seorang pegawai senior PT Meindo, Wira, mengatakan putra-putra Indonesia khususnya mereka yang berasal dari Kalimantan mampu menghasilkan peralatan produksi minyak dan gas lepas pantai dengan kwalitas terbaik.


“Saat ini mereka sedang mengerjakan anjungan seberat 1000 ton dan jaket seberat 666 ton untuk Total,” kata Wira, yang telah memiliki pengalaman bekerja sebagai ekspatriat di luar negeri.


Para pekerja Indonesia itu baru saja kembali dari Malaysia dan Kuwait, dan mereka siap memenuhi panggilan kerja di luar negeri bila di Indonesia sudah tidak ada lagi pekerjaan.


Menurut Fadi, pihaknya siap terus bekerja di negara ini bila pemerintah Indonesia memutuskan untuk melanjutkan kontrak dengan Total yang akan berakhir pada 2017.


Total membangun anjungan produksi minyak dan gas di lapangan Handil sejak 1974 dan telah memproduksi secara kumulatif sekitar 900 juta barel migas. Total mengirim gas ke kilang di Bontang (sebelah utara ladang migas tersebut) dan minyak ke kilang di Senipah (sebelah selatan).


Total E&P Indonesie didirikan di Jakarta pada 14 Agustus 1968 dengan lapangan awal saat itu di seputar delta Mahakam. Lapangan awal mereka di Bekapai dan Handil kala itu, diperkuat dengan ditemukannya lapangan Tambora pada 1974 dan Tunu pada 1977. Lapangan Tunu yang dikembangkan pada 90-an menjadi penyumbang utama pasokan gas bagi Total E&P Indonesie hingga kini.



Pengelola Blok Mahakam Ditangani Putra Indonesia