Monday, January 19, 2015

Hang Seng Masih Di Zona Hijau

Financeroll – Pergerakan bursa Asia juga terpantau mengalami kenaikan, dari bursa Hong Kong Hang Seng masih berada di zona hijau, Selasa (20/1) Seiring dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang stabil di kuartal keempat.


Indeks Hang Seng naik 0.6% ke level 23.875.17, indeks Shanghai Composite naik 1.9%.


Pertumbuhan ekonomi negeri bambu ini pada kuartal ketiga berada di level 7.3% saat ini dari laporan biro statistik di Beijing, GDP masih sama di level 7.3%, meskipun dari indurti ritel mengalami kenaikan, dan produksi industrinya juga membaik.



Hang Seng Masih Di Zona Hijau

PT Wahana Ottomitra Multiartha Akan PUT I Hingga Rp199,99 Miliar

Financeroll – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada Februari 2015.


Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan disebutkan perseroan akan menerbitkan 1,48 miliar saham baru dengan harga penawaran Rp135 per saham. Dalam aksi korporasi tersebut perseroan menargetkan memperoleh dana sebesar Rp199,99 miliar.


Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha.


Pernyataan efektif aksi korporasi itu diharapkan diperoleh pada 21 Januari 2015 dan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada hari yang sama.


Adapun pencatatan efek rights issue perusahaan pembiayaan sepeda motor itu di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 4 Februari 2015.



PT Wahana Ottomitra Multiartha Akan PUT I Hingga Rp199,99 Miliar

Harga Komoditas Kakao Tak Bertenaga

Financeroll – Perdagangan komoditas kakao pada sesi Selasa (20/1) mengalami penurunan harga.


Perdagangan kakao dibuka pada tingkat 2.974. Komoditas ini sempat menyentuh tingkat tertinggi di angka 2.977 dan sempat menyentuh posisi terendah di angka 2.936 pada grafik perdagangan Selasa.


Kakao mengalami penurunan harga komoditas sebanyak 20,50 poin atau sebesar 0,69%. Pada pukul 11:20 WIB, perdagangan ini bersandar pada titik 2,952.





Harga Komoditas Kakao Tak Bertenaga

Minyak Berjangka Masih Dalam Tekanan

Financeroll – Harga minyak menurun lemah di Asia, Selasa (20/1) pasca data GDP Tiongkok yang mengalami perlambatan sejak 2009.


Di New York Mercantile Exchange, minyak WTI untuk pengiriman pada bulan Maret turun 2,71% ke level $47.80 barel.


Sementara di ICE Futures Exchange di London, minyak Brent untuk pengiriman Februari juga turun 71 sen atau 1,43% ke level $49.46 per barel.


Dari laporan biro statistik di Beijing, GDP Tiongkok pada kuartal keempat naik 7.3%, produksi industri juga naik 7,9% di bulan Desember dan penjualan ritel naik 11,9%.


Minyak berjangka masih berada di bawah tekanan, didorong dari indikasi produsen OPEC yang menunjukkan tidak akan mengurangi output. Sementara Menteri Minyak Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan pada hari minggu, bahwa negaranya memompa dengan laju percepatan 4 juta barel per hari pada bulan Desember, di tengah keprihatinan atas banjirnya di pasokan global.


Kekhawatiran atas melemahnya permintaan global dikombinasikan dengan indikasi bahwa organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) tidak akan tidak memotong output untuk mendukung pasar minyak ditimbang dari harga dalam beberapa bulan terakhir, dan pada saat yang sama pula peningkatan pasokan minyak mentah dari formasi serpih Amerika telah membantu membuat banjirnya pasokan di pasar dunia.



Minyak Berjangka Masih Dalam Tekanan

PT Adhi Karya Proyeksikan Right Issue Capai Rp2,745 Triliun

Financeroll – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memproyekskan perolehan dana penerbitan saham baru melalui mekanisme right issue mencapai Rp2,745 triliun.


Berdasarkan dokumen resmi perseroan yang diperoleh dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, disebutkan right issue yang akan diserap pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) mencapai Rp 1,4 triliun.


Pemerintah memiliki 51% saham ADHI dan menjadi pemilik mayoritas.


Sedangkan porsi kepemilikan publik sekitar 49% diperkirakan akan menyerap right issue senilai Rp1,345 triliun. Sehingga, total perolehan dana right issue mencapai Rp2,745 triliun.


Rencana penggunaan dana PMN melalui right issue tersebut, akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek yang dikerjakan manajemen ADHI.


Diantaranya proyek untuk angkutan masal senilai Rp1,893 triliun dan stasiun serta properti pendukung senilai Rp852 miliar.



PT Adhi Karya Proyeksikan Right Issue Capai Rp2,745 Triliun

EURJPY Cerah

Financeroll – Berdasarkan grafik 30 menit untuk EURJPY mengindikasikan bahwa tekanan beli masih dominan menuju target terdekat di 137.11. Jika buyer mendominasi di atas level tersebut maka memungkinkan akan mengusik target berikutnya di 137.56. Kegagalan skenario tersebut akan mengembalikan EURJPY pada posisi merosot menuju level 136.54 hingga level kritis di 136.38.


Resistant : 137.17, 137.47, 137.84

Support : 136.50, 136.13, 135.83


Skenario Transaksi :

Buy di 136.85, target di 137.45, stop loss di 136.45

Sell di 136.60, target di 136.00, stop loss di 137.00

(HP-FR)



EURJPY Cerah

PT Aneka Tambang Proyeksikan Raih Dana Segar Rp10,77 Triliun

Financeroll – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. memproyeksikan perolehan dana segar hasil penerbitan saham baru melalui mekanisme right issue senilai total Rp10,77 triliun.


Direktur Utama ANTM Tato Miraza mengatakan perolehan dana right issue tersebut berasal dari penyertaan modal negara (PMN) senilai total Rp7 triliun. Pemerintah menggenggam saham ANTM sebesar 65%.


Publik memiliki saham 35% sehingga right issue mencapai Rp3,77 triliun.


Perolehan dana right issue tersebut akan digunakan untuk pembangunan proyek Anode Slime. Investasi untuk proyek ini diperkirakan mencapai US$32 juta pada 2015 dan US$8 juta pada tahun depan.


Kemudian, dana PMN tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan proyek smelter grade alumina Mempawah. Diperkirakan akan menelan investasi dari right issue masing-masing 2015 sebesar US$32 juta, 2016 sebesar US$75 juta, pada 2017 sebesar US$98 juta, dan pada 2018 sebesar US$22,5 juta.


Keseluruhan dana right issue untuk proyek smelter grade alimina Mempawah mencapai US$217,5 juta dalam 4 tahun hingga 2018.


Terakhir, dana right issue akan digunakan ANTM untuk pembangunan proyek feronikel Halmahera Timur senilai total US$640 juta. Masing-masing investasi pada 2015 US$256 juta, pada 2016 senilai US$320 juta, dan pada 2017 senilai US$64 juta.



PT Aneka Tambang Proyeksikan Raih Dana Segar Rp10,77 Triliun