Showing posts with label emiten saham sido. Show all posts
Showing posts with label emiten saham sido. Show all posts

Thursday, December 4, 2014

Emiten Saham SIDO Mulai Bayar Pajak di KPP Perusahaan Masuk Bursa

Financeroll – Salah satu perusahaan Wajib Pajak, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. mulai 2015 berpindah membayar kewajiban pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Perusahaan Masuk Bursa di Jakarta.


Perusahaan dengan kode emiten SIDO ini selama 63 tahun atau sejak berdiri telah memenuhi kewajiban membayar pajak di KPP Madya Semarang.


Presiden Direktur Sido Muncul (SIDO) Irwan Hidayat mengatakan perpindahan kepesertaan Wajib Pajak ke pusat sehubungan dengan penawaran saham perdana atau atau Initial Public Offering (IPO) di lantai bursa saham pada 2013.


Karena sudah menjadi perusahaan go public, pajaknya mesti masuk pusat.


Pelaku usaha yang memiliki perusahaan besar wajib membayar pajak untuk pemasukan negara. Pada tahun pertama hingga tahun ketiga perusahaan terasa berat membayar pajak.


Namun tahun ke empat, sudah menyadari dan taat pajak. Karena pendapatannya juga untuk negara.


Ada apresiasi langkah pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan penerimaan pajak naik dua kalipat lebih dari Rp600 triliun menjadi Rp1.800 triliun.


Kepala KPP Madya Semarang Ramos Irawadi memaparkan pajak yang disetorkan Sido Muncul mencapai Rp300 miliar pertahun. Besaran angka penerimaan pajak dari perusahaan, disesuaikan dengan kondisi perusahaan tersebut.


Kinerja perusahaan SIDO cukup baik yang didukung dengan terpenuhinya kewajiban membayar pajak.


Direktorat Jenderal Pajak pusat mengapresiasi kinerja perusahaan Sido Muncul. Setelah go public harus terdaftar di KPP Perusahaan Masuk Baru.


Perusahaan di Semarang dengan pembayaran pajak terbesar yakni Sido Muncul. Disusul pembayaran pajak dari Bank Jateng dengan nominal diangka kurang Rp300 miliar.


KPP Madya Semarang kehilangan penerimaan pajak yang selama ini disetorkan perusahaan jamu terbesar di Jawa Tengah. Namun demikian, tidak mempermasalahkan karena pemasukan uang pajak dari sejumlah perusahaan untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.


Saat ini, sedang mendata perusahaan besar lainnya yang berpotensi terhadap penerimaan pajak.


Target KPP Madya Semarang tahun ini yakni Rp9,1 triliun. Diharapkan bisa memberikan kontribusi sebesar 51,37% dari total penerimaan Kantor Wilayah DJP Jateng I yaitu Rp17,7 triliun.



Emiten Saham SIDO Mulai Bayar Pajak di KPP Perusahaan Masuk Bursa

Tuesday, December 2, 2014

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Akan Naikkan Harga Produknya 5%-10%

Financeroll – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. berencana menaikkan harga produknya dikisaran 5%-10%, guna mengimbangi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi baru-baru ini.


Presiden Direktur Sido Muncul (SIDO) Irwan Hidayat mengatakan tidak dipungkiri kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada kinerja perseroan. Agar kenaikan itu tidak menjadi beban terlalu lama perseroan akan menaikkan harga produknya dalam waktu dekat.


Imbas kenaikan harga BBM diperkirakan akan banyak mempengaruhi biaya distribusi dan upah buruh. Makanya mau tidak mau harus menaikkan harga sampai 10%.


Irwan menjelaskan, pemerintah Jawa Tengah, wilayah SIDO beroperasi, telah mengumumkan akan menaikkan upah minimum regional per tahun 2015 sebesar 30%. Maka dari itu perseroan memutuskan juga akan menaikkan upah buruh sekitar kisaran itu. Pada tahun 2014 juga sudah menaikkan upah sekitar 30%.


Meski demikian perseroan tetap optimistis pendapatan perseroan ditahun mendatang tetap akan bertumbuh seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia.



PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Akan Naikkan Harga Produknya 5%-10%

Tuesday, November 11, 2014

PT Industri Jamu Sido Muncul Menggenjot Usaha Farmasi

Financeroll – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. berencana menggenjot lini usaha farmasi untuk memaksimalkan potensi pendapatan.


Presiden Direktur Sido Muncul mengatakan saat ini kontribusi lini usaha farmasi memang belum signifikan. Kendati demikian, dinilai sektor usaha tersebut akan semakin berkembang di masa mendatang.


Masa depan usaha farmasi sangat cerah. Kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan juga semakin baik.


Untuk menggarap usaha baru tersebut, emiten berkode SIDO ini telah mengakuisisi perusahaan farmasi yaitu PT Berlico Mulia Farma. Ada klaim jika kinerja perusahaan tersebut selalu untung sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Berlico akan menjadi perusahaan terakhir yang diakuisisi Sido Muncul.


Bisnis farmasi memang tidak mudah untuk digarap. Untuk membangun pabrik saja diperlukan waktu bertahun-tahun sampai bisa beroperasi. Kendati demikian, optimistis sektor farmasi memiliki potensi yang besar.


Dalam laporan keuangan kuartal III/2014 disebutkan pendapatan SIDO merosot 8,62% dari sebelumnya Rp1,74 triliun menjadi Rp1,59 triliun. Sementara itu, perseroan justru berhasil mendongkrak laba sebesar 3,7% dari sebelumnya Rp302,71 miliar menjadi Rp314,48 miliar.


Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan langkah SIDO yang ingin menggenjot lini bisnis farmasi tersebut akan membantu mendongkrak kinerja perseroan. Pasalnya, saat ini produk andalan perseroan di segmen jamu sudah terlalu jenuh. Persaingan produk sejenis yang semakin ketat dinilai menjadi tantangan utama perseroan.


Laporan keuangan kuartal III/2014 SIDO memang tidak menjabarkan berapa besar kontribusi lini bisnis farmasi. Manajemen hanya menjelaskan 80% penjualan produk dilakukan oleh anak usahanya PT Muncul Mekar. Perusahaan ini merupakan distributor untuk produk jamu perseroan.



PT Industri Jamu Sido Muncul Menggenjot Usaha Farmasi