Showing posts with label Anggaran Belanja. Show all posts
Showing posts with label Anggaran Belanja. Show all posts

Wednesday, December 10, 2014

Kemenristekdikti Berhemat Anggaran Agar LAPAN Siap Luncurkan Satelit dan Pesawat

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) siap meluncurkan satelit setidaknya dalam empat tahun kedepan dan pada 2016 sudah diproduksi hingga siap terbang secara komersil pada 2019 nanti.


FINANCEROLL – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir mendorong Lapan dalam empat tahun mendatang Indonesia bisa meluncurkan satelit sendiri yakni satelit untuk penginderaan jauh dan telekomunikasi. Untuk mencapai hal itu, Menristekdikti mengingatkan anggaran untuk pengembangan keantariksaan apakah itu untuk telekomunikasi atau pun penginderaan jauh harus berbasis output.



“Berapa cost yang harus dikeluarkan dalam lima tahun ke depan. Untuk meluncurkan satelit tersebut mampukah kita hasilkan roket misalnya, berapa biayanya,” katanya di sela-sela Seminar Nasional Penerbangan dan Antariksa 2014, di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (10/12). Saat ini ditambahkannya, penghematan anggaran yang dilakukan akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih produktif bagi masyarakat. Untuk riset tentu didorong untuk mewujudkannya asalkan bisa dimanfaatkan masyarakat.


Menristekdikti pun meminta Lapan untuk memproyeksikan anggaran terkait pengembangan satelit tersebut. Sehingga diketahui manfaatnya bagi masyarakat, lembaga dan keuntungannya harus dihitung secara matematis. Hal lain yang perlu dihitung terkait asuransi jika terjadi kegagalan peluncuran satelit selain teknologi-teknologi lainnya.


Saat ini Indonesia berupaya menyusun rencana induk keantariksaan sebagai landasan dalam penyelenggaraan keantariksaan nasional. Hal ini sesuai dengan mandat Undang-undang No. 21 Tahun 2013 Tentang keantariksaan. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, mengatakan, rencana induk keantariksaan ini bertujuan untuk mendukung visi pembangunan Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur.


“Rencana induk keantariksaan ini disusun sesuai dengan target tahapan pembangunan nasional yang tertuang dalam rencana jangka panjang menengah tahap ketiga, yakni untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian berbasis sumber daya alam,” tutur Thomas. Nantinya, rencana induk keantariksaan ini akan mendukung upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. “Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung percepatan dan perluasan pembangunan Indonesia, seperti dalam pengembangan potensi ekonomi, penguatan konektivitas nasional, dan penguatan kemampuan sumber daya manusia serta ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Thomas.


Demi menyusun rencana induk keantariksaan hingga jangka waktu 25 tahun tersebut Lapan akan melaksanakan seminar yang akan menggali masukan dan informasi untuk mempercepat penguasaan teknologi keantariksaan secara nasional yang terintegrasi, berkelanjutan dan mandiri. “Dalam seminar ini juga akan ditentukan arah penyelenggaraan keantariksaan Indonesia termasuk untuk bidang teknologi roket, satelit, dan aeronautika,” demikian Thomas Djamaluddin.


Sementara itu terkait pengembangan pesawat, LAPAN bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia akan memproduksi pesawat N219. Pesawat ini telah memasuki tahap sertifikasi layak terbang, ungkap Thomas Djamaluddin. Menurut Thomas pesawat N219 rencananya akan diuji coba pada 2015 mendatang. Kemudian pada 2016, akan mulai diproduksi massal dan pada 2019 dapat digunakan. Pesawat N219 menjadi salah satu pioner penerbangan yang dibuat di Indonesia. N219 juga merupakan pesawat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan di Indonesia yang berkarakteristik landasan pendek. Dikatakan, pesawat ini memiliki nilai investasi hingga Rp400 miliar.


Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengaku senang dengan capaian yang dilakukan oleh Lapan tersebut. Menurutnya pemerintah akan bertindak sebagai mediator untuk memediasi antara Lapan, industri dan pengguna. Seperti diketahui, pesawat yang dikerjakan oleh anak bangsa ini disebut-sebut mampu menjangkau daerah-daerah terpencil di Indonesia yang kondisi geografisnya didominasi oleh pegunungan dan perbukitan.


Secara spesifik, keungulan N219 lainnya diantaranya pesawat multi fungsi, berkapasitas 19 penumpang, mudah dan sederhana dalam perawatan, konfigurasi dapat diubah dengan cepat, biaya operasi rendah dengan basic sertifikasinya CASR 23 dan ditenagai sepasang mesin PT6A-42 masing-masing 850 daya kuda. (Lukman Hqeem | @hqeem)




Kemenristekdikti Berhemat Anggaran Agar LAPAN Siap Luncurkan Satelit dan Pesawat

Monday, December 1, 2014

Jatuhnya Harga Minyak Membuat Rubel Diambangkan

Bagi Rubel, mata uang Rusia –dengan status mengambang sesuai dengan nilai pasar, telah menjadikannya dari mata uang negara pasar berkembang kedua yang menjanjikan menjadi  mata uang dengan kinerja terburuk dalam sepekan sebagai dampak jatuhnya harga minyak dunia.



