Showing posts with label pemerintah provinsi dki. Show all posts
Showing posts with label pemerintah provinsi dki. Show all posts

Sunday, November 30, 2014

Basuki Tjahaja Purnama Serahkan Keputusan Direktur Keuangan ke Internal Bank

Financeroll – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyerahkan keputusan mengenai pemilihan Direktur Keuangan Bank DKI kepada pihak internal bank.


Pemerintah provinsi DKI Jakarta selaku pemilik PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI) tidak akan ikut campur terlalu jauh.


Posisi Direktur Keuangan Bank DKI kosong setelah masa jabatan Benny Santoso selesai. Saat ini, fungsi direktur keuangan dirangkap oleh Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono.


Adapun, Direktur Korporasi dan Syariah Bank DKI saat ini dijabat oleh Mulyatno Wibowo, Direktur Operasional dipegang oleh Martono Soeprapto, sedangkan posisi Direktur Kepatuhan diduduki oleh Agus Suryantono.


Sementara itu, Komisaris Utama Bank DKI adalah Hasan Basri Saleh, yang didukung oleh dua komisaris independen yakni Sarwanto dan Agoest Soebhektie.



Basuki Tjahaja Purnama Serahkan Keputusan Direktur Keuangan ke Internal Bank

Saturday, November 29, 2014

Pemprov DKI Akan Tata Kota Seperti Singapura

Financeroll – Pemerintah Provinsi DKI ingin menata kotanya seperti Singapura, dengan melibatkan investor dan perusahaan milik daerah.


Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Provinsi (BPMP) DKI Catur Laswanto mengatakan pada prinsipnya ingin mengcontoh bagaimana Singapura menata kotanya.


Upaya ini adalah salah satu cara untuk menata DKI. Pasalnya, peluang investasi ada di antara rencana pembangunan kota.


Sebagai contoh, dari sektor properti hingga infrastruktur sanitasi, DKI membutuhkan dana yang tak sedikit. Pemprov DKI butuh banyak sekali dana untuk pembangunan.


Nantinya, akan ada agenda lebih lanjut agar investasi asing asal Pulau Tumasik itu dapat ditindaklanjuti dengan mempertemukannya bersama perusahaan pelat merah milik Jakarta.


Dengan berharap perusahaan daerah di Jakarta bisa menindaklanjuti dengan bertemu dengan pelaku usaha dari Singapura.


Dari data lansiran BPMP tentang realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan III, Singapura menduduki posisi ke-4 negara dengan investasi tertinggi dari 40 negara.


Pada triwulan III saja tercatat US$164,4 juta dari 88 proyek. Sementara, di posisi pertama yaitu Belanda dengan investasi US$663,5 juta dari 12 proyek. Berturut-turut, investasi gabungan sebesar US$304,3 juta dari 167 proyek. Lalu, Hongkong senilai US$214,8 juta dari 22 proyek.


Dengan begitu membuka peluang investasi bagi para investor Singapura. Asalkan, dengan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Singapura termasuk yang sangat besar investasinya. Kami sangat welcome.



Pemprov DKI Akan Tata Kota Seperti Singapura