Financeroll – Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kerjasama ekonomi dengan Mongolia dan memperkuat hubungan diplomatik dengan negara tersebut.
Mongolia ingin belajar banyak dari Indonesia, begitu pula sebaliknya, tapi tentu harus melihat kesempatan untuk meningkatkan ekspor.
Menko Perekonomian, Sofyan Djalil saat ditemui di kantornya, menjelaskan negara Mongolia, yang dalam hal ini diwakili oleh duta besarnya, mengutarakan niat untuk mempelajari sektor pertanian. Sebaliknya, Indonesia ingin mencermati pengelolaan peternakan di negara tersebut dan menjajaki hubungan perdagangan.
Pasalnya, Mongolia terkenal memproduksi daging dalam jumlah besar dengan varian yang beragam. Mongolia memproduksi paling banyak, tetapi masalah transportasi yang jadi kendala besar karena harus lewat pelabuhan China.
Namun hal itu masih harus dikalkulasi keuntungannya dari segi ekonomi dan finansial. Soal infrastruktruktur dan logistik memang menjadi tantangan besar mengingat letak geografis Mongolia yang dikepung daratan (landlock) dan tak memiliki pelabuhan.
Kunjungan dubes Mongolia itu juga menyambung hubungan diplomatik antara 2 negara. Pada 2012, Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu masih menjabat presiden bertandang ke Mongolia.
Kerjasama Ekonomi Indonesia Dengan Mongolia Perkuat Hubungan Diplomatik