Showing posts with label Bank Bukopin. Show all posts
Showing posts with label Bank Bukopin. Show all posts

Sunday, November 30, 2014

PT Bank Bukopin Targetkan Penyaluran Kredit Sebesar Rp60 Triliuh

Financeroll – PT Bank Bukopin Tbk. menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp60 triliun pada akhir tahun ini. Hingga kuartal III/2014 perseroan tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp50,4 triliun.


Agus Hernawan, Direktur Ritel Bank Bukopin mengatakan kredit perseroan pada tahun ini dipatok tumbuh sesuai dengan arahan regulator yakni pada kisaran 15% hingga 17%.


Akhir tahun ini sesuai dengan RBB sekitar Rp60-an triliun. Tahun depan pertumbuhan kredit juga akan diarahan supaya sesuai dengan anjuran regulator.


Sektor ritel yang terdiri dari UKM, mikro, dan konsumer masih menjadi penopang pembiayaan perseroan. Hingga kuartal III/2014, kredit sektor ritel mencaplok pangsa lebih dari 60% dari angka total kredit atau setara dengan nominal sebesar Rp32,33 triliun.


Dari angka itu kredit segmen UKM tercatat sebesar Rp19,9 triliun, mikro sebesar Rp4,8 triliun dan konsumer sebesar Rp7,6 triliun. Adapun, kredit komersial yang disalurkan pada kuartal III/2014 sebesar Rp18,09 triliun.


Perseroan banyak membiayai pelaku UKM yang bergerak di bidang perdagangan, usaha konstruksi kecil, dan usaha klontongan.


Selain itu, perseroan juga membiayai sektor perikanan melalui program swamitra. Bukopin hingga kuartal III/2014 memiliki sebanyak 625 outlet swamitra dengan total anggota mencapai 510.000 orang.


Perseroan juga membiayai pensiunan melalui kerja sama dengan 17 instansi pemerintahan. Total pembiyaan untuk pensiunan hingga September mencapai Rp2,7 triliun.


Walaupun tidak ada keberatan dengan pembatasan suku bunga untuk kredit UMKM sepanjang bank-bank lain juga patuh terhadap ketetapan yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu.


Tentu akan melakukan efisiensi sehingga bunga kepada pelaku UKM tidak terlalu tinggi supaya kualitas kredit juga baik.


Pada akhir tahun ini, perseroan menargetkan rasio kredit (non performing loan/NPL) berada di bawah level 3%. Dan diklaim kredit mikro memiliki NPL yang kecil karena menggunakan skema pemotongan gaji untuk pensiunan dan cicilan yang ringan bagi pelaku UMKM.



PT Bank Bukopin Targetkan Penyaluran Kredit Sebesar Rp60 Triliuh

Monday, November 3, 2014

PT Bank Bukopin Mencatat Laba Rp677 Miliar

Financeroll – PT Bank Bukopin Tbk mencatat laba sebesar Rp677 miliar pada triwulan III/2014. Laba perseroan terkoreksi sebesar 8,30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


Direktur Utama Bank Bukopin mengatakan walaupun mencatat pertumbuhan positif untuk kredit dan dana pihak ketiga (DPK), laba perseroan tergerus karena beban biaya dana.


Hingga September 2014, Bank Bukopin mencatat penyaluran kredit ritel hingga mencapai Rp32,33 triliun, tumbuh 23,83% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.


Peningkatan penyaluran kredit ritel merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempertajam fokus bisnis ke segmen yang menawarkan margin lebih baik.


Pertumbuhan kredit Bank Bukopin hingga September 2014 dimotori oleh segmen ritel yang terdiri dari kredit UKM, mikro dan konsumer yang meningkat 23,83% menjadi Rp32,33 triliun dibandingkan dengan posisi September 2013 yang mencapai Rp26,1 triliun.


Dari total kredit ritel yang disalurkan, segmen UKM tumbuh 18.39% menjadi Rp19,9 triliun, segmen mikro sebesar 61,63% menjadi Rp4,8 triliun dan segmen konsumer sebesar 20,52% menjadi Rp7,6 triliun.


Sementara itu, penyaluran kredit komersial Bank Bukopin tercatat mencapai Rp18,09 triliun. Dengan demikian, total kredit yang disalurkan Bank Bukopin selama sembilan bulan pertama 2014 mencapai Rp50,4 triliun, meningkat 2,44% secara year-on-year.


Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin menjelaskan hingga September 2014 perseroan membukukan aset Rp77,9 triliun, meningkat 12,68% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan aset perseroan tersebut ditopang oleh kenaikan dana pihak ketiga.


Selama 9 bulan pertama 2014 Bank Bukopin berhasil meningkatkan mobilisasi dana pihak ketiga menjadi Rp64,1 triliun, meningkat sebesar 14,44% secara year-on-year.


Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh kenaikan tabungan sebesar 12,74% menjadi Rp14,9 triliun dan deposito sebesar 19,55% menjadi Rp40,37 triliun.


Pendapatan operasional lainnya (fee based income) perseroan pada periode yang sama tumbuh 26,54% menjadi Rp723,7 miliar. Hingga September, rasio loan to deposit ratio (LDR) berada pada level 77,11%, dan CAR sebesar 14,49%.



PT Bank Bukopin Mencatat Laba Rp677 Miliar

Friday, October 10, 2014

PT Bank Bukopin Menargetkan NPL Kartu Kredit Turun 20 Bps

Financeroll – PT Bank Bukopin Tbk menargetkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kartu kredit perseroan bisa turun lebih dari 20 basis points (bps) pada akhir 2014.


Deputi Kepala Divisi Kartu Kredit Bank Bukopin mengatakan hingga Agustus 2014, NPL kartu kredit perseroan tercatat sebesar 2,5%. Dengan menargetkan NPL bisa di bawah 2,3%.


Untuk memperbaiki rasio NPL tersebut, perseroan memperbaiki dari sisi kualitas kartu.


Juga akan perkuat dari sisi tim collection, jadi penagihan akan digencarkan karena biasanya nasabah hanya lupa membayar tagihan.


Hingga Agustus 2014, bank dengan kode emiten BBKP ini memiliki 620.000 kartu dengan pertumbuhan 37% di banding periode yang sama tahun lalu.


Sementara, nilai transaksi kartu utang BBKP tersebut mencapai Rp2,2 triliun tercatat dari periode Januari hingga Agustus 2014.



PT Bank Bukopin Menargetkan NPL Kartu Kredit Turun 20 Bps