Showing posts with label Thailand. Show all posts
Showing posts with label Thailand. Show all posts

Saturday, January 10, 2015

Negara ASEAN Yang Menjadi Pesaing Utama RI Jelang MEA 2015

Financeroll – Secara umum negara Asean yang paling perlu diwaspadai Indonesia adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Trade Map mencatat neraca perdagangan ketiganya dalam lingkup intra-Asean selama 2008 – 2012 tak ada defisit.


Sebagai contoh, porsi ekspor Indonesia ke Asean selama 2012 hanya 22% selebihnya ke pasar global. Pada periode yang sama ekspor Malaysia ke Asia Tenggara 26,8%, Thailand 24,7%, dan Singapura sebesar 31,8%.


Dirjen Kerja sama Industri Internasional Agus Tjahajana, mengatakan kondisi sebaliknya dalam hal impor Indonesia menjadi yang terbanyak membeli barang dari Asean di antara tiga negara itu mencapai 28,1%. Adapun Malaysia 28%, Thailand 17,2%, dan Singapura 21%. Berhati-hatilah terhadap Singapura.


Negeri Tumasik tampak paling siap menghadapi era Masyarkat Ekonomi Asean (MEA) mulai penghujung 2015.


Sejauh ini Indonesia cuma punya lima produk industri yang perdagangannya di Asean lebih unggul ketimbang Singapura, yaitu produk kayu, tekstil, barang kulit, pakaian, dan mineral. Dengan kata lain peringkat kinerja perdagangan Negeri Singa pada cabang industri lain di atas Indonesia.


Namun produk unggul Indonesia terhadap negara Asean yang paling minim, yakni dengan Thailand. Kemenperin mencatat RI cuma unggul atas produk kayu dan mineral. Untuk dua sektor ini, Indonesia menduduki peringkat ke-9 dan ke-7 sedangkan Thailand ke-18 dan ke-78.



Negara ASEAN Yang Menjadi Pesaing Utama RI Jelang MEA 2015

Tuesday, December 23, 2014

SCG Akuisisi Indoris untuk Mengukuhkan Bisnis Kertas di Indonesia

Thai Containers Group Company Limited (TCG), sebuah perusahaan patungan (joint venture) 70:30 antara SCG Paper Public Company Limited dan Rengo Company Limited (Jepang), telah mengakuisisi 90% saham pada PT Indoris Printingdo (Indoris). Transaksi ini memiliki nilai perusahaan (enterprise value) sebesar 102,5 miliar rupiah termasuk utang sebesar 21 miliar rupiah, pada Kamis (18/12).


FINANCEROLL – Langkah ini dilakukan SCG untuk mengembangkan produk yang lebih bernilai tambah tinggi, memperkuat bisnis kertasnya di Indonesia, serta meningkatkan daya saing dan menjadi pemimpin bisnis berkelanjutan di kawasan ASEAN. Indoris sendiri merupakan sebuah pabrik produk kemasan berkualitas tinggi, khususnya untuk pelanggan multinasional yang berbasis di Indonesia. Dengan kapasitas gabungan sebesar 8.000 ton per tahun, produksi utamanya adalah produk dengan nilai tambah tinggi, seperti offset cartons. Pabrik Indoris yang berlokasi di Tangerang, sekitar 40 kilometer di barat Jakarta, telah tercatat melakukan penjualan senilai 53,55 miliar rupiah pada 2013.


Kan Trakulhoon, Presiden dan CEO SCG mengatakan, “Investasi ini mencerminkan tekad dari SCG untuk terus mengembangkan produk-produk yang bernilai tambah tinggi, yang memungkinkan peningkatan daya saing dan keberlanjutan, serta untuk meningkatkan kemampuan strategis SCG dalam memasuki pasar kemasan di Indonesia. Setelah akuisisi atas PT Primacorr Mandiri pada September 2013, SCG tetap berkomitmen untuk menggunakan kesempatan pertumbuhan ini untuk menjadi pemimpin bisnis berkelanjutan di kawasan ASEAN.”


 


SCG, sebagai perusahaan konglomerat terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni SCG Cement, SCG Chemicals, dan SCG Paper. Dengan lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 49.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan yang menjawab kebutuhan saat ini dan masa depan konsumen yang inovatif.


Dengan keyakinan pada potensi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk mendukung pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, SCG terus memperluas operasinya dalam mengejar menjadi pemimpin bisnis yang berkelanjutan di kawasan ASEAN sesuai dengan visi SCG. Baru-baru ini, SCG juga telah berinvestasi di beberapa proyek di seluruh kawasan ASEAN di antaranya adalah pabrik semen greenfield pertama yang terintegrasi di Indonesia dan Myanmar, akuisisi Prime Group Joint Stock Company, produsen keramik terkemuka di Vietnam, dan akuisisi PT Primacorr Mandiri, produsen kemasan terkemuka di Indonesia.


SCG mulai mengoperasikan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1995 dan secara bertahap telah  memperluas investasi dalam berbagai macam bisnis seperti PVC, ubin keramik, dan joint venture dengan mitra lokal dalam bisnis bahan bangunan. Saat ini, SCG memiliki sekitar 6.500 karyawan di Indonesia dan 23 perusahaan di berbagai industri termasuk semen dan bahan bangunan, kimia, dan manufaktur kertas. (Lukman Hqeem | @hqeem)




SCG Akuisisi Indoris untuk Mengukuhkan Bisnis Kertas di Indonesia

Saturday, December 20, 2014

Thailand Cari Investor Pembangunan Tiga Jalur Kereta Api Sepanjang 1.500 KM

Financeroll – Thailand tengah gencar mencari investasi untuk membangun tiga jalur kereta api sepanjang total 1.500 km.


Rencana ini sempat beberapa kali tertunda akibat krisis politik yang berkepanjangan.


Menteri Transportasi Thailand, Marshal Prajin Junthong mengatakan tiga jalur kereta api itu nantinya akan meghubungkan Bangkok dengan kota-kota di bagian timur, barat, utara, dan timur laut.


Selain itu, dia juga bertekad memperbarui rel-rel kereta api yang mulai menua.


Kita sedang mendiskusikan investasi dengan Jepang. Pembahasan akan kembali digelar setelah Jepang menyelesaikan administrasi pasca pemilu.


Prajin sebelumnya telah menandatangani perjanjian investasi China untuk membangun dua jalur kereta api lainnya sepanjang total 867 km. Konstruksi rel yang didanai Negeri Tembok Raksasa ini rencananya dibangun pada 2016.


Pembangunan infrastruktur akan menjadi fokus Junta Militer yang menduduki kursi pemerintahan sejak 22 Mei lalu, sebagai bagian upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lesu karena ekspor terus melemah.



Thailand Cari Investor Pembangunan Tiga Jalur Kereta Api Sepanjang 1.500 KM