Showing posts with label ekonomi kreatif. Show all posts
Showing posts with label ekonomi kreatif. Show all posts

Thursday, December 11, 2014

Presiden Joko Widodo Mendukung Total Film Nasional

Financeroll – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya dan pemerintah mendukung total film nasional, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung sepenuhnya film Indonesia.


Hal itu disampaikan Jokowi saat berbicara di acara penganugerahan Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang. Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan kedua anaknya Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangerep.


Menurut Jokowi, yang hadir mengenakan batik, dirinya adalah penonton film Indonesia. Biasanya dia menonton saat Sabtu malam. Setidaknya, ada 3 film yang diingat ditontonnya yaitu: “Manusa Setengah Salmon”, “Comic 8”, dan ‘Malam Minggu Miko”.


“Saya bangga pada flm Indonesia, nanti diingat-ingat kalau dukungan tak total, saya nanti dibisiki. Benar, serius ini,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan para hadirin.


Jokowi menegaskan pemerintah mendukung penuh film Nasional, dan menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu menyatukan seluruh aset dan potensi kreatif, mendorong inovasi kreeatif, membangun kesadaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI), mendirikan Badan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah langsung Presiden.


“Saya mengajak seluruh masyarakat mencintai film Indonesia. Wajah film itu menunjukkan wajah bangsa Indonesia,” tambah Jokowi.



Presiden Joko Widodo Mendukung Total Film Nasional

Sunday, November 23, 2014

Pemerintah Siapkan Dua Badan BPEK dan BTPPDN

Financeroll – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) saat ini tengah menyiapkan dua payung hukum bagi dua institusi baru dalam bidang ekonomi kreatif.


Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan-RB Rini Widyantini di Jakarta, mengatakan kedua institusi tersebut adalah Badan Pengembangan Ekonomi Kreatif (BPEK) dan Badan Terpadu Promosi Produk Dalam Negeri (BTPPDN).


Kedua lembaga itu berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, yang mana saat ini tengah disiapkan Rancangan Peraturan Presiden untuk keduanya.


Pemerintahan Jokowi-JK tetap berkomitmen untuk menangani pengembangan ekonomi kreatif, yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Komitmen itu akan diwujudkan dengan pembentukan BPEK dan pemerintah juga akan menghidupkan kembali BTPPDN.


Subsektor industri kreatif menjadi salah satu program “quick wins” Pemerintah Jokowi-JK dan mengindikasikan perlunya dibentuk badan yang dapat menangani isu-isu besar dalam masalah ekonomi kreatif.


Ekonomi kreatif merupakan urusan yang masih tersebar di beberapa instansi, nantinya BPEK bertugas melaksanakan kebijakan pemerintah, guna mensinergikan pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif.


Seperti diketahui salah satu program nyata Nawa Cita (sembilan program Jokowi-JK) akan dilakukan dengan menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor perekonomian penting, di mana disinyalir dapat berkontribusi pada GDP (Gross Domestic Product) hingga 15 persen di tahun 2025 dengan prasyarat hanya konsolidasi lintas kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.


Adapun pelaksanaan urusan promosi perdagangan merupakan penjabaran dari agenda keenam Nawa Cita, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.



Pemerintah Siapkan Dua Badan BPEK dan BTPPDN