Showing posts with label sumber daya manusia. Show all posts
Showing posts with label sumber daya manusia. Show all posts

Thursday, January 1, 2015

Produk, SDM dan Modal Perlu Dipahami Hadapi MEA 2015

Financeroll – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menyatakan ada 3 hal penting yang harus dipahami dalam upaya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang.


Yang pertama yakni produk, dimana produk Indonesia sendiri harus ada peningkatan kualitas dalam mengantisipasi masuknya produk dari negara lain. Kemudian yang kedua adalah sumber daya manusia (SDM) yang perlu ditingkatkan melalui kegiatan kewirausahaan. Yang ketiga adalah akses permodalan sebagai bentuk pengembangan usaha.


Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan gerakan wirausaha harus lebih ditingkatkan lagi serta kerjasama yang baik dalam menghadapi MEA 2015.


Dengan mengembangkan jiwa kewirausahaan, MEA 2015 bukanlah hal yang menakutkan. Tapi bagaimana caranya masuk ke dalam sebagai upaya untuk meraup pasar internasional.


Puspayoga mencotohkan pakaian muslim saat ini belum ada yang menjadi raja ekspor. Di Indonesia sangat terbuka menjadi eksportir pakaian muslim. Karena terganjal masalah SDM, peluang ini belum diambil. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kembali SDM-SDM agar bisa bersaing dengan negara Asean lainnya.


Peluang Indonesia dalam pasar ekspor masih terbuka lebar karena potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia sangat besar dan terbuka.


Saat ini kewirausahaan Indonesia sekitar 1,6% dari sekitar 250 juta jumlah penduduk Indonesia. Pemerintah tentunya akan mengupayakan pertumbuhan kewirausahaan minimal mencapai 2% di tahun 2015 nanti. Dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, pemerintah juga akan membangun sekitar 5 juta wirausaha muda. Hal ini tentunya diperlukan kerjasama semua pihak terkait untuk mewujudkan apa yang telah diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM.



Produk, SDM dan Modal Perlu Dipahami Hadapi MEA 2015

Thursday, December 11, 2014

Pemerintah Kota Pekanbaru Akui Belum Siap Hadapi MEA 2015

Financeroll – Pemerintah Kota Pekanbaru mengaku belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang akan diterapkan sepenuhnya mulai tahun depan.


Ayat Cahyadi, Wakil Wali Kota Pekanbaru, mengatakan daerahnya belum siap menghadapi perdagangan bebas yang akan diterapkan melalui MEA 2015. Sumber daya manusia yang ada saat ini dianggap belum memiliki kualitas untuk bersaing dengan negara Asean lainnya.


“Memang kami akui belum siap, tetapi mau tidak mau kami akan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat itu,” katanya di Pekanbaru.


Saat ini Pemprov Pekanbaru berusaha mengejar ketertinggalannya dengan memperbaiki kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Pihaknya pun akan memperbaiki sarana penunjang untuk pendidikan tingkat sekolah menengah kejuruan.


Pekanbaru tertinggal dalam menyiapkan sumber daya manusianya untuk menghadapi masyarakat ekonomi Asean. Pasalnya, negara lain telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakatnya sejak beberapa tahun lalu.


“Kami akan mengutamakan kemampuan Bahasa Inggris, agar sumber daya manusia dari pekanbaru dapat bekerja dan bersaing di luar negeri,” ujarnya.



Pemerintah Kota Pekanbaru Akui Belum Siap Hadapi MEA 2015

Sunday, November 30, 2014

Sumber Daya Manusia di Jawa Barat Belum Siap Hadapi MEA 2015

Financeroll – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat menyatakan sumber daya manusia di daerah itu belum siap menghadapi pasar bebas Asean tahun depan.


Kepala Disnakertrans Jabar Hening Widiatmoko mengatakan belum siapnya SDM menghadapi pasar bebas Asean dipicu keterampilan yang minim serta tidak adanya sertifikasi nasional.


Hal itu menjadi penghalang angkatan kerja di Jabar untuk bersaing dengan pencari kerja dari negara lain.


Thailand dan Filipina lebih siap menghadapi pasar bebas Asean tahun depan. Nantinya serbuan tenaga kerja asing tidak bisa dihindarkan.


Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas SDM yang ada salah satunya dengan menguji kompetensi tenaga kerja sesuai dengan bidang keahliannya. Mereka yang lulus akan mendapatkan sertifikat bertaraf nasional dan internasional.


Uji kompetensi ini belum dilakukan secara massal karena berbagai alasan.


Meski begitu, masing-masing perusahaan bisa melakukannya sesuai dengan bidangnya.


Minimnya keterampilan tidak hanya akan menjadi batu sandungan saat pasar bebas Asean, tetapi juga menyebabkan masyarakat di banyak daerah harus menganggur karena tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.


Contohnya seperti di beberapa daerah industri seperti Subang dan Majalengka. Warga sekitar malah tidak terserap, karena banyak yang industri memerlukan tenaga kerja dengan keterampilan dan pendidikan tertentu.



Sumber Daya Manusia di Jawa Barat Belum Siap Hadapi MEA 2015

Tuesday, November 25, 2014

Otoritas Jasa Keuangan Akan Merekrut 531 Pegawai Baru

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana merekrut 531 pegawai baru untuk keperluan pengembangan sumber daya manusia pada tahun depan.


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan penambahan pegawai tersebut diperlukan seiring dengan semakin bertambahnya beban tugas OJK pada tahu depan.


Saat ini sedang dalam proses rekrutmen 531 pegawai untuk tahun depan.


Pegawai OJK saat ini berasal dari tiga sumber, yakni mantan pegawai Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), pegawai Bank Indonesia yang ditugaskan ke OJK, dan rekrutmen pegawai secara internal oleh OJK.


Penambahan pegawai melalui rekrutmen internal oleh OJK akan dilakukan secara rutin untuk memastikan kebutuhan pegawai tercukupi. Pasalnya, tugas pengawasan dan pengaturan OJK membutuhkan banyak tenaga kerja.


Terlebih lagi, mulai 1 Januari 2014, OJK juga bertanggung jawab untuk mengawasi, mengatur, dan membina lembaga keuangan mikro.


Tugas tersebut menambah pekerjaan yang saat ini telah dijalankan oleh OJK yakni pengawasan dan pengaturan perbankan, pasar modal, serta industri keuangan nonbank yang meliputi industri asuransi, multifinance, dana pensiun, penjaminan kredit, pegadaian, modal ventura.



Otoritas Jasa Keuangan Akan Merekrut 531 Pegawai Baru