Showing posts with label listing bursa efek. Show all posts
Showing posts with label listing bursa efek. Show all posts

Wednesday, December 17, 2014

IMPC Terkena Auto Reject Saat Baru Masuk Listing

Financeroll – Saham PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) terkena auto rejection sesaat setelah saham tersebut masuk listing ke papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.


Produsen dan distributor bahan bangunan dan barang plastik tersebut mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham IMPC ditawarkan ke publik di level Rp3.800.


Saat melantai perdana, saham tersebut langsung naik ke level Rp4.600. Kemudian, meroket lagi ke level Rp5.700 atau melonjak 50% dari harga penawaran. Saat menyentuh level Rp5.700, volume transaksi sebanyak 38 lot dengan nilai transaksi Rp257 juta.


BEI mencatat untuk harga saham dengan rentang Rp200 hingga Rp5.000, batasan auto rejection yang berlaku yakni harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 25% di atas atau di bawah acuan.


Penerapan auto rejection terhadap harga di atas untuk perdagangan saham hasil penawaran umum yang pertama kalinya diperdagangkan di bursa (perdagangan perdana), ditetapkan sebesar dua kali dari persentase batasan auto rejection harga.


Dengan lonjakan hingga 50% maka saham IMPC sudah terkena auto rejection.


IMPC melepas 150,05 juta saham atau sebanyak 31,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.


Perseroan bercana mengalokasikan 36% dari dana hasil IPO saham divestasi sebesar Rp180 miliar atau Rp64,8 miliar untuk membayar sebagian pembelian tanah berstatus hak guna bangunan seluas 6 hektar di Delta Silicon VII, Lippo Cikarang, Bekasi. Pembelian tanah itu untuk memperluas dan mengembangkan pabrik.


Sekitar 24% dana hasil IPO atau Rp43,2 miliar dikucurkan ke anak usaha yakni PT Unipack Plasindo yang akan dipakai untuk membayar sebagian pembelian tanah berstatus hak guna bangunan seluas empat hektar di Delta Silicon VII, Lippo Cikarang.


Pembelian tanah dimaksudkan untuk merelokasi pabrik yang sebelumnya berlokasi di Karawang. Sisa dana hasil IPO senilai Rp72 miliar untuk modal kerja, yakni pembelian bahan baku, bahan pembantu, dan lainnya.



IMPC Terkena Auto Reject Saat Baru Masuk Listing

Wednesday, December 10, 2014

Masih Ada Grup Korporsi Berskala Besar Belum Listing di Bursa

Financeroll – Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyayangkan masih ada grup korporasi berskala besar yang belum listing di lantai bursa.


Dia mengakui resah melihat jumlah perusahaan yang menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terbatas. Kondisi tersebut membuat nilai kapitalisasi pasar modal di Tanah Air tidak semakin besar.


“Saya tidak takut dengan diberlakukannya MEA, tetapi dengan‎ jumlah perusahaan IPO terbatas, apa gunanya masuk ke pasar Singapura dan Thailand,” jelasnya di hadapan ratusan pemimpin perusahaan dalam acara CEO Networking di Nusa Dua.


Dia berharap korporasi-korporasi besar di Indonesia yang belum menjadi perusahaan terbuka agar membuka diri, minimal salah satu anak usahanya. Apalagi, lanjutnya, beberapa perusahaan berskala besar itu sudah ekspansi ke negara lain di kawasan Asia Tenggara.


Dorongan itu ditujukan untuk membantu meningkatkan kapitalisasi industri pasar modal menjadi lebih besar.


“Mbokya satu lah perusahaan besar anak usahanya yang jadi terbuka sehingga membantu perputaran kapitalisasi pasar modal besar. Kami ingin industri pasar modal semakin besar,” lanjutnya.


Berdasarkan data BEI, hingga 4 Desember 2014, jumlah perusahaan yang menawarkan saham perdana sebanyak 22 perusahaan dari target 32 perusahaan.


Adapun pengakuan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nuraida, sudah ada 7 perusahaan mendaftarkan diri. Diharapkan sebelum tutup akhir 2014, perusahaan yang mendaftarkan tersebut dapat merealisasikan rencananya.



Masih Ada Grup Korporsi Berskala Besar Belum Listing di Bursa