Showing posts with label branchless banking. Show all posts
Showing posts with label branchless banking. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Akan Ada 30.000 Agen Baru Branchless Banking

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan tahun ini bakal ada 30.000 agen baru untuk layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai).


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menuturkan dari rancangan bisnis bank (RBB) 2015 yang disetorkan bank, ada 17 bank yang akan mengikuti program andalan regulator keuangan ini.


Pada awal tahun ini, terdapat 17 bank dengan 30.000 agen baru yang akan melayani masyarakat.


Diastikan pihak OJK juga bakal mensinergikan program laku pandai tersebut dengan layanan keuangan digital (LKD) yang diinisiasi Bank Indonesia (BI).


Dengan menggenjot pengembangan program laku pandai ini, Diharapkan sektor jasa keuangan mampu mengurangi ketimpangan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan di Indonesia.


Pasalnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Sementara, Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang memiliki kekayaan alam luar biasa, tertinggal.


Juga masih menyaksikan ketimpangan pendapatan yang bahkan dalam beberapa tahun terakhir cenderung membesar. Ini menjadi peluang bagi sektor jasa keuangan untuk mengatasi ketimpangan tersebut.



Akan Ada 30.000 Agen Baru Branchless Banking

Tuesday, December 2, 2014

PT Bank Permata Masih Memantau Perkembangan Branchless Banking

Financeroll – PT Bank Permata Tbk. (Bank Permata) belum akan melibatkan diri dalam bisnis layanan keuangan tanpa kantor (branchless banking) dalam waktu dekat.


Direktur Retail Banking Bank Permata Bianto Surodjo mengatakan saat ini pihaknya masih memantau perkembangan branchless banking oleh industri perbankan.


Dengan melihat opportunity. Kalau dilihat cukup efektif akan masuk juga.


Pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis aturan mengenai branchless banking. Aturan ini mendorong industri perbankan untuk memperdalam penetrasi layanan perbankan hingga ke pelosok daerah yang saat ini belum mendapatkan akses terhadap layanan jasa keuangan.


Peraturan OJK No.19/POJK.03/2014 tentang Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) menetapkan syarat bank yang mengikuti program tersebut harus berbadan hukum Indonesia, memiliki peringkat profil risiko, tingkat risiko operasional dan risiko kepatuhan dengan peringkat 1, 2, atau 3. Bank peserta program ini juga wajib memiliki jaringan kantor di wilayah timur Indonesia dan atau provinsi Nusa Tenggara Timur.


Dari sisi infrastruktur, bank wajib memiliki infrastruktur pendukung untuk menyediakan layanan transaksi elektronik bagi nasabah yang meliputi layanan sms banking atau mobile banking, serta internet banking atau host to host.



PT Bank Permata Masih Memantau Perkembangan Branchless Banking

Sunday, November 30, 2014

Branchless Banking Perlu Pelatihan Agen dan Infrastruktur IT

Financeroll – Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya pelatihan agen dan kesiapan infrastruktur teknologi informasi (IT) demi kelancaran program layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Kalla menyambut baik program layanan perbankan nirkantor yang digulirkan OJK. Ia mengingatkan bahwa program tersebut harus ditindaklanjuti dengan koordinasi intensif ke berbagai pihak terkait, termasuk industri keuangan.


“Harus melatih banyak agen, teknologi IT juga harus baik,” kata JK di kantor Wapres.


Menurut JK, program ini berjalan seiring perkembangan teknologi perbankan dan kebutuhan layanan keuangan inklusif di berbagai lapisan masyarakat.


“Sejalan dengan teknologi sekarang. Itu kan sama dengan ATM bergerak sebenarnya, cuma lebih dioperasikan,” ujarnya.


Seusai bertemu Wapres, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad memaparkan tanggung jawab pembinaan agen berada di tangan bank.


Beberapa bank telah menyatakan minat untuk mengimplementasikan layanan nirkantor pada 2015.


Dua bank yang telah mengajukan diri untuk memberikan layanan nirkantor adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan jumlah agen sebanyak 25.000 dan Bank Mandiri 9.000 agen.


Bank bisa membantu agen membangun jaringan IT dan lain sebagainya. Nanti bisa dilihat implementasinya.



Branchless Banking Perlu Pelatihan Agen dan Infrastruktur IT