Sunday, December 28, 2014

Pemerintah Targetkan Bangun 1 Juta Rumah Pertahun

Financeroll – Pemerintah bertekad untuk terus mengejar kekurangan rasio perumahan dengan jumlah yang dibutuhkan.


Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan pembangunan 1 juta unit rumah baru per tahun guna mengejar backlog perumahan yang saat ini ditaksir mencapai 13,5 juta unit.


Pembangunan perumahan tersebut, kata JK, dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT Perumnas (Persero), BUMN konstruksi, dan pengembang swasta.


“Satu juta setahun. Itu PU buat kebijakan dan atur anggaran agar ini rumah subsidi atau bukan,” ujarnya di kantor Wapres.


Kalla mengatakan sebagai perusahaan pelat merah Perumnas ditugaskan pemerintah untuk membangun perumahan rakyat sederhana.


Perumnas diimbau tidak menggarap proyek rumah komersial pada segmen menengah ke atas alias rumah mewah dan ruko.


Pada kesempatan yang sama, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono menuturkan kebijakan perumahan ke depan mengarah pada konsep bisnis bukan charity.


Kalau charity, backlog itu tidak akan pernah tercapai.


Tahun depan Kementerian PU-Pera menargetkan pembangunan 400.000-500.000 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).


Sebanyak 20% dari jumlah tersebut akan ditujukan untuk rumah nelayan miskin, TNI/Polri, dan masyarakat perbatasan terluar Indonesia.


“Yang membangun sendiri 400.000 unit. Kalau perumahan policy ke depan tidak hanya membangun sendiri tapi meggerakkan Bapertarum, FLPP, bank, dan pengembang lain bisa mengatasi backlog ini.


Adapun anggaran pembangunan 400.000 unit rumah berasal dari alokasi APBN Kementerian PU-Pera tahun depan yang diestimasi mencapai sekitar Rp10 triliun-12 triliun.


FLPP Rp5,1 triliun, APBN Rp4,6 triliun, sekarang kita mau ajukan lagi Rp2 triliun-3 triliun.


Apabila digabung dengan pembangunan rumah swasta dan swadaya, Basuki optimistis dapat mencapai target pembangunan rumah rakyat sebanyak 1 juta unit per tahun.



Pemerintah Targetkan Bangun 1 Juta Rumah Pertahun

No comments:

Post a Comment