Showing posts with label Surat Utang Negara. Show all posts
Showing posts with label Surat Utang Negara. Show all posts

Monday, January 5, 2015

Kementerian Keuangan Terbitkan SUN yang Akan Dilelang Pekan Depan

Financeroll – Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) mengemukakan, Kementerian Keuangan telah melakukan penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dengan cara private placement dengan total Rp3 triliun.


Analis WKSI mengemukakan SUN yang diterbitkan merupakan jenis obligasi negara seri FR0053 dan seri FR0061.


Masing-masing memliki kupon 8,25% dan 7,00%, serta memiliki yield 8,00% dan 8,02%.


Pekan depan, tanpa menunggu waktu lagi, Pemerintah akan kembali melakukan lelang dengan jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp12 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.


Seri-seri yang akan dilelang sebagai berikut:


  • Seri SPN03150407 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 7 April 2015

  • Seri SPN12160107 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 7 Januari 2016;

  • Seri FR0070 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2024

  • Seri FR0068 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2034


Kementerian Keuangan Terbitkan SUN yang Akan Dilelang Pekan Depan

Saturday, January 3, 2015

Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Negara Melalui Private Placemten Rp3 Triliun

Financeroll – Kementerian Keuangan telah menerbitkan surat utang negara melalui private placement senilai total Rp3 triliun.


Surat utang negara (SUN) yang diterbitkan merupakan seri FR0053 dan FR0061 dengan status dapat diperdagangkan (tradable). FR0053 yang jatuh tempo 15 Juli 2021 bernilai Rp1,5 triliun dengan kupon 8,25% dan yield 8%.


Adapun, FR0061 yang jatuh tempo 15 Mei 2022 senilai Rp1,5 triliun dengan kupon 7% dan yield 8,02%. Siaran pers yang terbit menyebut periode settlement keduanya 2 Januari 2015.


Untuk lelang SUN, pemerintah akan menggelar lelang perdana SUN tahun ini pada 6 Januari. Empat seri bakal dilelang dengan target Rp12 triliun. Rinciannya, Seri SPN03150407 dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 7 April 2015 serta Seri SPN12160107 dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 7 Januari 2016.


Juga ada seri FR0070 bertenor 10 tahun dengan tingkat bunga tetap 8,375% dan seri FR0068 dengan tingkat bunga tetap 8,375% dan jatuh tempo 15 Maret 2034.



Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Negara Melalui Private Placemten Rp3 Triliun

Thursday, November 27, 2014

Harga Surat Utang Negara Naik Ikuti Sentimen Pemangkasan Subsidi BBM

Financeroll – Harga surat utang negara terus naik, ditandai dengan sepekan penurunan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun ke bawah 8%. Investor asing memompakan dana ke pasar surat utang domestik yang dipantik oleh sentimen pemangkasan subsidi BBM akan memperkuat reformasi ekonomi.


Yield obligasi benchmark series itu turun ke level 7,72%, level terendah dalam setahun terakhir, setelah bertahan di kisaran 7,8%-7,9% pekan kemarin.


Investor asing menambahkan dana Rp12,19 triliun sejak kenaikan harga BBM subsidi, sehingga kepemilikan SUN mereka per 21 November menjadi Rp470,9 triliun, berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan.


Tambahan aliran modal itu otomatis memperbesar porsi kepemilikan asing terhadap surat berharga negara (SBN) menjadi 38,57% dari posisi awal pekan lalu yang masih 37,57%.


Dengan subsidi BBM yang berkurang, ada ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur. Itu salah satu yang dilihat oleh investor asing.


Kendati inflasi terkerek dan berpotensi menurunkan gain, investor asing lebih melihat prospek jangka panjang perbaikan fiskal dan sektor riil di Indonesia setelah harga BBM dinaikkan.


Namun, tidak hanya karena sentimen BBM. penurunan yield ditopang pula oleh berkurangnya suplai SUN di pasar perdana setelah pemerintah membatalkan penerbitan dua instrumen SBN dengan alasan rencana pembiayaan telah terpenuhi.


Apalagi tahun depan, pemerintah juga berencana mengurangi pasokan obligasi menyusun rencana penciutan defisit APBN 2015 menjadi 2% dari 2,21% terhadap produk domestik bruto.


Meskipun demikian, faktor perlambatan ekonomi global juga berpengaruh terhadap pengempisan imbal hasil. Suku bunga yang rendah di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, yang dibarengi pula dengan pemangkasan rate di China mendorong investor berburu gain yang lebih tinggi di pasar negara berkembang, salah satunya Indonesia.


Keberlanjutan imbal hasil SUN yang rendah akan ditentukan oleh kondisi perekonomian global. Jika suku bunga global masih dalam tren rendah, maka investor masih akan masuk ke pasar utang Indonesia.


Pergerakan rupiah pun akan turut menentukan. Jika volatilitas rupiah tinggi, maka investor tidak segan meninggalkan pasar Indonesia.



Harga Surat Utang Negara Naik Ikuti Sentimen Pemangkasan Subsidi BBM