Showing posts with label inflasi desember. Show all posts
Showing posts with label inflasi desember. Show all posts

Saturday, January 3, 2015

Berikut Ini Komoditas Pemicu Inflasi Desember

Financeroll – Kelompok transportasi dan makanan menjadi penyumbang utama inflasi Desember yang mencapai 2,46% sebagai dampak kenaikan harga BBM subsidi sebulan sebelumnya.


Berikut ini berbagai komoditas yang memicu akselerasi inflasi Desember:

































































KomoditasAndil (%)Harga Naik (%)
Bensin0,5212,45
Tarif angkutan dalam kota0,3113,81
Beras0,174,44
Cabai merah0,1626,83
Tarif listrik0,154,52
Cabai rawit0,0934,41
Nasi lauk0,073,35
Ikan segar0,061,87
Tarif angkutan antarkota0,0610,45
Tarif angkutan udara0,058,04
Telur ayam ras0,045,46
Mi0,042,94
Pasir0,034,4
Bahan bakar rumah tangga0,031,98
Solar0,0317,79
Daging ayam ras0,021,7
Tomat sayur0,029,8
Rokok kretek filter0,020,73
Semen0,021,86
Upah tukang bukan mandor0,020,81

Berikut Ini Komoditas Pemicu Inflasi Desember

Sunday, November 30, 2014

Inflasi Desember Bisa Diatas 2%

Financeroll – Bank Indonesia memprediksikan inflasi Desember 2014 akan mencatatkan laju inflasi bulanan sepanjang tahun ini.


Gubernur Bank Indonesia Agus D. W. Martowardojo mengatakan inflasi tertinggi di Desember, bisa di atas 2%, sehingga volatile food harus dijaga.


Laju inflasi bulanan hingga minggu ketiga November 2014 bisa mencapai 1,3%-1,4%. Menurutnya, hingga minggu ketiga November tahun ini, inflasi inti masih terjaga walaupun akan terjadi kenaikan yang bulananan di penghujung tahun.


Baru-baru ini, pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) masing-masing Rp2.000 untuk premium dan solar. BI memprediksikan kebijakan tersebut diprediksikan mendongkrak laju inflasi tahunan di kisaran 7,7%-8,1%.


Namun, BI akan berusaha mengendalikan inflasi pada posisi batas bawah yakni 7,7% hingga akhir tahun. Padahal sebelumnya, BI optimis memproyeksikan laju inflasi tahun ini di 4,5% plus minus 1%. Sayangnya, proyeksi tersebut masih jauh dari ekspektasi bank sentral.


Pasca penyesuaian harga BBM, BI langsung merespon dengan bauran kebijakan penaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,75%, dengan suku bunga lending facility naik 50 bps menjadi 8% dan deposit facility tetap pada level 5,75% berlaku efektif sehari setelah pemerintah melakukan reformasi subsidi BBM.


Penaikan BI Rate tersebut konsisten menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi cenderung ketat. Kenaikan BI Rate ditempuh untuk menjangkar ekspektasi inflasi dan memastikan pengelolaan defisit transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat.



Inflasi Desember Bisa Diatas 2%