Showing posts with label Aksi beli investor domestik. Show all posts
Showing posts with label Aksi beli investor domestik. Show all posts

Wednesday, November 26, 2014

Sektor Industri Menopang, IHSG Ditutup Menguat

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound 14 poin berkat penguatan saham-saham di sektor aneka industri. Aksi beli mulai marak jelang penutupan perdagangan.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 6,294 poin (0,12%) ke level 5.125,239 di tengah koreksi bursa-bursa Asia.  Aksi beli investor domestik membawa Indeks ke zona hijau.


Selain itu, investor belum terlalu bersemangat karena minimnya sentimen positif. Namun saham-saham unggulan bisa menguat berkat aksi beli selektif.  Menutup  perdagangan SesiI I, IHSG menipis 8,472 poin (0,17%) ke level 5.110,473. Aksi jual investor asing membuat indeks jatuh ke zona merah. Indeks bergerak di rentang yang tipis.


Tercatat setelah naik di awal perdagangan, IHSG tak lama langsung kena koreksi. Investor asing masih terus melepas saham gara-gara kurangnya sentimen positif.  Menutup perdagangan, Rabu (26/11), IHSG menguat 14,091 poin (0,28%) ke level 5.133,036. Sementara Indeks unggulan LQ45 tumbuh 3,310 poin (0,38%) ke level 884,587.


Selain saham di sektor aneka industri, saham-saham di agrikultur, pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan konstruksi juga rata-rata berhasil menguat. Investor asing memutuskan beli saham di menit-menit terakhir.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 692,357 miliar di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler hanya Rp 137,269 miliar.


Hari ini, perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.617 kali dengan volume 5,74 miliar lembar saham senilai Rp 4,703 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 140 turun, dan 103 saham stagnan.  Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Pasar saham Tiongkok dan Hong Kong mampu bertahan di zona hijau.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 975 ke Rp 60.975, United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 18.175, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 435 ke Rp 2.400, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 300 ke Rp 4.150.


Sedangkan  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.500, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, Siloam (SILO) turun Rp 325 ke Rp 14.025, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 275 ke Rp 5.075.


Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 24,04 poin (0,14%) ke level 17.383,58, Indeks Hang Seng melonjak 268,07 poin (1,12%) ke level 24.111,98, Indeks Komposit Shanghai menanjak 36,75 poin (1,43%) ke level 2.604,35, dan  Indeks Straits Times naik tipis 0,94 poin (0,03%) ke level 3.345,93. [geng]



Sektor Industri Menopang, IHSG Ditutup Menguat

Thursday, October 9, 2014

Sentimen Penggerak Cukup Kuat, Pasar Uang Dometik Bergerak Positif

Financeroll - Pada perdagangan Kamis (9/10) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (9/10) sore, menguat 97 poin menjadi Rp 12.138 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.235 per dolar AS.  Masih melambatnya inflasi AS menjadi salah satu faktor mata uang dolar AS mengalami tekanan.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound 43 poin didorong positifnya bursa global dan regional. Indeks gagal balik ke level 5.000.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 34,706 poin (0,70%) ke level 4.993,225 disokong  penguatan bursa global dan regional.


Tingkat inflasi merupakan salah satu pencapaian penting bagi the Fed untuk menaikan suku bunganya selain data tenaga kerja.  Meski demikian, kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis ini diprediksi hanya bersifat sementara menyusul kondisi politik di dalam negeri masih belum kondusif.   Sentimen dari kebijakan the Fed yang akan mengakhiri program quantitative easing (QE) juga masih membayangi laju mata uang rupiah untuk melanjutkan apresiasi.  Faktor teknikal juga menjadi salah satu pemicu mata uang rupiah kembali menguat, sebagian pelaku pasar mulai melepas dolar AS untuk merealisasikan keuntungan.


Di sisi lain, dolar AS sudah menguat cukup tinggi sehingga mendorong pelaku pasar uang jangka pendek di dalam negeri memanfaatkan momentum itu untuk merealisasikan keuntungan.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI)  pada hari Kamis (9/10) tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.190 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.241 per dolar AS.


Dari bursa saham, investor domestik mendominasi perdagangan.  Menutup perdagangan, melaju 45,673 poin (0,92%) ke level 5.004,192 berkat aksi beli investor domestik. Rata-rata penguatan indeks sektoral cukup tinggi, sekitar 1%.   Sejumlah saham unggulan dan lapis dua yang kemarin sudah turun kini jadi incaran investor. Jelang penutupan perdagangan, laju penguatan Indeks sedikit melambat akibat aksi ambil untung. Pada akhir perdagangan, Kamis (9/10/2014), IHSG ditutup tumbuh 35,360 poin (0,71%) ke level 4.993,879. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 7,029 poin (0,84%) ke level 844,396.


Tercatat sembilan sektor berhasil menguat, hanya sektor tambang yang masih melemah. Transaksi investor asing sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 267,329 miliar di pasar reguler dan negosiasi.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 184.844 kali dengan volume 4,808 miliar lembar saham senilai Rp 3,983 triliun. Sebanyak 196 saham naik, 92 turun, dan 91 saham stagnan.


Penguatan Wall Street semalam mendorong bursa-bursa di Asia rata-rata berakhir positif sore hari ini. Hanya pasar saham Jepang yang terkena koreksi.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melemah 117,05 poin (0,75%) ke level 15.478,93, Indeks Hang Seng melonjak 271,20 poin (1,17%) ke level 23.534,53, Indeks Komposit Shanghai menguat 6,58 poin (0,28%) ke level 2.389,37, dan  Indeks Straits Times menanjak 36,21 poin (1,12%) ke level 3.262,92. [geng]



Sentimen Penggerak Cukup Kuat, Pasar Uang Dometik Bergerak Positif