Showing posts with label Bank Permata. Show all posts
Showing posts with label Bank Permata. Show all posts

Tuesday, December 2, 2014

PT Bank Permata Masih Memantau Perkembangan Branchless Banking

Financeroll – PT Bank Permata Tbk. (Bank Permata) belum akan melibatkan diri dalam bisnis layanan keuangan tanpa kantor (branchless banking) dalam waktu dekat.


Direktur Retail Banking Bank Permata Bianto Surodjo mengatakan saat ini pihaknya masih memantau perkembangan branchless banking oleh industri perbankan.


Dengan melihat opportunity. Kalau dilihat cukup efektif akan masuk juga.


Pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis aturan mengenai branchless banking. Aturan ini mendorong industri perbankan untuk memperdalam penetrasi layanan perbankan hingga ke pelosok daerah yang saat ini belum mendapatkan akses terhadap layanan jasa keuangan.


Peraturan OJK No.19/POJK.03/2014 tentang Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) menetapkan syarat bank yang mengikuti program tersebut harus berbadan hukum Indonesia, memiliki peringkat profil risiko, tingkat risiko operasional dan risiko kepatuhan dengan peringkat 1, 2, atau 3. Bank peserta program ini juga wajib memiliki jaringan kantor di wilayah timur Indonesia dan atau provinsi Nusa Tenggara Timur.


Dari sisi infrastruktur, bank wajib memiliki infrastruktur pendukung untuk menyediakan layanan transaksi elektronik bagi nasabah yang meliputi layanan sms banking atau mobile banking, serta internet banking atau host to host.



PT Bank Permata Masih Memantau Perkembangan Branchless Banking

Wednesday, November 12, 2014

PT Bank Permata Mengincar Pertumbuhan Kredit Sektor Fesyen Hingga 20%

Financeroll – PT Bank Permata Tbk. (Bank Permata) memngincar pertumbuhan kredit hingga 20% pada tahun depan khusus untuk subsektor industri fesyen di dalam negeri.


Hingga saat ini outstanding penyaluran kredit ke industri fesyen baru mencapai sekitar Rp52 miliar, atau hanya berkisar 5% dari total kredit komersial tanpa agunan Bank Permata.


Tahun depan setidaknya 20% pertumbuhannya, bahkan lebih tinggi lagi karena potensinya besar sekali.


Hingga saat ini belum banyak para pengusaha di industri fesyen yang mengakses kredit dari perbankan. 70% pengusaha di industri fesyen belum mengakses pembiayaan perbankan. Alasan yang disampaikan adalah terkait administrasi dan prosedur pengajuan kredit yang dinilai rumit serta ketiadaan agunan.


Oleh karena itu sosialisasi mengenai produk-produk perbankan menjadi penting. Dana dari perbankan dapat digunakan untuk mendongkrak perkembangan industri mode di Indonesia, yang pada tahun lalu menyumbang sekitar Rp181,6 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB).



PT Bank Permata Mengincar Pertumbuhan Kredit Sektor Fesyen Hingga 20%

Monday, November 3, 2014

PT Bank Permata Alami Pertumbuhan Kredit Sebesar 12%

Financedroll – PT Bank Permata Tbk. (Bank Permata) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 12% secara year on year pada kuartal III/2014 menjadi Rp130 triliun. Pertumbuhan kredit didorong oleh penyaluran kredit ke sektor UKM dan perusahaan lokal berskala menengah.


Meskipun pertumbuhan kredit masih terbilang tinggi, namun tidak cukup mengerek pendapatan bunga yang pada kuartal III/2014 hanya tumbuh 2% secara year on year menjadi Rp4,1 triliun.


Direktur Keuangan Bank Permata mengakui pertumbuhan pendapatan bunga hanya tumbuh tipis karena adanya tekanan pada biaya dana.


Pada kuartal ketiga 2014 ini, industri perbankan tetap dihadapkan pada tantangan atas biaya pendanaan yang lebih tinggi dan pertumbuhan bisnis yang lebih lambat.


Sementara itu, fee based income pada kuartal III/2014 tercatat tumbuh 28% secara y-o-y menjadi Rp1,2 triliun, didukung oleh kinerja bisnis bancassurance dan trade finance.


