Showing posts with label dki jakarta. Show all posts
Showing posts with label dki jakarta. Show all posts

Friday, December 12, 2014

DKI Cari Pengembang Penganti Jakarta Monorail

Financeroll – Pemprov DKI akhirnya menghentikan proyek monorel lantaran PT Jakarta Monorail (JM) selaku pengembang tidak dapat memenuhi syarat-syarat yang diminta Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.


Namun begitu, Pemprov DKI masih membuka kesempatan bagi pengembang lain untuk menggarap proyek transportasi publik tersebut.


Basuki mengatakan, meski proyek tersebut dihentikan, bukan berarti dirinya tidak setuju dengan program monorel. Dirinya hanya tidak sejalan dengan pengembang yakni PT JM.


“Saya tolak PT JM, tapi bukan program Monorel. Karena secara teknis dan uang, kamu tidak bisa penuhi permintaan saya,” kata Basuki, di Balaikota DKI Jakarta.


Jika ada pengembang lain, maka akan dipertimbangkan kembali. Sebab ibu kota memerlukan banyak moda transportasi, khususnya yang berbasis rel.


Hingga batas waktu yang diberikan, PT JM tidak dapat memenuhi tiga syarat yang diajukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Adapun ketiga syarat tersebut adalah, jaminan bank sebesar 30 persen dari nilai pembangunan, pemindahan depo di Tanah Abang dan Setiabudi.


“Dari tiga poin itu tak satupun bisa dia penuhi. Yakni soal jaminan bank, Tanah Abang dan Setiabudi. Kamu mau enggak KBT (Kanal Banjir Timur) jebol? Jaminan bank yang diminta DKI 30 persen. Tapi PT JM maunya satu persen,” ujarnya.


Bahkan untuk memastikannya, Basuki telah melakukan analisa tata ruang untuk pembangunan depo di Tanah Abang dan KBT, Setiabudi. Sebab, pihaknya menolak pembangunan ini khawatir terjadi ketimpangan dalam pembangunan. Sehingga menyebabkan infrastruktur yang ada rusak.


“Keputusan kami suruh PT JM cari lagi tempat lain yang masuk akal. Kalau gak masuk akal kami tolak,” kata Ahok.



DKI Cari Pengembang Penganti Jakarta Monorail

Saturday, November 29, 2014

Pemprov DKI Akan Tata Kota Seperti Singapura

Financeroll – Pemerintah Provinsi DKI ingin menata kotanya seperti Singapura, dengan melibatkan investor dan perusahaan milik daerah.


Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Provinsi (BPMP) DKI Catur Laswanto mengatakan pada prinsipnya ingin mengcontoh bagaimana Singapura menata kotanya.


Upaya ini adalah salah satu cara untuk menata DKI. Pasalnya, peluang investasi ada di antara rencana pembangunan kota.


Sebagai contoh, dari sektor properti hingga infrastruktur sanitasi, DKI membutuhkan dana yang tak sedikit. Pemprov DKI butuh banyak sekali dana untuk pembangunan.


Nantinya, akan ada agenda lebih lanjut agar investasi asing asal Pulau Tumasik itu dapat ditindaklanjuti dengan mempertemukannya bersama perusahaan pelat merah milik Jakarta.


Dengan berharap perusahaan daerah di Jakarta bisa menindaklanjuti dengan bertemu dengan pelaku usaha dari Singapura.


Dari data lansiran BPMP tentang realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan III, Singapura menduduki posisi ke-4 negara dengan investasi tertinggi dari 40 negara.


Pada triwulan III saja tercatat US$164,4 juta dari 88 proyek. Sementara, di posisi pertama yaitu Belanda dengan investasi US$663,5 juta dari 12 proyek. Berturut-turut, investasi gabungan sebesar US$304,3 juta dari 167 proyek. Lalu, Hongkong senilai US$214,8 juta dari 22 proyek.


Dengan begitu membuka peluang investasi bagi para investor Singapura. Asalkan, dengan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Singapura termasuk yang sangat besar investasinya. Kami sangat welcome.



Pemprov DKI Akan Tata Kota Seperti Singapura

Saturday, October 25, 2014

Sewa Ruang Ritel DKI Jakarta Alami Kenaikan Hingga 11,6%

Financeroll – Secara rata-rata, harga sewa ruang ritel di kawasan utama DKI Jakarta mengalami kenaikan hingga 11,6% pada kuartal III/2014, dibandingkan kuartal sebelumnya, walaupun terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.


Konsultan properti DTZ menyebutkan harga sewa rata-rata saat ini adalah Rp538.000/m2/bulan, sementara untuk service charge berkisar Rp130.000/m2/bulan, atau naik 22,4% dibanding kuartal sebelumnya.


Sepanjang kuartal tersebut, DTZ mencatat tidak ada pasokan ruang ritel baru yang masuk. Dengan jumlah pasokan yang terbatas, membuat harga sewa mengalami pertumbuhan.


Walaupun begitu, pelemahan yang terjadi tersebut cukup memengaruhi kinerja peritel, termasuk beberapa brand baru seperti Sephora (kosmetik asal Perancis) dan Pumpkin Patch (pakaian anak dari New Zealand).


Karena masih adanya berbagai ketidakpastian akibat kondisi politik saat ini, diperkirakan turut mempengaruhi keputusan dari investor untuk melakukan ekspansi yang ada. Dengan begitu, turut memengaruhi pertumbuhan penyewaan ruang ritel hingga akhir 2014.



Sewa Ruang Ritel DKI Jakarta Alami Kenaikan Hingga 11,6%