Showing posts with label kurs rupiah. Show all posts
Showing posts with label kurs rupiah. Show all posts

Wednesday, October 22, 2014

Rupiah Berpeluang Bergerak di Kisaran Rp 11.500 per USD

 


FinancerollHari ini kurs Rupiah diprediksikan bisa mencapai Rp 11.500 per USD. Hal tersebut terjadi jika situasi politk yang mulai aman setelah pelantikan Jokowi-JK.   Tren penguatan global naik. Rupiah akan ada pada level Rp 11.500 per USD dan situasi politik sudah aman.


Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini belum mengumumkan sususan kabinet. Sentimen positif politik pun sudah mulai mereda. Pengumuman kabinet Jokowi akan mempengaruhi pasar.


Sentimen politik akhir-akhir ini masih bagus seiring dengan tren global.  Ada kemungkinan central bank akan membeli obligasi korporasi di pasar eropa dan akan menimbulkan gairah di pasar global. [geng]



Rupiah Berpeluang Bergerak di Kisaran Rp 11.500 per USD

Saturday, October 18, 2014

Pelemahan Rupiah Didorong Merosotnya Harga Minyak Dunia

Financeroll – Menteri Keuangan Chatib Basri menilai pelemahan rupiah tidak akan berdampak besar pada keseimbangan fiskal.


Pengaruh perubahan nilai rupiah pada APBN bisa diimbangi oleh merosotnya harga minyak dunia di pasar global.


Chatib menjelaskan minyak dunia saat ini berada pada titik harga yang sangat rendah. Harga minyak yang rendah mampu mengurangi beban subsidi energi dalam APBN-P 2014.


Harga Brent yang sempat turun ke level US$87 per barel, terendah sejak 2007, sebagai indikator penurunan harga minyak dunia.


Ada beban APBN tentu, tapi di sisi lain harga minyak turun, jadi harus hitung nett-nya berapa.


Kondisi itu membuat Chatib yakin nilai tukar rupiah yang saat ini telah melalui Rp12.200 per dolar AS tidak akan mendongkrak defisit APBN-P 2014 melampaui batas.


Anggaran sampai akhir tahun mestinya sih oke, yang nanti dilihat adalah nanti pada 2015. Tapi bisa jadi pemerintahan baru nanti tahu langkahnya.


Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan mengatakan pemerintah baru memiliki beberapa opsi untuk mengurangi tekanan penurunan rupiah pada perekonomian tahun depan.


Salah satu opsi utama, lanjutnya, adalah perubahan harga BBM bersubsidi. Namun kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi harus diiringi oleh kebijakan mengurangi tekanan inflasi.


Inflasi yang terlalu tinggi akan memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Suku bunga yang tinggi justru meningkatkan beban perekonomian domestik melalui kenaikan biaya pinjaman.


Selain itu, kenaikan inflasi juga mendorong kelompok buruh untuk bergerak ke jalan menuntut kenaikan upah minimum.


Sektor riil juga hadapi tekanan, daya beli masyarakat akibat penyesuaian BBM, biaya kredit tinggi, dan ketiga biaya upah buruh. Ini mesti diperhatikan.



Pelemahan Rupiah Didorong Merosotnya Harga Minyak Dunia

Monday, October 13, 2014

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.213 - Rp 12.196 per USD

Financeroll – Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya masih belum mampu menguat signifikan. Kurs Rupiah diperkirakan akan bergerak flat di kisaran Rp  12.213-Rp 12.196 per USD.  Sentimen yang ada masih belum cukup kuat membawa laju Rupiah menguat signifikan.


Meskipun demikian,  kurs  Rupiah dimungkinkan masih akan bergerak flat. Dengan kecenderungan mencoba naik tipis.  Kemarin, Laju Rupiah masih dalam zona merah. Meskipun sempat menguat tipis. Maraknya pemberitaan terkait normalisasi kebijakan The Fed membuat pelaku pasar cenderung masih mentransaksikan mata uang dolar AS.


Di sisi lain,  sentimen yang ada saat ini melemahkan USD terutama setelah S. Fisher, Wakil Gubernur The Fed, mengatakan bahwa dengan masih melambatnya ekonomi global akan membuat The Fed menahan suku bunganya. [geng]



Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.213 - Rp 12.196 per USD

Wednesday, October 8, 2014

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.239 - 12.50 per USD

Financeroll  – Tekanan pada nilai tukar Rupiah masih terjadi saat neraca perdagangan dalam negeri defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat neraca perdagangan Indonesia Agustus 2014 mengalami defisit USD 318,1 juta.  Kurs Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 12.239 – 12.50 per USD.


Faktor ekstrenal yang  tidak bisa hindari,  jika kondisi ekonomi  masih mengalami defisit ekspor dan impor ada surplus kalau kita jumlahkan non migas ada surplus.  Kenaikan The Fed yang masih menjadi permasalahn tren di dunia sehingga melemahkan nilai tukar rupiah dan nilai tukar mata uang di negara Asia.


Di sisi lain, Indonesia membutuhkan ekpor yang meningkat terutama manufaktur karana ekspor komiditi batu bara dan kepala sawit harganya turun.   Jadi  faktor luar negeri itu adanya faktor penguatan suku bunga AS. [geng]



Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 12.239 - 12.50 per USD