Showing posts with label Bank Panin. Show all posts
Showing posts with label Bank Panin. Show all posts

Sunday, November 9, 2014

Bank Kategori BUKU 3 Optimis Capai Laba Diatas Rp1 Triliun

Financeroll – Bank yang masuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3 atau dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun masih optimis mampu meraup laba di atas Rp1 triliun pada akhir tahun nanti.


PT Bank Tabungan Negara Tbk, misalnya. Bank dengan modal inti Rp10,1 triliun ini, pada kuartal III/2014 mencatatkan laba sebesar Rp755 miliar atau turun 28,5% dari Rp1,05 triliun di periode yang sama tahun lalu.


Meski demikian, Direktur Utama Bank BTN Maryono masih optimistis pada akhir 2014 nanti, laba perseroan akan menyentuh posisi Rp1,6 triliun. Sisa dana yang harus dikumpulkan dalam 3 bulan menjelang akhir 2014 atau sebesar Rp845 miliar, akan diperoleh dari kredit baru.


Juga akan meningkatkan pendapatan dari kredit nasabah existing, penambahan dari revisi CKPN, perbaikan NPL, dan peningkatan fee based income.


PT Bank Panin Tbk malah mematok target laba yang lebih tinggi dari Bank BTN, mengingat perseroan telah meraup laba sebesar Rp1,8 triliun pada kuartal III/2014.


Wakil Presiden Direktur Bank Panin mengatakan proyeksi laba sekitar Rp2 triliun.


Dari laporan keuangan emiten berkode saham PNBN tersebut, laba pada kuartal III/2014 tercatat tumbuh 29,03% dari Rp1,45 triliun di periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan pendapatan bunga dan fee based income perseroan.


Pendapatan bunga dan pendapatan operasional selain bunga bank dengan modal inti Rp15,86 triliun ini, tumbuh masing-masing 20,11% dan 31,05% y-o-y pada kuartal III/2014.



Bank Kategori BUKU 3 Optimis Capai Laba Diatas Rp1 Triliun

Friday, November 7, 2014

PT Bank Panin Optimis Raih Laba Sebesar Rp2 Triliun

Financeroll – PT Bank Panin Tbk optimistis mampu meraih laba sebesar Rp2 triliun pada akhir tahun ini, berkaca pada perolehan laba di kuartal III/2014 yang mencapai Rp1,8 triliun.


Wakil Presiden Direktur Bank Panin mengungkapkan proyeksi laba sekitar Rp2 triliun.


Perolehan laba tersebut dipandang mampu tercapai mengingat pertumbuhan laba yang kinclong pada kuartal III/2014.


Dari laporan keuangan perseroan pada kuartal III/2014, laba emiten berkode saham PNBN ini tercatat tumbuh 29,03% dari Rp1,45 triliun di periode yang sama tahun lalu.


Pertumbuhan perolehan laba tersebut didukung peningkatan pendapatan bunga dan fee based income perseroan.


Laporan keuangan PNBN mencatatkan pendapatan bunga perseroan naik 20,11% dari Rp7,9 triliun pada kuartal III/2013 menjadi Rp9,5 triliun di periode yang sama tahun ini.


Kenaikan tersebut, ditopang peningkatan penyaluran kredit yang tercatat tumbuh tipis sebesar 6,31% dari Rp102,6 triliun pada September 2013 menjadi Rp109,1 triliun di bulan yang sama tahun ini.


Sementara pendapatan operasional selain bunga PNBN tercatat naik 31,05% menjadi Rp1,5 triliun pada September 2014 dari Rp1,1 triliun di periode yang sama tahun lalu.


Namun, pertumbuhan kredit juga nampaknya diikuti dengan peningkatan rasio kredit bermasalah.


Pada September 2014, non performing loan (NPL) gross PNBN tercatat naik 59 basis poin (bps) dari 1,43% menjadi 2,02%.


Kenaikan juga terpantau dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan loan to deposit ratio (LDR) yang naik masing-masing 220 bps dan 75 bps.


Hingga kuartal III/2014, BOPO dan LDR PNBN tercatat sebesar 80,43% dan 90,50%.


Sebelumnya, Corporate Secretary Panin Bank Jasman Ginting mengatakan Bank Panin memfokuskan penyaluran pinjaman ke sektor ritel.


Sebanyak lebih dari 60% total pinjaman disalurkan ke sektor ritel dalam bentuk kredit konsumen dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Sementara sisanya, kredit PNBN disalurkan ke sektor korporasi dan lembaga pembiayaan.


Adapun bank yang 46,04% sahamnya dikuasai PT Panin Financial Tbk ini juga mencatatkan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,44% dari Rp114,3 triliun pada September 2013 menjadi Rp120,6 triliun di bulan yang sama tahun ini.


Perolehan ini tercatat jauh lebih lambat dibanding pertumbuhan kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 13,35% dari Rp107,4 triliun pada semester I/2013 menjadi Rp121,8 triliun di periode yang sama tahun ini.



PT Bank Panin Optimis Raih Laba Sebesar Rp2 Triliun