Showing posts with label properti office. Show all posts
Showing posts with label properti office. Show all posts

Monday, November 17, 2014

Pembangunan Gedung Perkantoran Akan Menurun Tahun Depan

Financeroll – Pembangunan gedung perkantoran pada tahun depan diprediksi tidak semarak pengembangan pada dua tahun sebelumnya. Penurunan geliat pembangunan gedung kantor tidak hanya dirasakan di Jakarta tetapi juga di beberapa wilayah di Indonesia.

Construction Outlook Report 2014/2015 yang dirilis BCI Asia menyebutkan nilai investasi yang dikucurkan pengembang pada tahun depan mengalami penurunan 24% dibandingkan dengan tahun ini.


Total investasi pembangunan gedung perkantoran yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun depan sebesar Rp30 triliun. Jumlah tersebut menurun dari nilai investasi tahun ini senilai Rp39 triliun.


Hasil survey tersebut memaparkan gedung perkantoran pada tahun depan hanya dibangun di tiga provinsi di Indonesia yakni DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Utara.


Adapun Jakarta akan dibangun 11 perkantoran sedangangkan Jawa Timur akan dibangun 3 perkantoran dan Sulawesi Utara dibangun satu kantor.


Gedung perkantoran yang dibangun di Jakarta antara lain Sampoerna Strategic Square Office 3, Kota Kasabalanka 2 Office Tower, Summarecon Tower Slipi, Mangkuluhur City dan Palm Court Office Park Tower B.


Sedangkan proyek di Jawa Timur antara lain Grand Sungkono Lagoon, Sky Park dan Lamicitra Office Tower Surabaya. Sementara di Sulawesi Utara adalah Bluebanter Lippo Manado Office Tower.


Turunnya investasi pada proyek perkantoran disebabkan oleh suplai berlebih ruang kantor sejak 2 tahun terakhir.


Banyaknya pembangunan perkantoran pada 2013 hingga tahun ini, membuat pengembang akan menunggu tingkat okupansi hingga penuh, baru setelahnya melanjutkan tahapan pembangunan yang sempat direm.


Strategi pengembangan perkantoran akan mulai digenjot pada kuartal I/2016 di mana kuartal tersebut memiliki perencanaan pembangunan lebih tinggi dibandingkan kuartal setelahya.


Jika perkantoran telat dibangun melebihi kuartal tersebut, maka akan terjadi kekurangan suplai pada 2017.


Suplai ruang kantor pada tahun depan mengalami kenaikan karena banyaknya gedung perkantoran yang sudah mulai beroperasi.


Fokus pada proyek yang beroperasi bukan proyek yang akan dibangun pada tahun depan. Tahun depan suplai justeru sangat besar hinggan 85%. Namun jumlah itu tidak sampai oversupply. Memang berlebih tetapi masih sehat.


Pada tahun depan juga terjadi perlambatan kenaikan harga sewa karena adanya banyak pilihan gedung perkantoran yang beroperasi.


Dengan banyaknya gedung yang beroperasi pada tahun depan maka tidak salah jika pengembang menahan membangun proyek di tahun yang sama. Karena untuk mengisi gedung yang baru saja beroperasi, pengembang perlu waktu untuk mencapai okupansi tinggi dan mulai membangun lagi pada 2016.



Pembangunan Gedung Perkantoran Akan Menurun Tahun Depan

Sunday, October 19, 2014

Pasokan Ruang Ritel di Jakarta Masih Terbatas Hadapi Agresifnya Peritel Asing

Financeroll – Kendati jumlah pasokan ruang ritel di Jakarta sangat terbatas, aktivitas sewa terhitung realtif aktif selama kuartal III.


Cushman & Wakefield menyebutkan hanya terdapat penambahan pasokan baru dari pusat hiburan.


Ozone dan Cinere Belleveu Mall merupakan pusat hiburan dan lifestyle yang berlokasi di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan yang beroperasi pada kuartal III/2014.


Hypermart menjadi satu-satunya penyewa utama yang masuk pada kuartal tersebut.


Adapun beberapa penyewa besar yang berasal dari F&B, fashion, pusat hiburan, dan apotek kesehatan, turut berkontribusi pada kenaikan okupansi ritel di Jakarta.


Cinemaxx, operator bioskop baru di bawah grup Lippo juga mulai beroperasi di kawasan CBD, yakni di Plaza Semanggi dan FX.


Aktivitas penyewa dari peritel asing juga terpantau cukup bagus.


Tony Burch, merek fashion asal Amerika, dan merek kosmetik asal Prancis, Sephora, membuka gerai pertama mereka, masing-masing di Plaza Senayan dan Plaza Indonesia.


H&M juga melebarkan sayap dengan membuka gerai keempat di Kota Kasablanka.



Pasokan Ruang Ritel di Jakarta Masih Terbatas Hadapi Agresifnya Peritel Asing

Saturday, October 11, 2014

Sewa Ruang Kantor di TB Simatupang Naik Tipis Rp157.381/M2/Bulan

Financeroll – Harga sewa ruang kantor di kawasan luar CBD, khususnya di koridor TB Simatupang tercatat tetap bertahan dan mengalami sedikit peningkatan.


Kondisi tersebut disebabkan level harga yang berlaku di area tersebut masih tergolong terjangkau atau tidak terlalu tinggi seperti di kawasan CBD, dan peminatnya juga masih cukup banyak.


Colliers International Indonesia menyebutkan pada kuartal III/2014, harga sewa ruang kantor di TB Simatupang tumbuh tipis, dengan harga sewa dalam rupiah sebesar Rp157.381/m2/bulan, dan dalam dolar sebesar US$21,31/m2/bulan.


Sementara harga sewa di luar CBD, selain TB Simatupang, tercatat juga mengalami pertumbuhan serupa dengan harga rata-rata Rp155.402/m2/bulan, untuk ruang kantor dalam rupiah, dan US$18.23/m2/bulan, untuk ruang kantor dalam dolar.



Sewa Ruang Kantor di TB Simatupang Naik Tipis Rp157.381/M2/Bulan