FINANCEROLL – Dalam sepekan, Rubel jatuh sebesar 9.3 persen di minggu lalu. Saat ini diperdagangkan pada kisaran 50.4085 per dolar AS. Sebagai catatan ini merupakan mata uang paling buruk diantara 24 mata uang negara pasar berkembang lainnga, setelah mengalami kenaikan terbesarnya dalam sepekan selama lebih dari dua tahun terakhir ini.


Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina pada bulan lalu memutuskan untuk membuat nilai tukar Rubel mengambang. Perubahan ini terkait dengan pergerakan harga minyak dunia, sebagai sumber pendapatan anggaran utama Rusia yang harganya mengalami penurunan setelah OPEC memutuskan untuk tetap memproduksi sebagaimana yang ditargetkannya. Jatuhnya harga minyak menjadi hambatan bagi perekonomian Rusia yang masih terkena sanksi ekonomi oleh Barat dan AS.


Masa depan Rubel masih akan melemah, mengingat segalanya nampak akan menghantamnya, ungkap Nabiullina. Oleh sebab itu dengan membuat nilai tukarnya mengambang akan lebih menguntungkan, tambahnya. Rubel sepanjang tahun ini memang melemah 37 persen atas Dolar AS. Ini merupakan catatan terburuk diantara 24 mata uang negara berkembang lain yang dipantau Bloomberg. Sepanjang bulan November saja, mereka turun 13 persen.


Nabiullina mengeluarkan kebijakan tersebut setelah Bank Sentral membelanjakan tak kurang $90 milyar cadangan devisanya dalam bentuk valuta asing dan emas saat nilai tukar mereka terus merosot. Bank of Russia mungkin akan melakukan intervensi dalam skala besar jika semua ini mengancam stabilitas keuangan, ungkap dia didepan parlemen di Moskow pada minggu lalu.


Terindikasi sejumlah aksi spekulan dalam menggoyang Rubel saat ini dengan memanfaatkan jatuhnya harga minyak mentah dunia, dalam salah satu perkiraan yang dilansir Bank of America menyatakan bahwa apabila harga minyak dikisaran $70 per barel, maka nilai tukar Rubel pada kisaran 50-52 rubel per dolar. Pasar sendiri memang menyambut baik kebijakan nilai tukar mengambang ini. Dengan pertimbangan fundamental pergerakan harga lebih mengacu pada pergerakan harga komoditi minyak, wajar apabila Rubel jatuh saat ini. Harga minyak turun dari $115 dibulan Juni hingga ke harga $70 dibulan November”.


Enam tahun lalu, para pembuat kebijakan di Rusia telah melepas $200 milyar dalam tujuh bulan, memangkas cadangan devisa mereka sebesar hampir 40 persen untuk memperkuat Rubel yang jatuh akibat harga komoditi anjlok setelah kebangkrutan Lehman Brothers Holdings Inc. Perkiraan umum saat ini menyatakan bahwa jika Rubel melemah hingga 50 per Dolar AS, maka Rusia akan melakukan intervensi kembali.


Melemahnya Rubel disisi lain akan memberikan keuntungan bagi neraca anggaran Rusia karena ini bisa mendorong peningkatan pendapatan devisa dari ekspor, dimana bisa menutup penurunan yang terjadi akibat turunnya harga Brent. Sumber pendapatan anggaran Rusia memang bersandar pada pendapatan Minyak dan Gas sebesar 50 persen.


Bank of Russia diperkirakan tidak akan melakukan intervensi apabila merosotnya Rubel ini sebagai akibat pukulan jatuhnya harga minyak dunia. Pasar uang akan lebih realistis setelah nilai tukar Rubel diambangkan sehingga benar-benar mencerminkan harga aktual dari minyak.


Nabiullina memang mendapat tekanan untuk menjaga perekonomian Rusia tetap baik dengan arus kredit yang bisa mengalir dalam perekonomian untuk keluar dari resesi ekonomi. Disaat yang sama dia juga harus menghindari semakin dalamnya jatuhnya nilai tukar Rubel yang bisa berakibat pada potensi kerusuhan dari ketidak percayaan rakyat Rusia dan membuat mereka ramai-ramai akan menukar ke Dolar AS.


Peluang Rusia masuk dalam resesi ekonomi sangat besar, sekitar 70%, demikian jajak yang dilakukan oleh pengamat ekonomi pada Oktober silam. Sanksi ekonomi yang diberikan Barat atas Rusia terkait krisis di Ukrainatelah memperlemah ekonomi Rusia. Jatuhnya Rubel saat ini memang sangat kecil terkait dengan kebijakan moneter Rusia, namun lebih kepada dampak dari jatuhnya harga minyak dunia.(Lukman Hqeem | @hqeem)




Jatuhnya Harga Minyak Membuat Rubel Diambangkan