Showing posts with label Berita Won. Show all posts
Showing posts with label Berita Won. Show all posts

Sunday, December 21, 2014

Won Korea Menguat Saat Eksportir Lokal Berspekulasi Menjual Dolar

Financeroll – Won Korea Selatan menguat di tengah spekulasi eksportir lokal menjual dolar untuk memulangkan pendapatan luar negeri sebagai pendekatan akhir tahun.


Bangsa ini memiliki $ 5,6 milyar surplus perdagangan pada bulan November. Indeks MSCI Asia Pasifik (MXAP) menguat untuk hari ketiga setelah minyak mentah Brent pada 19 Desember melonjak ke titik tertinggi dalam dua tahun.


Won menguat 0,3% menjadi 1.098,69 per dolar AS pada pukul 09:40 di Seoul. Mata uang ini juga menguat 0,2% terhadap yen Jepang.


Hasil pada obligasi pemerintah tiga tahun Korea Selatan turun satu basis poin atau 0,01% poin menjadi 2,18% di Seoul. Hasil pada catatan 2024 juga menurun satu basis poin menjadi 2,72%.



Won Korea Menguat Saat Eksportir Lokal Berspekulasi Menjual Dolar

Wednesday, December 10, 2014

Won Melambung, Yen Siap Menuju Puncak

Financeroll – Won naik ke posisi tertinggi dua minggu dimana hal ini meredakan kekhawatiran bahwa saing ekspor Korea Selatan akan dipengaruhi oleh mata uang Jepang yang telah melemah 8% kuartal ini.


Yen tengah menuju kenaikan terbesar tiga hari terhadap dolar selama lebih dari satu tahun. Yen dan won memang cenderung untuk melacak satu sama lain karena perusahaan di kedua negara tersebut bersaing di pasar luar negeri. Anggota dewan bank sentral akan setuju untuk menahan suku bunga acuan pada nilai 2% besok.


Won menguat 0,5% dan ditutup pada tingkat 1.102,44 per dolar di Seoul. Nilai Ini naik menjadi 1.099,25 sebelumnya dan merupakan nilai terkuat sejak 27 November.


Hasil pada obligasi pemerintah 10 tahun naik satu basis poin, atau 0,01% poin, menjadi 2,76%. Nilai Ini sebelumnya turun menjadi 2,70%.



Won Melambung, Yen Siap Menuju Puncak

Tuesday, December 9, 2014

Won Korea Menguat Tinggi dalam Minggu Ini

Financeroll – Won menguat di saat yen melakukan lompatan terbesar dalam tujuh minggu yang meredakan kekhawatiran bahwa mata uang Jepang yang lemah akan membuat ekspor Korea Selatan kurang kompetitif.


Yen menguat 0,6% kemarin sementara won mengalami penguatan terbesar sejak tanggal 2 Desember. Kedua mata uang cenderung untuk melacak satu sama lain karena perusahaan-perusahaan Korea Selatan dan Jepang bersaing di luar negeri.


Won menguat 0,3% menjadi 1.113,71 per dolar pada pukul 10:36 di Seoul dan jatuh ke level terendah 15-bulan 1.122,20 kemarin. Yen diperdagangkan pada 120,78 terhadap greenback, 0,1% lebih lemah dibandingkan penutupan sebelumnya. Mata uang ini telah menurun hampir 13% tahun ini.



Won Korea Menguat Tinggi dalam Minggu Ini

Thursday, December 4, 2014

Obligasi Turun, Won Menguat

Financeroll – Obligasi pemerintah Korea Selatan menurun minggu ini, mengangkat rekor rendah selama lima tahun


Pendapatan kotor produk domestik Korea Selatan pada kuartal ketiga naik 3,2% dari tahun sebelumnya. Anggota parlemen menyetujui rencana pemerintah untuk mengeluarkan 102,7 trilyun won ($ 92,3 milyar). Angka itu meningkat dari 97,5 trilyun dari semua penjualan yang disetujui untuk tahun ini.


Won menguat 0,3% menjadi 1.111,88 per dolar, memotong kerugian pekan ini menjadi 0,3%.



Obligasi Turun, Won Menguat

Wednesday, December 3, 2014

Won Kembali Melemah di Hari Kedua

Financeroll – Won melemah untuk hari kedua setelah adanya peningkatan dalam pekerjaan AS yang mendukung hal-hal yang mempengaruhi kenaikan suku bunga di AS. Hal ini otomatis meningkatkan nilai dolar.


Won terdepresiasi sebesar 0,2% menjadi 1,115.45 per dolar pada 09:59 di Seoul, setelah meluncur sebanyak 0,5% sebelumnya. Mata uang itu menyentuh posisi 1,119,95 pada tanggal 1 Desember, dan merupakan posisi terendah sejak Agustus 2013. Won juga melemah 0,2% menjadi 9,3058 terhadap yen.


Obligasi pemerintah menurun. Imbal hasil sebesar 3% dikarenakan pada September 2024 naik empat basis poin, (0,04% poin) menjadi 2,72%



Won Kembali Melemah di Hari Kedua