Showing posts with label 2014. Show all posts
Showing posts with label 2014. Show all posts

Tuesday, December 30, 2014

2014, Inflasi Indonesia Diperkirakan Hingga 8,2 Persen

Financeroll – Di pengujung 2014, kondisi ekonomi dan politik di Indonesia masih penuh dinamika dan tekanan.  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang lalu  diikuti melemahnya nilai tukar Rupiah tak serta merta membuat masyarakat kehilangan harapan dan pesimistis.


Bank Indonesia (BI) memprediksi laju inflasi sepanjang 2014 mencapai lebih dari 8% yaitu 8,1-8,2%. Ini berarti di kisaran batas atas perkiraan BI 7,7-8,1%.  Inflasi lebih disebabkan, karena administered prices(kenaikan BBM dan transportasi) dan volatile food (bahan pangan) sehingga perlu koordinasi sehingga inflasinya dapat lebih terkendali. Sumbangan inflasi terbesar memang terjadi pada Desember 2014 di mana dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak ( BBM) yang dilakukan pemerintah mulai dirasakan.


Selain itu,  Bank Indonesia (BI) memprediksikan inflasi Desember ada pada kisaran 2,1-2,2%.   Inflasi Desember lebih banyak dipengaruhi oleh dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebab pada November dampak kenaikan harga BBM masih relatif kecil. Selain itu, ada juga dampak ikutan akibat kenaikan harga BBM seperti harga transportasi dan bahan makanan. Serta diikuti oleh liburan Natal dan Tahun Baru.


Perekonomian Indonesia tahun 2015 diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,8%, kata Anggota DPR Komisi XI dan Direktur Eksekutif Megawati Institute Arief Budimanta.  Dalam acara “Forum Alumni IPB mengenai Outlook Perekonomian Indonesia Tahun 2015″,  di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (30/12).


Menurut Arief,  faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 adalah investasi dan konsumsi swasta.  Selain itu, proyek-proyek infrastruktur pemerintah akan segera direalisasikan di semester dua tahun 2015.  Selain itu,  faktor eksternal masih mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015, terutama perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan melemahnya perekonomian Tiongkok.


Di sisi lain, kinerja perekonomian global pada 2015 diproyeksikan lebih baik dibandingkan 2014, kendati perbaikannya tidak signifikan. Pada proyeksi terakhirnya, Oktober 2014, Dana Moneter Internasional atau IMF mengingatkan stagnasi di negara-negara maju saat mengumumkan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di markasnya, Washington, Amerika Serikat (AS).


Menurut IMF, risiko-risiko yang dihadapi perekonomian global tahun 2014 meningkat, dari mulai krisis politik Rusia-Ukraina hingga pergolakan di Timur Tengah. Selain itu, ancaman terhadap perekonomian dunia makin besar jika wabah Ebola di Afrika barat tidak tertangani.  IMF juga menyatakan, luka mendalam akibat krisis ekonomi yang dimulai pada 2008 terbukti sulit disembuhkan, khususnya di Eropa. Tapi, IMF juga menyatakan bahwa kekuatan ekonomi negara-negara maju bisa ditingkatkan dengan investasi di sektor infrastruktur dan dibiayai oleh negara. [geng]



2014, Inflasi Indonesia Diperkirakan Hingga 8,2 Persen

2014, IPO dan Penawaran Obligasi di Pasar Modal Melambat

Financeroll – Sepanjang  tahun 2014,  jumlah penawaran umum perdana saham (IPO) dan surat utang atau obligasi mengalami penurunan pada 2014.  Kondisi  ini disebabkan pasar modal Indonesia  terpengaruh dinamika politik  domestik dan perekonomian global.   Demikian disampaikan  Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida saat penutupan pasar modal tahun 2014 di Jakarta, Selasa (30/12).


Merujuk pada data OJK, terdapat 19 perusahaan yang sudah mendapatkan pernyataan efektif penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini, turun sekitar 34,48% dari 29 perusahaan sepanjang 2013. Penawaran saham perdana itu setara dengan nilai emisi Rp 8,26 triliun tahun ini, turun 48,18% dari nilai emisi saham baru 2013 senilai Rp15,94 triliun.


Menurut  Nurhaida, sejumlah 19 perusahaan tersebut sudah cukup baik mengingat kondisi 2014 yang dipenuhi dinamika politik dan perlambatan ekonomi global, sehingga salah satu opsi yang diambil calon emiten dengan menunda penerbitan surat berharga dari rencana awal tahun ini menjadi tahun depan.


