Showing posts with label asuransi jasa indonesia. Show all posts
Showing posts with label asuransi jasa indonesia. Show all posts

Friday, December 26, 2014

Perusahaan Asuransi Mulai Merancang Produk Alternatif Hadapi 2015

Financeroll – Menjelang penghujung 2014, beberapa perusahaan asuransi merancang produk alternatif dan terobosan jalur distribusi untuk menggenjot performa perusahaannya pada tahun mendatang.


Salah satunya adalah PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, sebuah perusahaan asuransi umum yang bergerak di bidang asuransi kebakaran, rekayasa, kendaraan bermotor, dan pengangkutan.


Perusahaan patungan antara Tokio Marine Asia Pte. Ltd. dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) berencana untuk membidik jalur distribusi yang langsung bersentuhan dengan konsumen.


“Asumsinya, tahun depan pola business to business masih mendominasi, tetapi kami akan mulai mencoba pola business to consumer ,” kata Presiden Direktur Tokio Marine Indonesia Josef Gunawan Setyo di Jakarta.


Nantinya, Tokio Marine Indonesia akan gencar menjalin kerja sama dengan sejumlah department store yang tersebar di seluruh Jakarta. Untuk sementara, produk yang dirancang untuk didistribusikan melalui pola B to C ini antara lain produk asuransi kecelakaan (personal accident/PA), dan asuransi untuk barang-barang yang dibeli di supermarket.


Rencana tersebut juga berkaitan dengan ambisi untuk menggenjot kontribusi produk PA yang masih di kisaran 1% pada tahun ini dan proporsi ritel yang hanya 30%. Mengakui kontribusi korporasi masih jauh mendominasi dibandingkan ritel.


Dirinya juga meyakini pertumbuhan premi tahun depan bakal tidak jauh dari prediksi tahun ini yaitu 12%-14%. Pasalnya, penetrasi industri asuransi masih rendah dan potensi pasar Indonesia yang sangat besar, jika dilihat dari jumlah penduduk produktifnya.


Perusahaan lainnya, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) juga melirik produk alternatif antara lain berbentuk personal accident (PA) atau mikro. Konsep produk alternatif tersebut dinamakan varia dan didistribusikan secara bundling.


Bahkan, ASBI menargetkan mampu meraup pendapatan premi hingga 26% khusus produk asuransi varia pada tahun depan. Kepercayaan diri tersebut muncul dari performa asuransi varia yang diperkirakan terus menembus Rp58 miliar sampai akhir tahun ini.


Asuransi mikro dan PA ini memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih agresif tahun depan. Apalagi, dengan kapasitas teknologi informasi yang memadai dan sumber daya manusia, diyakini distribusinya akan menjadi semakin efisien.


Di samping itu, rencana penambahan kantor cabang dan mitra juga tak luput dipikirkannya. Kendati demikian, rencana itu tidak akan diwujudkan dengan terburu-buru.


Hingga Oktober 2014, perusahaan asuransi umum ini telah memiliki kantor cabang penjualan sebanyak 22 unit. Padahal, dirinya menilai potensi pertumbuhan industri asuransi di kawasan Indonesia Timur cukup signifikan untuk digarap.



Perusahaan Asuransi Mulai Merancang Produk Alternatif Hadapi 2015

Thursday, December 25, 2014

PT Bank Mandiri Gandeng Empat Perusahaan Asuransi Nasabah Kredit Mikro

Financeroll – PT Bank Mandiri Tbk. (Bank Mandiri) menggandeng empat perusahaan asuransi untuk menjamin nasabah kredit mikro.


Empat perusahaan asuransi tersebut adalah Perum Jamkrindo, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan PT Asuransi Jiwa Inhealth (Inhealth).


Managing Director Micro & Retail Banking Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan nasabah kredit mikro dapat memilih dalah satu dari asuransi tersebut untuk mendapatkan proteksi.


Bisa dipilih yang mana saja, tergantung minat nasabah.


Adapun, proteksi yang diberikan oleh perusahaan asuransi tersebut meliputi perlindungan terhadap aset yang dijadikan agunan dan perlindungan terhadap jiwa debitur.


Hery mengatakan premi dibayarkan secara berkala yang dipotong secara autodebet dari rekening nasabah. Besaran premi bervariasi, disesuaikan dengan jumlah pinjaman dan kemampuan nasabah.


Tidak banyak preminya, ini bagian dari inklusi keuangan.


Hingga akhir 2014, Bank Mandiri memproyeksi dapat menyalurkan kredit mikro hingga sekitar Rp37 triliun.



PT Bank Mandiri Gandeng Empat Perusahaan Asuransi Nasabah Kredit Mikro

Tuesday, December 2, 2014

PT Asuransi Jasa Inodnesia Pertanyakan Skema Kredit Nelayan

Financeroll – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) meminta skema kredit nelayan yang saat ini disusun pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan dapat mempertimbangkan kebutuhan industri asuransi.


Direktur Operasi Ritel Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan pihaknya masih menunggu regulasi lebih lanjut terkait konsep pembiayaan ke sektor maritim, terutama kredit kepada nelayan.


Keterlibatan industri asuransi sebagai penjamin kredit nelayan harus diperhitungkan secara saksama. Posisi industri asuransi, lanjutnya, bukan sebagai penjamin kredit macet ketika musim badai tiba sehingga nelayan gagal melaut.


Sahata mengusulkan perbankan menerapkan skema cicilan khusus bagi nelayan yang mengakses kredit.


Misalnya waktu musim badai yang setiap tahun bisa diprediksi waktunya, nelayan dibebaskan dari kewajiban mengangsur.


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan skema kredit mikro yang khusus menyasar kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan nelayan membutuhkan akses kredit untuk mendapatkan modal kerja guna keperluan membeli kapal, alat penyimpanan ikan, dan beragam kebutuhan lainnya.


Hingga saat ini Muliaman mengakui akses nelayan terhadap kredit perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya masih terbatas.


Pasalnya, nelayan umumnya dikategorikan sebagai kelompok yang berisiko untuk menerima kredit dan tidak bankable.



PT Asuransi Jasa Inodnesia Pertanyakan Skema Kredit Nelayan