Showing posts with label Bursa Efek Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bursa Efek Indonesia. Show all posts

Monday, January 5, 2015

Otoritas Pasar Modal Akan Genjot Pembangunan Infrastruktur

Financeroll – Otoritas pasar modal Indonesia akan menggenjot pembangunan infrastruktur seiring kebijakan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk membangun sektor infrastruktur riil.


Dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Presiden menyatakan ada dana sekitar Rp240 triliun dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang bisa dipakai untuk membangun infrastruktur seperti waduk, irigasi, pelabuhan, dan jalur kereta api di luar Pulau Jawa.


Dorong sebanyaknya BUMN, sebagian disuntik lagi, utamanya infrastruktur seperti Pelindo, KAI, dan BUMN karya. Disuntik supaya percepat pembangunan infrastruktur. Jika sudah terkoneksi kota-kota, pulau-pulau, ekonomi akan jauh lebih baik dari sekarang.


Presiden mengatakan pemerintah akan membuka layanan satu pintu di tingkat nasional bagi investor yang ingin masuk ke Indonesia. Pembangunan infrastruktur akan digenjot lewat sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) seperti PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta BUMN Karya.


Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, mengatakan pasar modal akan menyambut kebijakan Presiden untuk menggenjot proyek infrastruktur. Bentuk sokongan dari pasar modal yakni penerbitan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA SP) serta reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif penyertaan terbatas. Keduanya sudah diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru terbit akhir 2014.


Peraturan OJK (POJK) tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Paritipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan terbit pada 18 November 2014. POJK tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas terbit pada 8 Desember 2014.


EBA SP bisa dimanfaatkan mulai 2015 untuk pembiayaan perumahan. Itu untuk sektor riil. Sementara, reksa dana penyertaan terbatas bisa ke infrastruktur atau sektor riil yang lain. Dengan berharap pada 2015 ada yang memanfaatkannya sehingga bisa membangun infrastruktur.


Bentuk dorongan lain dari OJK yakni penerbitan obligasi daerah. Obligasi yang disebut municipal bond ini diterbitkan pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik.


Sesungguhnya, penerbitan obligasi daerah ini sudah lama terdengar. Pemerintah Daerah Jawa Barat bahkan sudah bersiap-siap merealisasikannya pada 2014, tapi batal karena terkendala perizinan dan hal teknis regulasi.


Salah satu kendala penerbitan municipal bond yakni tidak selarasnya proses audit laporan keuangan daerah. Laporan keuangan daerah harus diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sedangkan dalam Undang-undang Pasar Modal disebut dalam kegiatan penawaran umum, seluruh dokumen dan proses audit dikerjakan akuntan publik yang terdaftar di OJK.


Dengan memberikan semacam kemudahan. Sampai saat ini masih diskusikan. Ada solusi yang muncul, mungkin saja ada penunjukkan dari BPK.


Bila municipal bond terbit, bukan tidak mungkin infrastruktur di daerah lebih cepat berkembang.


Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merampungkan ketentuan pencatatan tentang penerbitan obligasi untuk pembiayaan proyek. Direktur Utama BEI Ito Warsito menuturkan penerbitan obligasi untuk membiayai proyek ini nantinya dapat ditempuh seluruh sektor, tidak cuma perusahaan sektor konstruksi. Ketentuan ini dapat menjadi solusi bagi perusahaan yang sudah mengantongi kontrak untuk membangun proyek, tapi tidak punya dana cukup.


Dengan melihat ada kebutuhan yang khusus untuk dapat dana dari obligasi. Jadi, ini terbuka untuk semua sektor biar gampang dapat dana.


Nantinya, sebelum menerbitkan obligasi untuk pembiayaan proyek, BEI akan menilainya dari sisi kelayakan dan kronologi proyek, mendesaknya proyek, serta pihak-pihak yang terlibat. Juga ada penilaian mandat.



Otoritas Pasar Modal Akan Genjot Pembangunan Infrastruktur

Sunday, November 16, 2014

Financeroll - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).

Financeroll – PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) memohon kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara (suspensi) saham perseroan.


Direktur Indo Tambangraya Megah Edward Manurung menjelaskan pihaknya telah mencapai kesepakatan terkait pencabutan permohonan pailit perseroan.


Setelah mencapai kesepakatan dan akan menyelesaikan perselisihan tersebut segera.


Seperti diketahui, perseroan mendapatkan gugatan pailit dari Dante Lovejoy Creighton Braham terkait perselisihan ketenagakerjaan.


Pada 3 Juli 2014, Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat juga telah mengabulkan gugatan tersebut dan menghukum perseroan untuk membayar sisa upah perjanjuan kerja waktu tertentu senilai total US$180.000.


Penggugat mencabut permohonan pernyataan pailit yang diajukan dan telah membayar sesuai rekomendasi dari Kantor Pelayanan Pajak Besar 1. Dimohon suspensi saham ITMG dapat dicabut mengingat nilai sengketa sekitar US$180.000 tidak material.


Namjun BEI masih melakukan suspensi saham ITMG di seluruh pasar seiring adanya gugatan pailit terhadap emiten batubara tersebut.



Financeroll - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).

Saham PT Indo Tambangraya Megah di Suspensi BEI

Financeroll – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).


Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 1 BEI mengatakan merujuk keterbukaan informasi perihal diterimanya permohonan penyataan kepailitan dan dalam rangka menjaga pasar yang teratur, wajar, dan efisien, diputuskan untuk suspensi saham ITMG. Suspensi itu berlaku di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan pekan kemarin.


BEI juga meminta kepada para pemangku kepentingan untuk tetap memperhatikan setiap informasi perseroan terutama terkait proses kepailitan tersebut.



Saham PT Indo Tambangraya Megah di Suspensi BEI

Friday, November 14, 2014

Saham PT Dharma Samudera Fishing Industries Kembali Diperdagangkan

Financeroll – Bursa Efek Indonesia mencabut suspensi atas emiten yang bergerak di sektor perikanan, PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk.


Dalam keterangan resminya, P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) Donni Kusuma Permana dan P.H. Kepala Divisi Operasional Perdagangan Erlan Suherlan menyatakan suspensi atas perdagangan saham Dharma Samudera Fishing Industries (DSFI) dibuka mulai perdagangan sesi I besok.


Dengan demikian, efek DSFI dapat diperdagangkan kembali baik di pasar reguler maupun pasar tunai.


BEI menjatuhkan suspensi ini dilakukan karena terjadi kenaikan signifikan pada saham DSFI sebesar 146% menjadi Rp73, pada jangka waktu 27 Oktober hingga 4 November.


Ketika itu, BEI mengatakan penghentian sementara dilaksanakan agar pelaku pasar dapat mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di DSFI.



Saham PT Dharma Samudera Fishing Industries Kembali Diperdagangkan

Monday, November 3, 2014

Pergerakan IHSG Masih Didorong Oleh Sentimen Politik Dalam Negeri

FINANCEROLL – Pada bulan 31 Oktober 2014 IHSG ditutup di level 5089, melemah -48 poin atau setara -0.93% dibandingkan bulan September 2014. Diawal bulan, IHSG sempat turun hingga menuju ke level terendah dalam bulan Oktober di 4913 setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi untuk bulan September mencapai 0.27%. Untuk inflasi tahun kalender sebesar 3.71% dan inflasi tahunan (YoY) sebesar 4.53%.


Neraca perdagangan Indonesia Agustus mengalami deficit US$ 318.1 juta. Market juga merespon negatif terhadap hasil pemilihan ketua MPR yang dilaksanakan pada awal Oktober ini. Kondisi ini ditambah dengan Koalisi Merah Putih (KMP) yang cenderung mendominasi kursi MPR. Adanya kekhawatiran kedepannya kemungkinan akan menghambat kebijakan pemerintahan baru Joko Widodo dan Jusuf kalla. Disamping itu, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2014 dari 3,4 persen menjadi 3,3 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi global pada 2015 direvisi dari 4,4 persen menjadi 3,8 persen. IMF juga memperingatkan mengenai dampak perlambatan ekonomi Eropa. Menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober 2014 market kembali rebound hingga menyentuh level 5103 pada tanggal 23 Oktober. Setelah pengumuman kabinet yang dinamakan Kabinet Kerja terdiri dari 34 mentri , investor berharap kedepannya susunan kabinet ini dapat melaksanakan tugasnya sesuai ekspektasi. Sebelumnya, nama-nama mentri dalam Kabinet Kerja ini telah diperiksa oleh KPK.


Kurs Dollar terhadap Rupiah sempat menguat di level Rp 11993 per USD pada saat menjelang pelantikan Presiden Repubik Indonesia periode 2014-2019 dan sentimen positif dari pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang menandakan telah mencairnya ketegangan atara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. Namun, Rupiah kembali melemah yang masih didorong oleh kekhawatiran data ekonomi Indonesia yang belum membaik terutama data


Current Account Deficit. Selain itu dengan berakhirnya QE oleh The Fed, Kebijakan ini juga diartikan oleh pelaku pasar bahwa The Fed akan mengakhiri tren suku bunga rendah dalam waktu yang lebih dekat seiringi dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat. Sentimen dalam negeri juga tidak kalah menariknya, sudah ada kepastian bahwa harga subsidi BBM akan dinaikan sebelum akhir tahun yang mana hal ini akan berdampak positif untuk jangka panjang.


Perkembangan mengenai dana asing di pasar modal indonesia masih terjadi Net Sell sebesar Rp 3,17 Triliun selama bulan Oktober 2014. Namun, jumlah tersebut lebih baik jika dibandingkan bulan lalu Net Sell 7.4 triliun. Dua minggu awal bulan Oktober, investor asing melakukan aksi jual (net sell) hingga angka tertingginya mencapai Rp 1,4 triliun (dalam sehari). Hal ini masih didorong oleh sentiment politik dalam negeri yang masih bergeliat dan proyeksi IMF pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini direvisi turun dari 5,5 persen menjadi 5,2 persen.


Meski begitu, pada dua minggu terakhir di bulan Oktober, setelah pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, investor asing mulai melakukan aksi net buy hingga angka tertingginya menyentuh Rp 1,9 triliun (dalam sehari). Investor mulai berharap pada susunan kabinet baru pemerintah yang telah terbentuk akan melaksanakan kebijakan yang pro terhadap pasar.(Rosa/Millenium Danatama Sekuritas)



Pergerakan IHSG Masih Didorong Oleh Sentimen Politik Dalam Negeri