Perlambatan pertumbuhan kredit dan gejolak ekonomi nasional menyebabkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) meningkat. Pada akhir September 2014, rasio NPL gross Bank Permata tercatat 1,4%, naik dibandingkan posisi pada tahun lalu 1,1%.



PT Bank Permata Alami Pertumbuhan Kredit Sebesar 12%

Saturday, October 18, 2014

PT Bank Permata Catat Pertumbuhan Pendapatan Bunga Hanya Naik 35%

Financeroll – Pada paruh pertama tahun ini, PT Bank Permata Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional selain bunga yang tumbuh di atas pendapatan bunga.


Dari laporan keuangan perseroan pada Juni 2014, pertumbuhan pendapatan operasional selain bunga Bank Permata tercatat sebesar 38%, sedangkan pendapatan bunga hanya meningkat sejumlah 35%.


Senior Vice President Deputy Head, Transaction Banking Bank Permata menjelaskan salah satu bisnis yang digenjot perseroan untuk memacu fee based income yaitu transactional banking. Transaction bankingoverall revenue ditargetkan mencapai Rp1,1 triliun pada akhir tahun ini.


Adapun bisnis yang juga digenjot dari sektor tersebut trade finance dan trade service yang membidik nasabah korporasi. Ditargetkan perseroan bisa menutup tahun ini dengan total transaksi trade finance dan trade service tersebut sebesar US$80 juta.



PT Bank Permata Catat Pertumbuhan Pendapatan Bunga Hanya Naik 35%

Wednesday, October 15, 2014

PT Bank Permata Catat Fee Based Income Capai US$20 Juta Pertahun

Financeroll – PT Bank Permata Tbk mencatatkan fee based income dari bisnis trade finance dan trade service perseroan mencapai US$20 juta per tahun.


Senior Vice President Deputy Head Transaction Banking Bank Permata mengatakan yang dilakukan itu, berusaha menyediakan full range of product karena nasabah perlu solusi yang berbeda-beda.


Dengan upaya penyediaan produk yang lengkap berhasil menghantarkan perseroan di posisi ke 5 sebagai bank dengan transaksi L/C terbesar di Indonesia. Adapun untuk layanan trade finance dan trade service perseroan membidik nasabah korporasi.


Juga punya relationship manager yang harus benar-benar dekat dengan nasabah dan kapanpun nasabah minta kondisi berbeda, mereka harus mampu menyediakan.


Hingga kini jumlah nasabah trade perseroan mencapai 500 nasabah. Adapun fee based dari bisnis tersebut diklaim mencapai US$20 juta per tahunnya.



PT Bank Permata Catat Fee Based Income Capai US$20 Juta Pertahun

Tuesday, October 14, 2014

PT Bank Permata Kerjakan Cash Management Telkomsel

Financeroll – PT Bank Permata Tbk. (Bank Permata) ditunjuk sebagai salah satu rekanan yang bertugas mengelola cash management PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).


Dalam kerja sama ini, Bank Permata mengelola dana setoran pembayaran pulsa oleh pada dealer resmi Telkomsel. Bank Permata memberikan layanan dalam bentuk rekening penerimaan dana pembelian pulsa dari para deaker, menyediakan fasilitas internet banking, dan fasilitas cash management lain bagi Telkomsel.


Di sisi lain, Telkomsel tengah menjajaki kerja sama di bidang telekomunikasi internal karyawan karyawan Bank Permata yang berjumlah sekitar 8.000 orang. Telkomsel juga menjajaki penyediaan fasilitas Blackberry Enterprise Solutions yang mampu mengitegrasikan email dengan Blackberry.


Plt Direktur Utama Bank Permata mengatakan kerja sama ini merupakan pintu masuk bagi kedua belah pihak untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut. Akan terus dikembangkan, masih banyak sekali peluang kerja sama.


Direktur Sales Telkomsel mengatakan Bank Permata merupakan salah satu bank swasta nasional yang dipilih untuk menangani cash management Telkomsel. Sebelumnya, anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) tersebut telah menjalin kerja sama cash management dengan sejumlah bank lain.



PT Bank Permata Kerjakan Cash Management Telkomsel