Showing posts with label Rupiah. Show all posts
Showing posts with label Rupiah. Show all posts

Saturday, January 3, 2015

Rupiah Awal Tahun Terdepresi ke Rp12.544/US$

Financeroll – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tajam pada akhir perdagangan awal tahun baru 2015.


Berdasarkan data Dollar Index, rupiah terdepresiasi 1,27% ke Rp12.545/US$ pada pukul 15.59 WIB. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp12.414-Rp12.573/US$.


Berdasarkan Dollar Index, rupiah dibuka melemah 0,37% ke Rp12.434/US$. Selanjutnya, rupiah bahkan terpuruk 1,26% ke Rp12.544/US$ pada 14.09 WIB.


Pergerakan Rupiah/US$


















TanggalRp/US$
02/0112.545
31/1212.388
30/1212.434
29/1212.441
26/1212.409
25/1212.440
24/1212.469

Rupiah Awal Tahun Terdepresi ke Rp12.544/US$

Kurs Tengah Jelang Libur Akhir Pekan Melemah ke Rp12.474 Per Dolar AS

Financeroll – Kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,27% terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (02/01/2015).


Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah berada di level Rp12.474 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp12.440 per dolar AS.


Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah anjlok 1,11% ke Rp12.526 per dolar AS.


Kurs Tengah Dolar AS-Rupiah














02 Januari12.474
31 Desember12.440
30 Desember12.436
29 Desember12.434
24 Desember12.467
23 Desember12.456

Kurs Tengah Jelang Libur Akhir Pekan Melemah ke Rp12.474 Per Dolar AS

Wednesday, December 31, 2014

Kurs Tengah Rupiah Hari Akhir Tahun Melemah ke Level Rp12.440/US$

Financeroll – Kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,03% terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah berada di level Rp12.440 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp12.436 per dolar AS.


Adapun jika dibandingkan dengan patokan kurs tengah Rabu pekan lalu (24/12/2014) yang terhenti di level Rp12.467 per dolar AS.


Sementara itu, berdasarkan data, rupiah menguat 0,27% ke Rp12.400 per dolar AS.


Kurs Tengah Dolar AS-Rupiah












31 Desember12.440
30 Desember12.436
29 Desember12.434
24 Desember12.467
23 Desember12.456

Kurs Tengah Rupiah Hari Akhir Tahun Melemah ke Level Rp12.440/US$

Thursday, December 25, 2014

Rasio Uang Palsu Rupiah Lebih Rendah Dari Denominasi Dolar AS

Financeroll – Rasio uang palsu berdenominasi rupiah jauh lebih rendah dibandingkan dengan rasio uang palsu berdenominasi dolar AS.


Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Dian Karmila mengatakan rasio uang palsu pada Desember 2014 adalah 7 lembar per satu juta lembar uang. Rasio ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan rasio uang palsu USD yang mencapai 100 lembar per satu juta lembar uang.


Adapun, Euro sebanyak 43 lembar per satu juta lembar uang, sedangkan Pound Sterling sebanyak 143 lembar per satu juta lembar uang.


Rasio uang palsu rupiah tergolong paling rendah.


Data Bank Indonesia menyebutkan temuan uang palsu hingga September 2014 mencapai 12.190 lembar. Uang palsu paling banyak ditemukan di wilayah Jawa Barat dan Banten dengan temuan sebanyak 5.143 lembar atau 42,2% dari total uang palsu di seluruh Indonesia.


Wilayah Jawa Timur menyusul di posisi kedua dengan temuan sebanyak 2.932 lembar uang palsu atau setara dengan 24,1% dari total temuan uang palsu.


Selanjutnya, Kantor Pusat BI mencatat temuan uang palsu sebanyak 2.414 lembar atau 19,8% dari total uang palsu yang ditemukan.



Rasio Uang Palsu Rupiah Lebih Rendah Dari Denominasi Dolar AS

Wednesday, December 17, 2014

Rupiah Mulai Kembali Perkasa

Financeroll – Pada transaksi pagi ini (18/12), rupiah mencatatkan penguatan terbesar dalam tujuh pekan terakhir. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.23 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,7% menjadi 12.570 per dollar AS. Ini merupakan level terbesar sejak 29 Oktober lalu.


Sementara, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di level 12.565. Itu artinya, rupiah JISDOR perkasa 1,2% dari posisi kemarin yang berada di level 12.720.


Sedangkan di pasar offshore, nilai tukar rupiah untuk pengantaran satu bulan ke depan menguat 1% menjadi 12.741 per dollar AS.


Penguatan rupiah terjadi setelah the Federal Reserve menyatakan akan bersabar dalam menaikkan suku bunga acuannya. Seperti yang diketahui, dalam pernyataan resminya, the Fed menggunakan kata “waktu yang dipertimbangkan” untuk memberikan kepastian kepada pasar finansial bahwa bank sentral AS itu belum mengubah keputusannya mengenai rencana menaikkan kebijakan suku bunga mereka.


Meski maksud kalimatnya tetap, namun, terjadi perubahan konteks. The Fed mengeluarkan pernyataan yang lebih lembut, yang menunjukkan bank sentral masih bersiap menaikkan suku bunga meskipun tak secepat yang prediksi pelaku pasar.


Kedua, ada sejumlah sinyal bahwa Bank Indonesia akan menjaga nilai tukar rupiah.


“Pernyataan the Fed menjadi sentimen positif bagi rupiah,” jelas Gundy Cahyadi, ekonom DBS Group Holdings Ltd di Singapura. Dia menambahkan, Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menjaga volatilitas rupiah.



Rupiah Mulai Kembali Perkasa