Sebagaimana diketahui, pada tahun 2014, banyak dinamika politik dan ekonomi yang mempengaruhi keputusan perusahaan. Ada yang menganggap lebih baik di 2015.  Tahun 2014,  Indonesia mengalami pergantian kepemimpinan presiden dan parlemen, kenaikan harga BBM bersubsidi, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Dari sisi internasional, terjadi krisis di Eropa Timur antara Ukraina dan Rusia, Revolusi di Hong Kong, dan perbaikan ekonomi di AS terkait kenaikan suku bunga The Fed.


Di sisi lain, tambah Nurhaida,  OJK sebagai regulator terus melakukan upaya untuk pengembangan pasar modal. Dengan berkembangnya pasar modal, maka emiten dan investor akan bertambah serta akan membuat pasar modal tumbuh lebih baik yang dapat dicerminkan oleh pertumbuhan indeks serta kapitalisasi pasarnya.  Otoritas juga terus membuka akses yang lebih terbuka dan mudah ke pasar modal bagi investor baru, yang tentunya akan menjadikan pasar modal menjadi lebih likuid.  [geng]



2014, IPO dan Penawaran Obligasi di Pasar Modal Melambat

Wednesday, December 3, 2014

2014, Laba Bersih CIMB Niaga Diperkirakan Melambat

Financeroll – Emiten perbankan, PT CIMB Niaga Tbk,  memperkirakan laba bersih tahun ini akan turun. Direktur Strategy & Finance CIMB Niaga Wan Razly mengatakan itu karena faktor perlambatan ekonomi.  laba bersih akhir tahun 2014 diperkirakan akan mencapai Rp 3 triliun. Merujuk  laba tahu 2013, CIMB Niaga mencatat laba bersih konsolidasi (audited) Rp 4,28 triliun.


Selain itu, Wan Razly menyampaikan,  perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp 2,30 triliun pada sembilan bulan pertama 2014. Perolehan laba bersih ini, kata dia, menghasilkan earning per share (EPS) Rp 91,4 dan return on equity shareholders’ fund (ROE) sebesar 11,2%.


Tercatat, hingga akhir September 2014, ia melanjutkan, total kredit CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 166,84 triliun. Ia memaparkan, adapun dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun, mencapai Rp 166,79 triliun dan CIMB Niaga mampu menjaga Capital Adequacy Ratio (CAR) pada level 16,0% per 30 September 2014.  Untuk proyeksi akhir tahun,  diperkirakan  kredit akan tumbuh 10 persen dan dana pihak ketiga akan seiring kredit dengan tingkat loan to deposit rasio atau rasio kredit terhadap dana simpanan 94,5 persen. [geng]



2014, Laba Bersih CIMB Niaga Diperkirakan Melambat

Thursday, November 6, 2014

2014, Intan Baruaprana Akan Salurkan Pembiayaan Rp 1,1 Triliun

Financeroll – Perusahaan pembiayaan, PT Intan Barunaprana Finance Tbk (IBF) membidik penyaluran pembiayaan Rp 1,1 triliun sampai akhir 2014. Menurut Direktur Utama PT IBF Tbk Jap Hartono, target tersebut karena ada migrasi pembiayaan yang akan mendukung target tersebut.  Perseroan  mengubah porsi pembiayaan alat berat ke pertanian, industri migas dan infrastruktur yang saat ini lagi booming.


Menurut Hartono,  target pembiayaan tersebut sudah mencapai 70 persen dari target. Dengan sisa dua bulan kedepan, kata dia, perseroan optimis pencapaian target terealisasi.  Perseroan sendiri, sudah meninggalkan pembiayaan alat berat sektor pertambangan sejak 2012. Sebab saat ini sektor pertambangan terus turun pertumbuhannya.


Disampaikan juga, perseroan  akan mengalokasikan sebanyak 10 persen hasil dari IPO  untuk  insentif  ke karyawan. Direktur IBF Jap Hartono mengatakan itu terbalut dalam program MESOP atau management and employee stock option plan.  PT Intan Baruprana Finance Tbk menargetkan  perolehan dana IPO di  kisaran Rp 520 miliar hingga Rp 643 miliar.   Sesuai rencana, perseroan  akan melepas saham sebanyak 40 persen, atau sekitar 1.670.480.000 lembar dari modal ditempatkan dan disetor.


Sebagai informasi, jadwal emisi dengan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 4 November 2014 lalu. Masa penawaran umum, kata dia, 26 hingga 28 November 2014 dan penjatahan 2 Desember 2014.  Tercatat, saat IBF melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka menjadi emiten ke-20. Perseroan merupakan anak perusahaan PT Intraco Penta (Tbk), yang bergerak pembiayaan secara fleet financing untuk peralatan, mesin, truk ,bus, kapal, tonglang, kontruksi, transportasi, pertambangan, minyak, gas pertanian dan perkebunan baik syariah maupun konvensional. [geng]



2014, Intan Baruaprana Akan Salurkan Pembiayaan Rp 1,1 Triliun