Showing posts with label Aksi Lepas Saham Lebih Dominan. Show all posts
Showing posts with label Aksi Lepas Saham Lebih Dominan. Show all posts

Thursday, November 20, 2014

Aksi Lepas Saham Lebih Dominan, IHSG Ditutup Melemah

Financeroll – Setelah seharian tak singgah di jalur hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lengser dari level 5.100 dan  terpangkas 34 poin. Investor asing mengambil untung dengan melepas saham-saham unggulan.   Menutup perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 54,023 poin (1,05%) ke level 5.073,910 gara-gara aksi jual semakin ramai. Investor asing mulai mengambil untung.


Selain itu, sentimen dari bursa global juga mendorong investor lakukan aksi jual. Tak satu pun indeks sektoral yang mampu menguat.  Pada penutupan  perdagangan, Kamis (20/11), IHSG terkoreksi 34,367 poin (0,67%) ke level 5.093,566. Sementara Indeks unggulan LQ45 terpangkas 6,081 poin (0,69%) ke level 875,157.


Sementara transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 432,372 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 213.001 kali dengan volume 5,519 miliar lembar saham senilai Rp 5,084 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 197 turun, dan 71 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 800 ke Rp 24.775, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 31.400, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 200 ke Rp 4.500, dan Dharma Satya (DNSG) naik Rp 180 ke Rp 3.880.


Adapun  saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 62.650, Jembo Cable (JECC) turun Rp 700 ke Rp 2.275, Siloam (SILO) turun Rp 525 ke Rp 14.875, dan Trada Maritime (TRAM) turun Rp 460 ke Rp 1.385.


Di sisi lain, rencana The Federal Reserves menaikkan tingkat suku bunga acuan menjadi kekhawatiran investor regional. Bursa-bursa Asia pun menutup perdagangan dengan mixed.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:  Indeks Nikkei 225 naik tipis 12,11 poin (0,07%) ke level 17.300,86, Indeks Hang Seng menipis 23,67 poin (0,10%) ke level 23.349,64, Indeks Komposit Shanghai bertambah 1,67 poin (0,07%) ke level 2.452,66, dan  Indeks Straits Times turun 20,12 poin (0,60%) ke level 3.314,44. [geng]


 



Aksi Lepas Saham Lebih Dominan, IHSG Ditutup Melemah

Friday, November 7, 2014

Aksi Lepas Saham Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Melemah

Financeroll - Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (7/11) Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta melemah sebesar 36 poin menjadi Rp 12.184 dibanding sebelumnya Rp 12.148 per dolar AS.  Penguatan dolar AS masih didukung oleh sentimen fundamental dari ekonomi Amerika Serikat menyusul beberapa data ekonomi yang dinilai mengalami perbaikan sehingga mendorong pelaku pasar uang cenderung masuk ke instrumen dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 46 poin gara-gara tekanan jual investor asing. Indeks pun balik lagi ke kisaran 4.900-an.  Indeks tak bertahan lama di zona hijau, hanya mampu naik ke titik tertingginya hari ini di 5.040,971.


Mata uang dolar AS dinilai masih menarik menyusul data klaim pengangguran AS yang baru dirilis menunjukan mengalami penurunan, dengan demikian pemulihan ekonomi di AS  masih berlanjut.  Di sisi lain,  dolar AS juga terbantu oleh terkoreksinya mata uang Euro setelah bank sentral Eropa (ECB) menegaskan kesiapannya untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut jika dibutuhkan.  Meski  demikian, penguatan dolar AS masih dibatasi oleh antisipasi investor yang bersikap waspada menjelang publikasi data “non-farm payroll” dan tingkat pengangguran AS yang sedianya akan dipublikasikan pada akhir pekan waktu setempat.


Data itu menjadi salah satu indikator yang dapat turut menentukan seberapa cepat Federal Reserve akan mulai menaikan suku bunganya.  Dari dalam negeri,  masih cukup kuatnya kabar yang beredar mengenai wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebelum awal tahun 2015 menahan laju dolar AS terhadap rupiah lebih tinggi di pasar keuangan dalam negeri.  Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari Jumat ini (7/11), tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.149 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 12.179 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG turun 24,939 poin (0,50%) ke level 5.009,292 gara-gara aksi jual investor asing. Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menjadi satu-satunya bursa yang merah di regional.  Aksi jual mulai melanda bursa regional sehingga banyak pasar saham yang akhirnya melemah. Indeks pun sempat terjerembab ke posisi terendahnya hari ini di 4.979.  Pada akhir perdagangan,   IHSG jatuh 46,807 poin (0,93%) ke level 4.987,424. Sementara Indeks LQ45 anjlok 10,330 poin (1,20%) ke level 847,286.  Hanya satu indeks sektoral yang mampu menguat, yaitu sektor pertambangan. Hampir semua sektor merah gara-gara aksi jual.


Tercatat, transaksi investor asing hingga sore hari ini  melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 181,531 miliar. Sedangkan di pasar reguler saja net sell sebesar Rp 338,486.  Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 190.827 kali dengan volume 4,961 miliar lembar saham senilai Rp 4,572 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 195 turun, dan 84 saham stagnan.


Sementara bursa di Asia pun terkena tekanan jual dan rata-rata menutup perdagangan akhir pekan di zona merah. Hanya bursa saham Jepang yang bertahan di zona hijau.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 87,90 poin (0,52%) ke level 16.880,38, Indeks Hang Seng melemah 99,07 poin (0,42%) ke level 23.550,24, Indeks Komposit Shanghai turun 7,69 poin (0,32%) ke level 2.418,17, dan Indeks Straits Times berkurang 5,24 poin (0,16%) ke level 3,285.72. [geng]



Aksi Lepas Saham Lebih Dominan, Pasar Uang Domestik Melemah