Showing posts with label rumah susun. Show all posts
Showing posts with label rumah susun. Show all posts

Saturday, December 27, 2014

Pemerintah Bangun 58.000 Rumah Sejahtra dan Rumah susun

Financeroll – Pemerintah membangun 58.000 rumah sejahtera dan rumah susun untuk masyarakat dan pekerja berpenghasilan rendah pada tahun depan. Pembangunan rumah tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp5,1 triliun dari APBN.


Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus mengatakan rumah sejahtera diperuntukkan bagi pekerja berpenghasilan maksimal Rp4 juta, adapun rumah susun bisa dimiliki oleh pekerja yang berpenghasilan maksimal Rp7 juta.


Akan dibangun 58.000 unit rumah sederhana dan rumah susun tahun depan. Itu untuk penerima fasilitas pembiayaaan perumahan, termasuk pekerja juga.


Masyarakat atau pekerja penerima fasilitas pembiayaan perumahan tersebut nantinya akan dibebaskan dari pajak penghasilan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK/03/2014 tentang Batasan Rumah Sederhana, Rumah Sangat Sederhana, Rumah Susun Sederhana, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, serta Perumahan Lainnya.


Ini bebas pajak, sudah ada peraturan menteri keuangan bahwa rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah bebas pajak penghasilan 10%.


Sejak program ini dijalankan pada 2010, anggaran pembangunan perumahan berasal dari APBN. Dalam empat tahun terakhir anggaran yang sudah dialokasikan yakni sebesar Rp15,5 triliun untuk pembangunan 346.000 unit rumah.


Untuk tahun-tahun selanjutnya jumlah rumah yang dibangun untuk masyarakat dan pekerja berpenghasilan rendah diprediksi akan semakin besar seiring adanya sumber dana dari pihak terkait lainnya untuk program ini.


Dana dari pihak lain tersebut berasal dari Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dana jangka panjang bank pelaksana, dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, tabungan haji, dana pensiun, serta dana tanggung jawab sosial perusahaan.


Itu yang kami rencanakan dan akan dilaksanakan untuk ke depan.



Pemerintah Bangun 58.000 Rumah Sejahtra dan Rumah susun

Pasar Hunian Vertikal Depok dan Bogor Meningkat

Financeroll – Pasar hunian vertikal di wilayah Depok dan Bogor pada 2015 diprediksi akan semakin bergairah ditandai dengan meningkatnya kebutuhan rumah layak di dua daerah tersebut.


Koordinator Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (Appersi) Wilayah IV Abun Yamin Syam mengatakan bertambahnya penduduk di Depok dan Bogor berimbas pada kebutuhan hunian baru.


Depok dan Bogor kini sudah jadi kota metropolitan yang menyebabkan para penduduknya terdesak untuk memiliki hunian layak.


Kebijakan sejumlah pemerintah daerah dengan mewajibkan pengembang membangun hunian vertikal mendorong bisnis apartemen dan rumah susun semakin bergairah pada tahun mendatang.


Hunian vertikal akan menjadi alternatif bagi konsumen yang memiliki pendapatan cukup maupun yang pas-pasan.


Pasalnya, taksiran harga rumah susun lebih dari Rp120 juta dan apartemen di atas Rp200 juta menjadi pasar utama penduduk metropolitan.


Adapun beberapa wilayah yang tidak memiliki prospek cerah untuk bisnis hunian vertikal tersebut antara lain Purwakarta dan Karawang.


Lahan di dua daerah tersebut masih banyak yang kosong. Sementara, hunian vertikal dibangun atas dasar minimnya lahan untuk pembangunan rumah tapak.


Pasar pada Purwakarta dan Karawang pada 2015 masih didominasi oleh perumahan tapak.



Pasar Hunian Vertikal Depok dan Bogor Meningkat