Showing posts with label pajak pertambahan nilai. Show all posts
Showing posts with label pajak pertambahan nilai. Show all posts

Saturday, January 10, 2015

PT Aneka Tambang Pastikan Pengenaan PPN 10% Untuk Produk Anoda Slime

Financeroll – PT Aneka Tambang Tbk meminta kejelasan pemerintah terkait pengenaan pajak pertambahan nilai sebesar 10% untuk produk anoda slime.


Corporate Secretary Aneka Tambang (Antam) Tri Hartono mengatakan pengenaan pajak pertambahan nilai itu menghanbat pengoperasian pabrik pengolahan anoda slime di Pulogadung, Jakarta.


Dengan PPN tersebut, maka kegiatan pengolahan anoda slime menjadi tidak ekonomis.


Dengan meminta bantuan pemerintah. Dengan meminta kejelasan soal PPN itu.


Untuk itu, dia berencana akan menyampaikan masalah tersebut ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral saat pertemuan di Bandung, akhir pekan ini.


Padahal, pabrik itu tengah dalam tahap uji coba (commisioning) dengan mengambil pasokan anoda slime dar PT Smelting.


Pabrik tersebut membutuhkan anoda slime mencapai 500 ton setahun. Pasokan direncanakan dari Smelting. Masih negosiasi.


PT Smelting di Gresik Jawa Timur merupakan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral tembaga (smelter) yang mengolah konsentrat tembaga dari PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara.


Anoda slime merupakan produk sampingan dari proses pemurnian konsentrat tembaga.



PT Aneka Tambang Pastikan Pengenaan PPN 10% Untuk Produk Anoda Slime

Saturday, December 6, 2014

Pemerintah Militer Thailand Akan menaikkan PPn 1%

Financeroll – Menyusul rencana Pemerintahan Militer Junta untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, Thailand rencana menaikkan pajak pertambahan nilai (valued-added tax) minimal 1 persentase poin tahun depan dari tingkat 7% saat ini.


Pemerintah menyampaikan untuk tahun fiskal mendatang, Negeri Seribu Pagoda membutuhkan alokasi belanja yang lebih tinggi yaitu sekitar 2,88 triliun baht atau setara US$87,5 miliar. Oleh karena itu, negara itu siap untuk sedikit melebarkan defisit anggaran.


Menteri Keuangan Sommai Phasee di Bangkok mengatakan defisit bujet negara akan berada di tingkat minimal 300 miliar baht.


Adapun, sebelumnya pemerintah telah menyusun alokasi bujet sebesar 2,6 triliun baht dengan proyeksi defisit sebesar 250 miliar baht.


Sebelumnya, pemerintah Thailand juga telah menandatangani sejumlah proyek pembangunan infrastruktur.


Untuk memulihkan ekonomi pascakrisis politik Mei lalu, Junta ingin fokus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produksi pertanian melalui sejumlah program pro petani.


Untuk proyek-proyek pembangunan itu, Sommai mengungkapkan pemerintah membutuhkan lebih banyak dana.


Selain proyek infrastruktur, lanjutnya, pemerintah juga akan mereformasi sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan publik.


Maka akan menaikkan PPn, satu persentase poin akan cukup.



Pemerintah Militer Thailand Akan menaikkan PPn 1%