Financeroll – Kurangnya berita pendukung belum dapat memperbaiki sentimen. IHSG terkoreksi setelah menguat dalam 3 hari sebelumnya. Serta timbulnya aksi jual asing dapat kembali memberikan tekanan. Diperkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahannya hari ini. Direkomendasikan tetap beli untuk mengikuti pola kenaikan minor uptrend yang baru terbentuk. Support 5.040-4.985-4.880, dan resistance 5.165-5.220.
Jika indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi rebound pada perdagangan akhir pekan ini. Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.150 dan support 5.057. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah ke level 5.093.
IHSG pada perdagangan kemarin mengalami koreksi. Hal ini dipicu makin memudarnya euphoria pascakenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Memudarnya euphoria pasca kenaikan BBM di IHSG memicu koreksi minor untuk meredakan keadaan jenuh beli (overbought) harian.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat, dan mengindikasikan akan kembali menaikkan suku bunga acuan di tahun depan. Kebijakan ini diambil demi menjaga hot money agar tetap bertahan di Indonesia, saat suku bunga di AS kemungkinan akan naik pada pertengahan tahun depan.
Investor bisa melakukan aksi beli terhadap sejumlah saham di tengah situasi indeks domestik yang dihantui koreksi minor. Keempat saham itu yakni PT Adaro Energy (ADRO), PT Astra Argo Lestari (AALI), PT Surya Semesta (SSIA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Saham ADRO saat ini ditransaksikan pada price earning (PE) 2014 sebesar 9 kali didasarkan pada harga saat ini, price to book value (PBV) 1 kali dan return on equity (ROE) 9 persen. Rekomen akumulasi pada saham emiten batubara ekspor yang mulai berubah haluan ke bisnis PLTU ini karena secara teknikal mulai keluar dari pola konsolidasi membentuk upward retracement yang lebihbullish. Entry (1) Rp 1.050, entry (2) Rp 1.020, cut loss point Rp 995 serta trading target Rp 1.100.
Sementara untuk saham AALI, HD Capital secara teknikal melihat dari grafik mingguan bahwa terjadi perbaikan medium term dari trend turun sebelumnya ke pembentukan tren naik baru kembali untuk menguji resistance medium term di Rp 24.950 dam Rp 25.800. Beli saham AALI dengan entry (1) Rp 23.950, entry (2) Rp 23.200, serta cut loss point Rp 22.900,” ungkap riset HD Capital. Dengan posisi harga saat ini, saham AALI ditransaksikan pada price earning (PE) 2014 sebesar 15 kali, price to book value (PBV) 3,4 kali dan return on equity (ROE) 22 persen.
Adapun untuk saham AALI, secara teknikal melihat dari grafik mingguan bahwa terjadi perbaikan medium term dari trend turun sebelumnya ke pembentukan tren naik baru kembali untuk menguji resistance medium term di Rp 24.950 dam Rp 25.800. Beli saham AALI dengan entry (1) Rp 23.950, entry (2) Rp 23.200, serta cut loss point Rp 22.900. Dengan posisi harga saat ini, saham AALI ditransaksikan pada price earning (PE) 2014 sebesar 15 kali, price to book value (PBV) 3,4 kali dan return on equity (ROE) 22 persen.
Koreksi minor pada saham BBRI dapat meredakan keadaan jenuh beli (overbought) harian yang bisa digunakan sebagai kesempatan positioning buy terhadap efek emiten big cap perbankan BUMN kredit mikro UKM ini Dengan harga saat ini, saham BBRI ditransaksikan pada price earning (PE) 2014 mencapai 11,2 kali, price to book value (PBV) 2,9 kali, dan return on equity (ROE) 26,5 persen serta trading target Rp 11.250. Buy dengan entry (1) Rp 10.850, entry (2) Rp 10.750, serta cut loss point Rp 10.650.
Pada perdagangan Kamis (20/11) IHSG ditutup melemah 34,367 poin (0,670%) ke posisi 5.093,566. Mayoritas indeks saham mendukung pelemahan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang turun 6,081 poin (0,690%) ke angka 875,157; IDX30 turun 4,565 poin (1,007%) ke posisi 448,569;MBX turun 10,591 poin (0,718%) ke angka 1.465,171; DBX turun 2,182 poin (0,304%) ke posisi 715,487 dan indeks saham-saham syariah JII turun 6,05 poin (0,891%) ke angka 672,592.
Sebanyak 111 saham menguat, 77 saham stagan, dan 204 saham alami penurunan. Total saham yang ditransaksikan mencapai 392. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 4,1 triliun dan Rp 1,06 triliun di pasar negosiasi. Investor asing mencatatkan penjualan saham bersih (net foreign sell) sebesar Rp 433,5 miliar
Dari eksternal, data existing home sales bulan Oktober secara tak terduga mengalami kenaikan pada level tertinggi selama setahun terakhir, yang ditopang oleh rendahnya suku bunga pinjaman. Data initial claims pekan lalu mengalami penurunan. Indeks leading indicators dan Philadelphia Fed juga mengalami kenaikan. Data inflasi bulan Oktober stagnan, setelah bulan sebelumnya naik 0,1%.
Sebaliknya indeks PMI manufaktur dan jasa di area euro mengalami penurunan pada level terendah selama 16 bulan terakhir. Sedangkan indeks PMI manufaktur China mengalami penurunan pada level terendah selama enam bulan terakhir.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang melemah sebesar -0,16%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat +0,46%.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali menguat, seiring rilis positif data penjualan rumah Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,19% dan indeks S&P500 sebesar +0,20%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +2,51% ke level USD 76,37 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,16% ke posisi USD 1.192,80 per troy ounce. [geng]
Pre Opening: IHSG Diperkirakan Turun, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan
No comments:
Post a Comment